● online
Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak
Rp 4.000.000| Kode | P040 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Mangkurat |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Mangkurat |
| Pamor | : Pedaringan Kebak |
| Tangguh | : Kamardikan |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Trembalo |
Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak
Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak
Dhapur Mangkurat pada sebuah keris merupakan simbol sosok pemimpin yang memikul amanah besar. Kata Mangkurat atau Amangkurat secara harfiah berasal dari “amangku” (memangku atau mengemban) dan “rat” (bumi atau negara), sehingga berarti pemangku negara, pengemban bumi, atau pihak yang menanggung tanggung jawab terhadap kehidupan banyak orang. Filosofi ini menggambarkan seorang penguasa atau pemimpin yang bukan hanya duduk di puncak kekuasaan, tetapi memikul beban kesejahteraan rakyat dan menjaga tatanan kehidupan agar tetap berjalan.
Ketika dhapur Mangkurat dipadukan dengan pamor Pedaringan Kebak, yang berarti lumbung penuh, maknanya menjadi semakin lengkap. Lumbung yang penuh bukan sekadar gambaran harta atau rezeki yang melimpah, melainkan keadaan di mana kebutuhan pokok tercukupi, suasana batin tenang, dan kehidupan berjalan makmur. Pedaringan Kebak menjadi simbol kelimpahan yang terjaga, namun bukan untuk disimpan sendiri, melainkan dibagikan agar memberi manfaat bagi banyak orang. Dalam konteks kepemimpinan, kelimpahan itu seharusnya menjadi sarana kesejahteraan bersama.
Perpaduan keduanya mengandung pesan bahwa seorang pemimpin sejati akan berusaha menjadikan lingkungan di bawah tanggung jawabnya berada dalam kecukupan. Lumbung penuh tidak boleh tertutup rapat, tetapi dibuka agar isinya mengalir kepada mereka yang membutuhkan. Keris Mangkurat pamor Pedaringan Kebak dengan demikian bukan sekadar pusaka simbol wibawa, tetapi pesan moral kepada pemiliknya: bahwa kekuasaan dan keberlimpahan adalah amanah, bukan kemewahan. Rezeki yang penuh harus disyukuri dengan berbagi, dan jabatan yang tinggi harus dijalankan dengan kerendahan hati dan tanggung jawab.
Keris seperti ini secara spiritual sering dipandang baik bagi seseorang yang sedang menata peran sosial atau tengah diberi amanah besar, entah dalam skala keluarga, pekerjaan, usaha, wilayah, ataupun organisasi. Ia mengingatkan bahwa menjadi Mangkurat berarti siap memikul bumi—dan bahwa bumi itu idealnya subur, penuh, dan makmur melalui keberadaan pemiliknya. Dengan demikian, Mangkurat dan Pedaringan Kebak menjadi simbol keadilan dalam kepemimpinan dan kelimpahan yang membawa keberkahan.
P040
Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.681 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sengkelat Corok Kinatah Emas Sengkelat ada yang menyebutnya Sangkelat, adalah salah satu bentuk dhapur luk tiga belas. Keris dhapur Sangkelat mudah dijumpai karena banyak jumlahnya dan salah satu dhapur klangenan yang dianggap wajib dimiliki oleh Pecinta Tosan Aji. Selain keris pusaka Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, ada beberapa pusaka milik keraton… selengkapnya
Rp 50.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 45.000.000Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan seseorang untuk menapaki laku hidup dengan hati yang bersih. Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu dalam satu bilah. Pamor Triman, dalam… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Pasopati Kinatah Emas Tangguh PB X Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilahnya dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, greneng, ri pandan dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan. Keberadaan dhapur Pasopati… selengkapnya
Rp 155.000.000Pandhawa Prasaja Nama Pandawa Prasaja menyimpan ajaran luhur tentang keseimbangan antara kekuatan lahir dan kejernihan batin.Kata Pandawa merujuk pada lima kesatria utama dalam epos Mahabharata — Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.Kelima tokoh ini bukan sekadar sosok dalam cerita pewayangan, tetapi simbol dari laku manusia yang berjuang menegakkan kebenaran dengan caranya masing-masing. Yudhistira melambangkan kejujuran… selengkapnya
Rp 1.800.000Keris Panimbal Kinatah Emas Pamor Untu Walang Dhapur Panimbal merupakan salah satu bentuk keris luk sembilan yang memiliki ciri khas fisik yang mudah dikenali. Bilahnya berukuran sedang dengan pemukaan memakai ada-ada, sehingga tampilannya tampak nggigir lembu. Ricikan yang menyertai di antaranya kembang kacang, lambe gajah, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, serta greneng. Dhapur ini termasuk… selengkapnya
Rp 55.000.000Dhapur Sura Luk 9 Keris di belahan Nusantara ini secara umum memang memiliki dasar aspek yang sama. Namun pada beberapa daerah tertentu memiliki gaya atau style yang khas dan berbeda-beda. Salah satunya adalah keris dengan tangguh Bugis ini. Secara bentuk dasar ia tetap memenuhi aspek keris yang sama, namun secara khusus ia memiliki karakteristik yang… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Sempana Bungkem Pusaka yang istimewa ini memiliki nama dhapur yang begitu fenomenal. Namanya Sempono Bungkem.. Ciri khas otentik yang gampang sekali kita lihat adalah sekar kacang pada gandiknya yang menancap dan menyatu dengan gandiknya. Sekar kacang inilah yang disebut dengan sekar kacang mbungkem. Konon Keris Sempono Bungkem memiliki angsar yang baik untuk membungkam lawan… selengkapnya
Rp 20.000.000Dhapur Carang Soka Keris Carang Soka memuat perpaduan makna mendalam antara kata carang yang berarti ranting dan soka yang merujuk pada kesedihan, sehingga melahirkan gambaran filosofis tentang ranting yang bersedih namun tetap bertahan. Di balik citra itu, tersimpan pesan tentang seseorang yang melalui perjalanan duka tetapi mampu menemukan kekuatan batin untuk terus melangkah. Filosofi Carang… selengkapnya
Rp 5.500.000









Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.