Biasanya kalau sudah lelah melalang buana diluar sana, baru datang kesini..

PALUGADA444 bagian dari lorong waktu yang berupaya menyambungkan warisan leluhur dengan tangan-tangan baru yang sedang mencari arah. Kami percaya: setiap keris punya cerita, dan setiap pencarian bukan hanya soal bentuk, tapi soal panggilan batin.

Ternyata, pecinta keris itu bukan hanya penjaga kunci sejarah, tetapi juga orang yang sabar dan bijaksana. Ia akan mempelajari setiap hal yang melekat pada pusaka, berusaha menangkap simbol dan maknanya, serta menikmati nilai seni dan keindahan yang tercipta.

Ini adalah panggilan untuk kita semua. Mari bersama-sama menggali lebih dalam, menghubungkan diri dengan warisan leluhur, dan membuka mata terhadap keindahan yang tak terbatas dari budaya Indonesia.

Mari kita lukis kembali cerita sejarah yang terlupa, mengingat makna di balik tiap peninggalan, serta menyalakan pelita yang menerangi lorong-lorong sejarah yang mulai tergelapkan.

Kita harus tetap bergandengan tangan: mempelajari masa lalu, mengukir jejak di masa kini, dan membawa warisan yang tak ternilai ini menuju masa depan.

   

Salam ndudut ati...

Palugada 444 Group - Salam ndudut ati

Galeri Palugada444

Tombak Karacan Majapahit Rp 2.500.000
Tersedia / TAG252
Keris Tilam Sari Majapahit

TAG249

Rp 4.000.000
Tersedia / TAG249
Keris Parungsari Mataram Senopaten

TAG248

Rp 4.500.000
Tersedia / TAG248
Keris Brojol Pamor Kinasihan

P239

Rp 2.500.000
Tersedia / P239
Keris Panimbal Luk 9 Sepuh

P236

Rp 3.000.000
Tersedia / P236
Keris Tilam Upih Tuban

HEM234

Rp 2.000.000
Tersedia / HEM234
Keris Korowelang Kinatah Emas

P233

Rp 25.000.000
Tersedia / P233
Keris Kidang Soka Luk 7 Sepuh

Dhapur Kidang Soka Luk 7 Berdasarkan buku keris terbitan Keraton Surakarta, dhapur Kidang Soka dicirikan oleh ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, sraweyan, dan ri pandan. Merujuk pada pakem inilah pusaka ini diidentifikasi sebagai Kidang Soka. Meski dalam Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno dhapur Kidang Soka lebih sering… selengkapnya

Rp 3.300.000
Tersedia / HEM232
Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Wos Wutah Sepuh

Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Wos Wutah Sepuh Jalak Sangu Tumpeng adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus, ukurannya sedang. Gandik-nya polos, memakai pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan dan tingil. Ricikan lainnya tidak ada. KKA KOPEK, Beberapa catatan dari keraton menyebutkan bahwa Kangjeng Kiai Ageng Kopek adalah salah satu keris pusaka Keraton Yogyakarta yang… selengkapnya

Rp 4.500.000
Tersedia / F232
Keris Jangkung Mataram HB Sepuh

Keris Jangkung Mataram HB Sepuh Pusaka luk tiga ini menghadirkan perbincangan menarik, khususnya pada aspek identifikasi dhapurnya. Bila dicermati dari ricikan yang tampak—gandik lugas, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng—pusaka ini memang sempat membuka ruang perdebatan antara dhapur Jangkung dan Tebu Saoyotan. Dalam buku keris salinan Keraton Surakarta, dhapur Tebu Saoyotan terlihat cukup mendekati, sebab… selengkapnya

Rp 6.000.000
Tersedia / MAR231
Keris Nagasasra Luk 11 Kinatah Emas Mataram Amangkurat

Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya

Rp 110.000.000
Tersedia / P230
Keris Buto Ijo Mataram Senopaten

Dhapur Buto Ijo Dalam khazanah budaya Jawa, istilah buto merujuk pada sosok raksasa, sementara ijo berarti hijau. Dalam dunia pewayangan, para raksasa—disebut pula denawa atau golongan Asura—digambarkan jauh dari sifat ketuhanan (a-sura: bukan dewa). Bentuknya besar, buruk rupa, dan menakutkan: hidung melengkung seperti tepi perahu (canthiking baita), mata membulat lebar, mulut bergigi besar, taring panjang, rambut gimbal, bulu lebat (dhiwut), dan ekspresi… selengkapnya

Rp 4.500.000
Tersedia / F228
Keris Kalamisani Pamor Wiji Timun

Dhapur Kalamisani Kalamisani merupakan dhapur keris lurus yang memiliki ricikan antara lain; sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Filosofi keris pusaka kalamisani ini diartikan sebagai keadaan seorang manusia semenjak masih di alam ruh. Di alam ruh dia umpama sebagai cahaya kebiruan yang sangat jernih, suci serta bening. Ketika… selengkapnya

