● online
- Keris Carita Keprabon Pamor Keleng
- Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak
- Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas
- Keris Parungsari Luk 13 Pamor Wos Wutah
- Keris Carita Keprabon Mataram Senopaten
- Keris Kebo Lajer Pamor Slewah Tuban Pajajaran
- Keris Jalak Ngore Patrem
- Keris Tilam Sari Pamor Tejo Kinurung
Keris Pamor Sodo Lanang
Rp 2.500.000| Kode | PRA216 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Brojol, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Adeg (Sodo Lanang) |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Timoho |
| Pendok | : Blewah, Bahan Mamas |
| Mendak | : Bahan Kuningan |
Keris Pamor Sodo Lanang
Keris Pamor Sodo Lanang
Sodo Sakler, Sodo adalah lidi, Sakler adalah satu batang, arti harafiahnya adalah Lidi Sebatang. Mungkin di setiap daerah berbeda penyebutannya, seperti ada yang menyebut adeg siji, sodo saren atau sodo lanang. Sesuai dengan namanya gambaran motif pamornya berupa garis lurus membujur sepanjang tengah bilah atau jika terdapat pada keris luk, garisnya membujur dari sor-soran hingga ujung mengikuti bentuk luk-nya.
Pada jaman dahulu keris dengan pamor Sodo Sakler/Sodo Lanang banyak dimiliki oleh para Prajurit sehubungan dengan mitos cerita yang berkembang, dimana Klenting Kuning mampu mengalahkan Yuyu Kangkang dengan memukulkan sodo lanang. Oleh masyarakat perkerisan tuahnya juga dipercaya untuk menambah kewibawaan, menaikkan tingkat kepercayan diri, untuk ketenaran (popularitas), menambah keteguhan hati, dan kuat iman, serta sebagai pagar pertahanan diri dan untuk mengusir kekuatan jahat. Pamor ini tergolong cocok untuk setiap orang.
Konon pada saat Sultan Agung Raja Mataram yang paling termasyur itu memerintah, untuk mewujudkan cita-cita kebesaran Mataram, melalui Empu Supo Anom Sultan Agung berkehendak untuk yasan (membuat) tujuh pusaka kerajaan, salah satu diantaranya adalah keris berpamor Sodo Saler. Sedangkan enam pusaka yang lain adalah ; dhapur Nagasasra kinatah kamarogan, luk 3 dhapur Manglar Monga, keris Singo Barong, keris Pasopati, keris kalawijan luk 29 Kolo Bendu, dan tombak kalawijan Wulan Tumanggal.
Sebatang lidi akan kurang bernilai dan lemah ketika hanya satu, tetapi dalam satu ikatan akan mampu menyapu segala-galanyanya dan tak mudah terpatahkan. Ungkapan tersebut merupakan pesan moral yang ingin disampaikan Sultan Agung yang harus terpatri dalam jiwa setiap laskar Mataram. Untuk mencapai “Mataram yang Agung” perlu persatuan dan kebersamaan di antara Raja, kaum Bangsawan, Ulama, Umaroh, Pedagang dan Rakyat. Sultan Agung tampaknya sangat memahami pentingnya simbol persatuan dan kebersamaan untuk meraih kejayaannya.
PRA216
Keris Pamor Sodo Lanang
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 3.949 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Brojol Keris Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal memiliki bentuk sederhana. Secara umum, dhapur ini memiliki ricikan yang tidak terlalu rumit, sehingga menampilkan kesan bersahaja dan tidak banyak ornamen. Nama Brojol dalam bahasa Jawa memiliki makna keluar atau terlepas dengan mudah, yang dalam pemaknaan budaya kerap dikaitkan dengan kelancaran, kemudahan, dan… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Sengkelat (Luk 13) Dhapur Sengkelat merupakan salah satu bentuk keris yang paling terkenal di Nusantara. Namanya sering muncul dalam berbagai babad, cerita rakyat, dan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun. Sengkelat sering dikaitkan dengan Kiai Sengkelat, pusaka Majapahit yang konon hilang setelah dibawa Adipati Blambangan. Dalam berbagai kisah, Sengkelat menjadi simbol keberanian dan suara rakyat… selengkapnya
Rp 40.000.000Keris Waluring Luk 15 Kalawijan Pusaka ini hadir dengan busana Gayaman gagrak Surakarta yang dibuat dari kayu trembalo Aceh lawasan. Meski berusia tua, kondisinya masih sangat terjaga. Serat trembalo tampak tegas, nginden, dan memberi kesan estetis yang kuat pada keseluruhan wadag pusaka. Gaya busananya semakin lengkap dengan pendok mamas model blewah Surakarta yang menjadi penutup… selengkapnya
Rp 10.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris Jalak Ngore merupakan salah satu dhapur keris lurus dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Jalak Ngore menggunakan istilah yang dekat dengan penggambaran burung jalak yang sedang ngore, yakni mengurai atau merapikan bulu. Penamaan dhapur dalam tradisi Jawa kerap mengambil inspirasi dari alam dan perilaku makhluk hidup, yang kemudian diwujudkan dalam istilah untuk… selengkapnya
Rp 30.000.000Dhapur Tilam Upih Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama tilam upih kerap dimaknai melalui gambaran tikar atau alas sederhana yang menjadi tempat beristirahat. Dalam penafsiran budaya Jawa, dhapur ini sering dikaitkan dengan harapan akan ketenteraman rumah tangga, kecukupan hidup, dan keharmonisan keluarga. Makna tersebut… selengkapnya
Rp 5.000.000Dhapur Singa Sinebaning Dilah merupakan salah satu dhapur keris yang tergolong sangat langka, terutama pada kategori keris sepuh. Daya tarik utamanya terletak pada sosok singa yang dipahat anggun pada bagian gandik, dengan garap relief yang sangat rinci. Ketelitian pahatan tersebut memperlihatkan kematangan rasa sekaligus kepiawaian teknik seorang empu. Ricikan pada bilah juga masih tampak utuh… selengkapnya
Rp 150.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan seseorang untuk menapaki laku hidup dengan hati yang bersih. Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu dalam satu bilah. Pamor Triman, dalam… selengkapnya
Rp 2.500.000DHAPUR SABUK INTEN Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur keris yang memiliki bentuk khas dan dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Sabuk Inten terdiri dari kata sabuk, yaitu ikat pinggang, dan inten, yaitu berlian atau permata. Sabuk adalah sesuatu yang mengikat dan menjaga, sedangkan inten menggambarkan sesuatu yang berharga. Dari sini, Sabuk Inten dapat dimaknai… selengkapnya
Rp 4.500.000


















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.