● online
Keris Carang Soka Pamor Lintang Kemukus
Rp 5.500.000| Kode | P047 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Carang Soka, Keris |
| Jenis | : Keris Luk 9 |
| Dhapur | : Carang Soka |
| Pamor | : Lintang Kemukus |
| Tangguh | : Madura Sepuh |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo |
Keris Carang Soka Pamor Lintang Kemukus
Dhapur Carang Soka
Keris Carang Soka memuat perpaduan makna mendalam antara kata carang yang berarti ranting dan soka yang merujuk pada kesedihan, sehingga melahirkan gambaran filosofis tentang ranting yang bersedih namun tetap bertahan. Di balik citra itu, tersimpan pesan tentang seseorang yang melalui perjalanan duka tetapi mampu menemukan kekuatan batin untuk terus melangkah. Filosofi Carang Soka bukan sekadar nama, melainkan cerminan keteguhan dalam menghadapi kesedihan—bahwa seperti ranting yang tetap tumbuh meski diterpa badai, manusia pun dapat bangkit dan mengubah duka menjadi kebahagiaan. Keistimewaan keris ini semakin lengkap dengan kehadiran Kiai Cakra Manggilingan, sosok yang menjadi simbol kehormatan dalam luk sembilan yang melambangkan perjalanan rohaniah seseorang. Angka sembilan pada keris ini bukan hadir tanpa makna; ia menggambarkan tingkat spiritualitas yang telah melampaui urusan duniawi, sebuah tanda bahwa pemiliknya mengejar kedamaian batin, kebijaksanaan, dan kesucian jiwa.
Dengan luk sembilan yang memancarkan energi sejuk, Keris Carang Soka bukan hanya sebuah pusaka, tetapi juga pembawa aura kesepuhan dan kebijaksanaan yang diperuntukkan bagi para pandita, penembahan, serta sesepuh masyarakat. Pada akhirnya, keris ini mengajarkan bahwa sifat menerima, kesabaran, dan semangat adalah kunci untuk mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan. Melalui keindahan dan filosofinya, Keris Carang Soka menjadi panduan rohani bagi pemiliknya untuk merangkul setiap fase kehidupan dengan kepala tegak dan jiwa yang teguh, menemukan harmoni spiritual, serta menjalani perjalanan batin yang lebih dalam.
Pamor Lintang Kemukus
Lintang Kemukus adalah istilah orang Jawa jaman dahulu untuk menyebut bintang berekor (Komet), atau dalam hal ini lebih dimaknai sebagai bintang jatuh. Pada jaman dulu jika melihat bintang jatuh maka orang-orang akan berdo’a memohon sesuatu yang di inginkan kepada Tuhan, karena masyarakat jaman dulu meyakini jika memanjatkan do’a ketika melihat bintang jatuh maka do’anya akan terkabul, karena melihat bintang jatuh di anggap sebuah keberuntungan atau seperti melihat pulung. Dari kepercayaan itulah, maka secara filosofis pamor Lintang Kemukus memiliki tuah untuk membantu agar apa yang menjadi harapan atau cita-cita pemiliknya bisa cepat terkabul.
P047
Keris Carang Soka Pamor Lintang Kemukus
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.118 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 5.000.000Condong Campur adalah salah satu keris pusaka milik Kerajaan Majapahit yang banyak disebut dalam legenda dan folklor. Keris ini dikenal dengan nama Kanjeng Kyai Condong Campur. Keris ini merupakan salah satu dapur keris lurus. Panjang bilahnya sedang dengan kembang kacang, satu lambe gajah, satu sogokan di depan dan ukuran panjangnya sampai ujung bilah, sogokan belakang… selengkapnya
Rp 2.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 1.900.000Keris Sabuk Inten Keris Sabuk Inten adalah salah satu pusaka yang begitu populer dalam khazanah tosan aji. Popularitasnya tak hanya karena keindahan bentuk dan garapnya, tetapi juga karena kisah dan simbolisme yang melekat di baliknya. Dalam berbagai babad dan tutur, Sabuk Inten sering digambarkan sebagai pusaka para bangsawan—lambang kemuliaan, kemakmuran, kesuksesan, dan kejayaan. Namun, berbeda… selengkapnya
Rp 25.500.000Keris Brojol Pamor Brahma Watu Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap mantap dan terbuka. Pamor Brahma Watu tampil dengan motif gumpalan atau lingkaran menyerupai batu yang tersusun berurutan dari pangkal… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 2.900.000Keris Naga Penganten Kinatah Emas Naga Penganten secara harfiah berarti sepasang pengantin naga. Naga kembar pada sor-soran ibarat pasangan mempelai pria dan wanita. Di Indonesia, salah satu daerah yang punya prosesi pernikahan panjang adalah Jawa. Pengantin dalam pandangan orang Jawa adalah Raja dan Ratu sehari. Kelengkapann busana raja pada motif naga pengantin dapat diintrepetasikan bahwa… selengkapnya
Rp 50.000.000










Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.