Rp 3.000.000
Tersedia / P227
Keris Sabuk Inten Mataram Amangkurat

Dhapur Sabuk Inten Secara ricikan, Sabuk Inten tergolong dhapur dengan kelengkapan tinggi dan garap matang. Bilahnya berluk sebelas, dilengkapi kembang kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap depan-belakang, sraweyan, serta greneng atau eri pandan. Keseluruhan ricikan ini membentuk karakter pusaka yang tegas namun berwibawa—mewakili keseimbangan antara kekuatan lahir dan ketajaman batin. Makna nama Sabuk… selengkapnya

Rp 5.000.000
Tersedia / F225
Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas

Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya

Rp 55.000.000
Tersedia / P224
Keris Tilam Upih Pamor Beras Wutah

Dhapur Tilam Upih Dalam tradisi Jawa, tilam upih bermakna tikar dari anyaman daun yang digunakan untuk tidur—sebuah simbol ketenteraman dalam rumah tangga. Karena itu, dhapur Tilam Upih menjadi salah satu pusaka keluarga yang paling sering diwariskan turun-temurun. Para sesepuh memberikan dhapur ini kepada anak-cucu yang menikah sebagai doa agar rumah tangga mereka senantiasa tenteram, mulia, dan berkecukupan…. selengkapnya

Rp 3.800.000
Tersedia / GT223
Keris Sempana Pamor Singkir

Dhapur Sempana Luk 9 SEMPONO, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sembilan, yang tergolong sederhana. Keris ini hanya memakai kembang kacang, lambe gajahnya satu dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada. Walaupun sederhana penampilannya, Sempana termasuk dhapur keris yang populer dan sering dijumpai. Pada jaman dahulu keris dengan dhapur sempono banyak dimiliki oleh para abdi… selengkapnya

Rp 2.200.000
Tersedia / PRA222
Keris Tilam Sari Tuban Mataram

Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya

Rp 5.000.000
Tersedia / P221
Keris Tilam Upih Tuban Pajajaran

Dhapur Tilam Upih Dalam tradisi Jawa, tilam upih merujuk pada tikar sederhana dari anyaman daun yang digunakan untuk tidur—sebuah simbol ketenteraman, kehangatan, dan kemapanan rumah tangga. Itulah sebabnya dhapur Tilam Upih sering dijadikan pusaka keluarga yang diwariskan turun-temurun, terutama kepada anak-cucu yang memasuki kehidupan berumah tangga. Para sesepuh menjadikannya sebagai doa yang berwujud pusaka: harapan agar keluarga… selengkapnya

Rp 2.800.000
Tersedia / GT220
Keris Pamor Sodo Lanang

Keris Pamor Sodo Lanang Sodo Sakler, Sodo adalah lidi, Sakler adalah satu batang, arti harafiahnya adalah Lidi Sebatang. Mungkin di setiap daerah berbeda penyebutannya, seperti ada yang menyebut adeg siji, sodo saren atau sodo lanang. Sesuai dengan namanya gambaran motif pamornya berupa garis lurus membujur sepanjang tengah bilah atau jika terdapat pada keris luk, garisnya membujur dari sor-soran hingga… selengkapnya

Rp 2.500.000
Tersedia / PRA216
Keris Sengkelat Pamor Wengkon

Keris Sengkelat Luk 13 Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan… selengkapnya

Rp 7.000.000
Tersedia / P215
Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili

Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili Dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno disebutkan bahwa Kidang Soka merupakan salah satu dhapur keris yang kaya ricikan. Pada umumnya, dhapur ini dilengkapi dengan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng, serta memiliki variasi luk seperti luk… selengkapnya

Rp 4.500.000
Tersedia / F213
Keris Mesem Pamor Wengkon Isen

Keris Mesem Pamor Wengkon Isen Dhapur Mesem sering kali dianggap serupa dengan Sempaner dan Tumenggung karena ketiganya memiliki bentuk lurus, sama-sama memakai sekar kacang, dan tidak menggunakan sogokan. Namun, bila dicermati lebih dalam, terdapat perbedaan halus di antara mereka. Dhapur Sempaner memiliki sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, tikel alis, pejetan, dan ripandan. Sedangkan Tumenggung… selengkapnya

Rp 4.500.000
Tersedia / PRA212
Keris Sabuk Inten Mataram Senopaten

Dhapur Sabuk Inten Menurut cerita rakyat dhapur Sabuk Inten diciptakan oleh 800 empu tahun jawa 1381 pada masa Prabu Brawijaya Akhir. Karena dibabar oleh empu Domas (domas, menurut Kamus Bahasa Sunda-Inggris , Jonathan Rigg, 1862 ; berarti 800 dengan asal kata dwa yang artinya dua dan mas yang berarti 400, di samping mempunyai arti sebagai… selengkapnya

Rp 2.500.000
Tersedia / F211

Semua Produk ❯

Palugada 444 Group - Salam ndudut ati

Palugada 444 Group - Salam ndudut ati