● online
Keris Sengkelat Tinatah Panji Wilis
Rp 35.000.000| Kode | P003 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sengkelat |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Sengkelat |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Gaharu |
Keris Sengkelat Tinatah Panji Wilis
Dhapur Sengkelat
Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan.
Membicarakan keris Sengkelat seolah tiada habisnya, apalagi keris yang satu ini masuk daftar list urutan atas para kolektor untuk diburu dan dimiliki setelah keris Naga Sasra. Keris Sengkelat merupakan sanepa (perlambang) masuknya Agama Islam di Pulau Jawa tidak bisa meninggalkan budaya dan kearifan lokal. Sengkelat adalah juga simbol lahirnya kerajaan Demak dan surutnya Majapahit.
Sengkelat, ada yang menyebutnya Sangkelat. Sengkelat adalah simbol perjuangan rakyat ketika keraton Majapahit mulai meredup dibuat atas pesanan Sunan Kalijaga, namun dianggap kurang bernuansa Islam, Sengkelat akhirnya diserahkan kembali kepada sang empu, Jaka Supa. Sunan Kalijaga kemudian memesan kembali sebuah keris yang natinya bernama Kiai Carubuk – yang melambangkan bangkitnya gerakan Islam yang dimulai di daerah Bintara. Di dalam kisah Sengkelat ini banyak dimensi yang bisa dikupas baik dari sisi fisik, filosofi, keagamaaan, moral dan sisi lain sebagainya. Apapun cerita atau legenda yang menyertainya Keris berluk 13 (tiga belas) ini selalu mempunyai tempat sendiri di hati para pecinta tosan aji.
Dalam ilmu numerologi versi Jawa, tiga belas (telulas : Jawa), telulas bererti las-lasan ing urip. Keris Luk 13 juga melambangkan kehidupan stabil dan tenang mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Upaya manusia untuk memahami keberadaanNYA diantara semua makhluk yang tergelar di jagad raya telah membawa manusia dalam perjalanan pengembaraan yang tak pernah berhenti. Pertanyaan tentang dari mana dan mau kemana (Sangkan Paraning Dumadi) pada setiap perjalanan dari individu makhluk terus menggelinding dari zaman ke zaman. IA adalah sang Sangkan sekaligus sang Paran. IA hanya satu, tanpa kembaran, Gusti Pangeran iku mung sajuga, tan kinembari. Orang jawa menyebutnya Gusti Pangeran. Kata pangeran berasal dari kata pangengeran, yang artinya tempat bernaung dan berlindung. Terhadap Allah manusia hanya mampu memberikan sebutan sehubungan dengan perannya, Gusti kang murbeng dumadi (Penentu nasib semua makhluk).
Pamor Beras Wutah
Pamor Wos Wutah atau Beras Wutah, yang artinya beras tumpah, karena bercak-bercak kecil dan putih yang tersebar pada permukaan bilah, nampak seolah seperti beras yang tumpah berceceran. Pamor beras tumpah memiliki filosofi yang mendalam tentang arti rejeki yang melimpah.
Di sisi lain pamor beras wutah itu sendiri juga sebagai simbol pameling (pengingat) dalam mengarungi kehidupan berumah tangga antara suami-istri. Beras tumpah jarang kembali ke takarannya. Peribahasa ini menggambarkan sesuatu yang telah berubah, sulit untuk kembali seperti semula. Pitutur (pesan) yang terkandung didalamnya adalah supaya manusia hati-hati, karena kalau sudah terjadi perubahan akan sulit pulih seperti sediakala. Andaikan kita coba kumpulkan lagi, selain memakan waktu pasti ada yang tercecer juga, dan yang kita kumpulkan pun mungkin sudah jadi kotor.
Dalam menjalani hidup berumah tangga seyogyalah kita harus menjaga agar beras tidak tumpah. Mengapa harus dijaga? Kembali kepada filosofi kalau beras sudah terlanjur tumpah artinya respek yang didapat dari pasangan sudah tidak akan sama lagi, untuk pulih pun akan memerlukan waktu, dan surga dalam berumah tangga akan kehilangan salah satu pilarnya yakni kepercayaan.
P003
Keris Sengkelat Tinatah Panji Wilis
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.833 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
DHAPUR JALAK NYUCUP MADU Dhapur Jalak Nyucup Madu menggambarkan seekor burung jalak yang sedang mengisap madu. Gambaran tersebut dapat dimaknai sebagai perlambang manusia yang tekun mencari sesuatu yang baik dan bermanfaat dalam kehidupannya. Madu menjadi simbol sesuatu yang manis dan bernilai, sementara proses mencarinya mengingatkan bahwa hasil yang baik membutuhkan ketekunan dan kesungguhan. PAMOR WENGKON… selengkapnya
Rp 4.500.000Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 120.000.000DHAPUR PARUNGSARI Parungsari adalah keris luk 13, dengan ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Nama Parungsari dapat dimaknai dari kata parung dan sari. Parung menggambarkan aliran yang melewati lekukan, sedangkan sari berarti inti atau sesuatu yang utama. Dari sini, Parungsari dapat dibaca sebagai gambaran perjalanan manusia… selengkapnya
Rp 3.500.000DHAPUR DHOLOG Nama Dholog dapat ditempatkan sebagai bagian dari istilah tradisional dalam perkerisan. Secara filosofis, pemaknaannya dapat diarahkan pada kesederhanaan, keteguhan, dan sikap menerima kehidupan dengan apa adanya. Nilai yang ditekankan bukan pada tampilan lahiriah, melainkan pada bagaimana seseorang menjaga laku dan tanggung jawabnya. PAMOR PULO TIRTO Pulo Tirto secara harfiah dapat dimaknai sebagai pulau… selengkapnya
Rp 2.000.000Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka,… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Panji Anom Dhapur Keris Panji Anom atau Panji Nom dikenal dengan salah satu keris yang memiliki bentuk lurus ini merupakan salah satu pusaka yang masih dicari oleh kebanyakan orang terutama untuk para pecinta keris. Bentuk dari keris pusaka panji anom ini seperti membungkuk dan mempunyai ukuran panjang yang sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris… selengkapnya
Rp 25.500.000Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 55.000.000Dhapur Singa Sinebaning Dilah merupakan salah satu dhapur keris yang tergolong sangat langka, terutama pada kategori keris sepuh. Daya tarik utamanya terletak pada sosok singa yang dipahat anggun pada bagian gandik, dengan garap relief yang sangat rinci. Ketelitian pahatan tersebut memperlihatkan kematangan rasa sekaligus kepiawaian teknik seorang empu. Ricikan pada bilah juga masih tampak utuh… selengkapnya
Rp 150.000.000Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit Keris Pulanggeni dengan pamor keleng ini menghadirkan pesona klasik yang sederhana namun berwibawa. Bilah tanpa pamor yang menonjol menampilkan keindahan besi tempa secara alami, memperlihatkan kualitas garap yang matang sekaligus memberikan karakter teduh dan elegan. Ditinjau dari garap, bentuk bilah, serta karakter tempa, keris ini bertangguh Majapahit, salah satu periode… selengkapnya
Rp 5.500.000






Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.