● online
Keris Pandawa Lare Keleng Majapahit
Rp 7.500.000| Kode | TAG339 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Pandawa Lare |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Pandhawa Lare |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Majapahit |
| Warangka | : Ladrang Suakarta, Kayu Cendana Wangi Iras Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan Sepuh Perak |
| Mendak | : Parijata, Bahan Perak |
Keris Pandawa Lare Keleng Majapahit
Keris Pandawa Lare Keleng Majapahit
Keris ini memiliki dhapur Pandhawa Lare, salah satu dhapur keris luk 5 dengan ricikan berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng. Nama Pandhawa Lare diambil dari kisah masa kanak-kanak para Pandawa ketika bersama Dewi Kunti menjalani berbagai ujian kehidupan setelah lolos dari peristiwa Bale Sigala-gala. Karena itu, dhapur ini kerap dimaknai sebagai simbol keteguhan hati, kemandirian, bakti kepada orang tua, serta kemampuan menjaga kehormatan di tengah kesulitan.
Pada bagian gandhik masih terlihat jejak tinatah motif cacah gori yang dahulu dilapisi emas. Lapisan emas tersebut kini telah hilang, kemungkinan akibat faktor usia, keausan, maupun perubahan kondisi sepanjang perjalanan sejarahnya. Meski demikian, sisa tatahan yang masih tampak menjadi bukti bahwa bilah ini pernah mendapatkan garap tinatah emas yang cukup istimewa. Dalam tradisi perkerisan, keris bertinatah emas umumnya berkaitan dengan lingkungan bangsawan, pejabat, atau tokoh berkedudukan, meskipun hal tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menentukan siapa pemilik awalnya.
Bilah ini memiliki pamor Keleng, yaitu bilah yang tidak menampilkan motif pamor secara jelas dan cenderung berwarna gelap. Karakter seperti ini justru menempatkan perhatian pada kualitas tempa, proporsi bilah, serta ketelitian garap setiap ricikan. Karena tidak mengandalkan keindahan motif pamor, keris keleng sering dipandang sebagai salah satu bentuk karya yang menonjolkan kematangan teknik dan kepiawaian empu dalam membentuk bilah.
Secara tangguh, keris ini diperkirakan Majapahit, sebuah tangguh yang memiliki posisi penting dalam sejarah perkerisan Nusantara. Keris yang dinisbatkan pada masa Majapahit umumnya dikenal memiliki bentuk yang proporsional, bilah yang ramping, garap yang matang, serta karakter material yang padat dengan permukaan halus. Perpaduan antara dhapur Pandhawa Lare, jejak tinatah emas, pamor Keleng, dan estimasi tangguh Majapahit menjadikan keris ini menarik untuk diapresiasi, bukan hanya dari sisi estetika, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan panjang tradisi dan kebudayaan perkerisan Jawa.
TAG339
Keris Pandawa Lare Keleng Majapahit
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 614 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 100.000.000Dhapur Sempana Luk 9 SEMPONO, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sembilan, yang tergolong sederhana. Keris ini hanya memakai kembang kacang, lambe gajahnya satu dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada. Walaupun sederhana penampilannya, Sempana termasuk dhapur keris yang populer dan sering dijumpai. Pada jaman dahulu keris dengan dhapur sempono banyak dimiliki oleh para abdi… selengkapnya
Rp 2.800.000Keris Tilam Sari Pamor Beras Wutah Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka,… selengkapnya
Rp 6.000.000DHAPUR TILAM UPIH Tilam Upih secara harfiah berkaitan dengan tilam sebagai alas untuk beristirahat dan upih sebagai pelepah. Secara filosofi, dapat dimaknai sebagai simbol landasan hidup, ketenteraman, dan kesederhanaan. Manusia diingatkan untuk memiliki pijakan yang baik dalam menjalani kehidupan. PAMOR KULIT SEMANGKA Kulit Semangka mengambil nama dari pola yang mengingatkan pada kulit buah semangka. Secara… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Parungsari Parungsari merupakan salah satu dhapur keris luk 13 dengan bentuk bilah sedang dan proporsional. Ricikannya antara lain kembang kacang, lambe gajah dua, sogokan rangkap, pejetan, sraweyan, dan greneng. Sekilas bentuknya menyerupai Sengkelat, tetapi keberadaan dua lambe gajah menjadi salah satu ciri pembeda utama Parungsari. Nama Parungsari dapat dimaknai dari kata parung, yang berkaitan… selengkapnya
Rp 4.200.000Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa merupakan perpaduan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, perjalanan hidup, serta harapan akan kemakmuran dan keberlimpahan rezeki. Setiap unsur yang menyusun keris ini mengandung makna simbolis yang saling melengkapi, menjadikannya bukan sekadar karya seni tempa, melainkan juga representasi nilai-nilai luhur dalam budaya Jawa…. selengkapnya
Rp 25.000.000Keris Sabuk Inten Keris Sabuk Inten adalah salah satu pusaka yang begitu populer dalam khazanah tosan aji. Popularitasnya tak hanya karena keindahan bentuk dan garapnya, tetapi juga karena kisah dan simbolisme yang melekat di baliknya. Dalam berbagai babad dan tutur, Sabuk Inten sering digambarkan sebagai pusaka para bangsawan—lambang kemuliaan, kemakmuran, kesuksesan, dan kejayaan. Namun, berbeda… selengkapnya
Rp 25.500.000Keris Pamor Sodo Lanang Sodo Sakler, Sodo adalah lidi, Sakler adalah satu batang, arti harafiahnya adalah Lidi Sebatang. Mungkin di setiap daerah berbeda penyebutannya, seperti ada yang menyebut adeg siji, sodo saren atau sodo lanang. Sesuai dengan namanya gambaran motif pamornya berupa garis lurus membujur sepanjang tengah bilah atau jika terdapat pada keris luk, garisnya membujur dari sor-soran hingga… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak Dhapur Mangkurat pada sebuah keris merupakan simbol sosok pemimpin yang memikul amanah besar. Kata Mangkurat atau Amangkurat secara harfiah berasal dari “amangku” (memangku atau mengemban) dan “rat” (bumi atau negara), sehingga berarti pemangku negara, pengemban bumi, atau pihak yang menanggung tanggung jawab terhadap kehidupan banyak orang. Filosofi ini menggambarkan seorang… selengkapnya
Rp 4.000.000






























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.