● online
Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh
Rp 2.500.000| Kode | F259 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Brojol, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Dwi Pamor (Triman + Wengkon) |
| Tangguh | : Madiun |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Trembalo |
| Pendok | : Blewah, Bahan Kuningan Mamas |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh
Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh
Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan seseorang untuk menapaki laku hidup dengan hati yang bersih.
Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu dalam satu bilah. Pamor Triman, dalam pemahaman Jawa, berakar dari sikap nrima—menerima dengan kesadaran dan rasa syukur. Pamor ini melambangkan ketenteraman batin, keikhlasan menjalani proses, serta kemampuan mensyukuri apa yang telah dianugerahkan tanpa kehilangan martabat dan tanggung jawab hidup.
Sementara itu, Pamor Wengkon hadir sebagai bingkai alami pada bilah keris, melambangkan batas, perlindungan, dan pengendalian diri. Ia mengajarkan pentingnya mengetahui garis, agar penerimaan tidak berubah menjadi kelalaian, dan keteguhan tidak menjelma menjadi kesombongan.
Perpaduan Triman dan Wengkon menghadirkan pusaka yang berwatak nrima ing pandum, nanging ora kendho ing lakon—menerima dengan syukur, namun tetap teguh dalam menjalani peran kehidupan.
Bertangguh Madiun, keris ini memancarkan karakter pusaka yang sederhana secara tampilan, namun kuat dalam perbawa. Keris-keris Madiun dikenal tidak mengejar kemewahan rupa, melainkan menonjolkan sisi isoteri yang dalam—sering dirasakan nggegirisi dan berkesan angker. Sejarah Madiun yang lekat dengan pusaka-pusaka bertuah semakin menguatkan citra ini: keris sebagai penjaga daya, bukan sekadar penghias pandangan.
F259
Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 4.122 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Pamor Tirto Tumetes Rojo Gundolo Tangguh Majapahit Keris Brojol merupakan salah satu dhapur lurus yang dikenal sederhana namun memiliki makna filosofi yang mendalam. Dengan ricikan yang tidak banyak, berupa gandik lugas dan pejetan, dhapur ini justru menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati, terutama bagi para pecinta tosan aji yang mengawali perjalanan koleksinya…. selengkapnya
Rp 5.500.000Dhapur Tilam Upih TILAM UPIH, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan… selengkapnya
Rp 3.555.000Dhapur Carang Soka Keris Carang Soka memuat perpaduan makna mendalam antara kata carang yang berarti ranting dan soka yang merujuk pada kesedihan, sehingga melahirkan gambaran filosofis tentang ranting yang bersedih namun tetap bertahan. Di balik citra itu, tersimpan pesan tentang seseorang yang melalui perjalanan duka tetapi mampu menemukan kekuatan batin untuk terus melangkah. Filosofi Carang… selengkapnya
Rp 5.500.000Dhapur Kidang Soka Luk 7 Berdasarkan buku keris terbitan Keraton Surakarta, dhapur Kidang Soka dicirikan oleh ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, sraweyan, dan ri pandan. Merujuk pada pakem inilah pusaka ini diidentifikasi sebagai Kidang Soka. Meski dalam Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno dhapur Kidang Soka lebih sering… selengkapnya
Rp 3.300.000Pandhawa Prasaja Nama Pandawa Prasaja menyimpan ajaran luhur tentang keseimbangan antara kekuatan lahir dan kejernihan batin.Kata Pandawa merujuk pada lima kesatria utama dalam epos Mahabharata — Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.Kelima tokoh ini bukan sekadar sosok dalam cerita pewayangan, tetapi simbol dari laku manusia yang berjuang menegakkan kebenaran dengan caranya masing-masing. Yudhistira melambangkan kejujuran… selengkapnya
Rp 1.800.000Keris Sinom Robyong Kinatah Emas Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda yang… selengkapnya
Rp 45.900.000DHAPUR KEBO LAJER Kebo Lajer merupakan nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofi, nama kebo yang melambangkan kerbau dapat dikaitkan dengan kekuatan, keteguhan, dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Piwulangnya mengingatkan manusia agar memiliki daya tahan dan tetap teguh dalam menjalankan tanggung jawab. PAMOR KULIT SEMANGKA Kulit Semangka mengambil nama dari pola yang mengingatkan pada… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 26.000.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.