● online
Keris Pasopati Pamor Wengkon Besi Hurap
Rp 6.000.000| Kode | P044 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Pasupati |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Pasopati |
| Pamor | : Wengkon |
| Tangguh | : Kamardikan |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Timoho |
Keris Pasopati Pamor Wengkon Besi Hurap
Keris Pasopati Pamor Wengkon Besi Hurap
Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilahnya dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, greneng, ri pandan dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan.
Keberadaan dhapur Pasopati telah tercatat dalam naskah kuno Serat Pustakaraja Purwa dan Pratelan yang ditulis sekitar abad XII. Bahkan, jenis dhapur ini sudah dikenal sejak tahun 230 Masehi, ketika tanah Jawa masih menyatu dengan Sumatra sebelum letusan Gunung Krakatau. Pada masa itu, keris dhapur Lar Ngatap, Pasopati, dan Cundrik dibuat oleh Mpu Ramadi di Medhangkamulan, ibu kota Mataram Kuno yang diperkirakan berada di kawasan Gunung Lawu.
Pasopati dalam Mitologi dan Filosofi Pewayangan
Nama Pasopati sebenarnya bukan berasal dari dunia perkerisan, melainkan dari dunia pewayangan. Pasopati adalah panah sakti milik Arjuna, yang diperoleh setelah melalui laku tapa dan berbagai ujian dalam lakon Arjuna Wiwaha. Arjuna, sebagai seorang kesatria utama, digambarkan sebagai sosok yang romantis, tampan, ahli perang, pemanah ulung, serta memiliki spiritualitas yang tinggi.
Dalam kisahnya, panah Pasopati bukanlah senjata biasa—sekali dilepaskan, ia mampu memecah menjadi seribu anak panah dan selalu tepat mengenai sasaran. Filosofi ini mencerminkan keoptimisan dan keteguhan dalam perjuangan hidup. Menjadi pribadi yang optimis bukan sekadar berharap segalanya berjalan dengan mudah, melainkan tetap berusaha, berjuang, dan memberikan yang terbaik hingga hasilnya tercapai.
Lebih dalam lagi, Pasopati melambangkan senjata pamungkas dalam menaklukkan sifat kehewanan dalam diri. Setiap manusia diberi hawa nafsu, tetapi manusia juga dibekali akal dan iman untuk mengendalikannya. Jihad terbesar bukanlah melawan musuh di medan perang, melainkan melawan hawa nafsu yang dapat menghancurkan potensi diri. Inilah makna terdalam dari Pasopati—pusaka yang mengajarkan manusia untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga keadilan, ketenteraman, serta memberikan manfaat bagi sesama.
Pasopati dan Kepemimpinan
Dalam dunia perkerisan, dhapur Pasopati sering dikaitkan dengan kepemimpinan dan perjuangan. Bentuknya yang lurus tanpa luk melambangkan prinsip yang teguh, tidak mudah goyah, serta memiliki visi yang jelas dalam menjalani kehidupan. Pada masa lalu, keris Pasopati sering dimiliki oleh senopati atau panglima perang, sebagai simbol kesetiaan, keberanian, dan komitmen terhadap tugas yang diemban. Hingga kini, keris dengan dhapur Pasopati masih menjadi incaran mereka yang terjun dalam dunia politik, militer, dan kepemimpinan.
Kesederhanaan dalam bentuknya tidaklah berarti ketidaksempurnaan. Justru, ketika sebuah kesederhanaan dirancang dengan pertimbangan filosofis yang mendalam, ia menjadi keindahan yang tidak terukur. Pasopati bukan sekadar keris, melainkan pusaka yang membawa aura keagungan dan keteguhan jiwa.
P044
Keris Pasopati Pamor Wengkon Besi Hurap
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.187 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 110.000.000Keris Naga Sapta Kinatah Emas Naga adalah salah satu makhluk mitologis yang jejaknya hadir hampir di seluruh belahan dunia. Setiap peradaban memiliki tafsir dan rupa tersendiri tentang naga, termasuk masyarakat Jawa yang mengenalnya sebagai makhluk agung, penjaga kesucian, sekaligus simbol kekuatan yang berasal dari alam adikodrati. Dalam tradisi Jawa, kisah-kisah tentang naga bukan sekadar dongeng,… selengkapnya
Rp 150.000.000Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontemporer Keris ini bukan termasuk Pusaka sepuh, ia adalah Pusaka Kamardikan dengan gaya kontemporer. Kami pesan khusus kepada salah seorang Empu dengan ornamen yang berupa sosok Bagong. Bagong adalah tokoh punakawan dalam cerita pewayangan. Ia melambangkan kritik sosial dan kecerdasan yang dibalut kepolosan. Ornamen Bagong pada keris mengajarkan bahwa kebenaran… selengkapnya
Rp 7.200.000Dhapur Carita Keprabon Carita Keprabon merupakan salah satu nama dhapur keris yang menarik untuk ditelaah dari sisi penamaan maupun bentuk bilahnya. Secara harfiah, carita berarti cerita atau kisah, sedangkan keprabon berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan raja, kerajaan, atau kedudukan sebagai penguasa. Dari perpaduan makna tersebut, Carita Keprabon dapat direnungkan sebagai simbol perjalanan menuju kedudukan,… selengkapnya
Rp 35.000.000Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 55.000.000Keris Jalak Tilam Sari Sepuh Pamor Pedaringan Kebak Keris ini memiliki dhapur Jalak Tilam Sari, salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang sederhana namun anggun. Ricikannya antara lain gandik lugas, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan tingil. Nama Jalak Tilam Sari dapat dimaknai sebagai perlambang kehidupan rumah tangga yang tenteram, berkecukupan, dan memiliki kehormatan. Jalak… selengkapnya
Rp 15.000.000Dhapur Keris Parungsari Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah,… selengkapnya
Rp 4.600.000Dhapur Brojol Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang relatif sederhana. Karakternya yang tidak banyak menampilkan ragam ricikan menjadikan dhapur ini menarik untuk diamati dari sisi keselarasan bentuk dan garap bilahnya. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Brojol kerap dikaitkan dengan makna kelahiran, kelancaran, dan harapan agar seseorang dapat melewati berbagai tahapan kehidupan… selengkapnya
Rp 6.000.000Dhapur Tilam Upih TILAM UPIH, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan… selengkapnya
Rp 3.555.000









Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.