● online
- Keris Carita Keprabon Luk 11 Mataram Sultan Agung
- Keris Kelap Lintah Pamor Singkir
- Keris Jalak Ngore Tuban Sepuh
- Keris Jalak Ngore Pamor Ron Genduru Sinebit Wineng
- Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
- Keris Sempono Bungkem Pamor Slewah
- Keris Naga Anom Kinatah Emas
- Keris Pasopati Kinatah Emas Tangguh PB X
Keris Naga Raja Kinatah Emas Sepuh
Rp 55.000.000| Kode | DON154 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Naga Raja |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Naga Raja |
| Pamor | : Beras Wutah |
| Tangguh | : Bali Sepuh Abad XV |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana Wangi |
Keris Naga Raja Kinatah Emas Sepuh
Keris Naga Raja Kinatah Emas Sepuh
Keris berdhapur Naga Raja merupakan salah satu bentuk pusaka yang memiliki kedudukan istimewa dalam dunia perkerisan. Sebagaimana namanya, Naga Raja berarti “raja dari para naga” — simbol tertinggi dari kekuasaan, kebijaksanaan, dan pengendalian diri. Dalam pandangan budaya Jawa, naga bukan sekadar makhluk mitologis, melainkan lambang kekuatan kosmis yang menjaga keseimbangan antara dunia lahir dan batin, antara unsur bumi dan langit. Maka, dhapur Naga Raja bukan hanya menunjukkan keindahan bentuknya, tetapi juga menyiratkan makna spiritual yang dalam tentang kepemimpinan sejati.
Secara bentuk, keris Naga Raja biasanya digambarkan dengan sosok naga yang jelas tergambar di bagian sor-soran, dan badan naga yang memanjang hingga mendekati ujung bilah. Ciri khas ini tidak hanya menunjukkan keahlian empu dalam tempa, tetapi juga menjadi simbol filosofi tentang pengendalian diri dan kekuatan batin. Naga dalam kebudayaan Nusantara sering dimaknai sebagai penjaga sumber kehidupan — penguasa air, bumi, dan energi alam semesta. Ia adalah lambang dari daya hidup (prana) yang mengalir di setiap makhluk.
Dalam tataran filosofi, Naga Raja melambangkan sosok pemimpin yang memiliki kekuatan lahir dan batin, namun tetap rendah hati dan bijaksana. Ia menguasai “naga” dalam dirinya — yaitu hawa nafsu, amarah, dan keserakahan — sehingga menjadi penguasa atas diri sendiri sebelum memimpin orang lain. Sebab sejatinya, kepemimpinan sejati bukan tentang memerintah, melainkan tentang menuntun, melindungi, dan memberi kesejukan bagi yang dipimpin, sebagaimana naga menjaga keseimbangan alam tanpa pamrih.
Makna lain dari Naga Raja adalah pencerahan spiritual. Naga sering dihubungkan dengan kekuatan mistik dan kebangkitan kesadaran, karena ia hidup di antara dua dunia: bumi dan air, simbol dari alam bawah sadar dan kesadaran manusia. Dengan demikian, keris Naga Raja menjadi lambang perjalanan spiritual manusia menuju kebijaksanaan tertinggi — ketika seseorang mampu memahami hakikat dirinya, menyatukan kekuatan duniawi dengan nilai-nilai ilahi.
Dalam kepercayaan tradisional, keris berdhapur Naga Raja diyakini memiliki tuah yang kuat untuk kewibawaan, perlindungan, dan keberhasilan dalam kepemimpinan. Ia sering dimiliki oleh tokoh-tokoh penting, raja, atau pemimpin spiritual yang menanggung tanggung jawab besar terhadap rakyat atau muridnya. Namun lebih dari sekadar simbol kekuasaan, Naga Raja adalah pengingat bahwa kekuatan sejati lahir dari pengendalian diri dan kebijaksanaan hati.
Dengan demikian, Dhapur Keris Naga Raja mengandung pesan universal: bahwa setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, dan tugas terbesar seorang pemimpin adalah menjaga keseimbangan — antara kekuatan dan welas asih, antara dunia dan akhirat, antara keinginan dan kesadaran. Barang siapa mampu menundukkan “naga” dalam dirinya, dialah yang sesungguhnya telah menjadi Raja.
DON154
Keris Naga Raja Kinatah Emas Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 3.697 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pusaka Sengkelat: Simbol Kesatria dan Peralihan Zaman Kepopuleran keris Sengkelat tidak dapat dilepaskan dari latar sejarah politik masa lalu, terutama ketika kejayaan Majapahit mulai meredup. Dalam berbagai babad, terdapat dua versi mengenai asal-usulnya. Versi pertama menyebut bahwa keris ini dipesan oleh Sunan Ampel kepada Mpu Supo, sementara versi lainnya mengatakan bahwa pemesannya adalah Sunan… selengkapnya
Rp 70.000.000Dhapur Kalamisani Kalamisani merupakan dhapur keris lurus yang memiliki ricikan antara lain; sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Filosofi keris pusaka kalamisani ini diartikan sebagai keadaan seorang manusia semenjak masih di alam ruh. Di alam ruh dia umpama sebagai cahaya kebiruan yang sangat jernih, suci serta bening. Ketika… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Tilam Upih Dalam tradisi Jawa, tilam upih merujuk pada tikar sederhana dari anyaman daun yang digunakan untuk tidur—sebuah simbol ketenteraman, kehangatan, dan kemapanan rumah tangga. Itulah sebabnya dhapur Tilam Upih sering dijadikan pusaka keluarga yang diwariskan turun-temurun, terutama kepada anak-cucu yang memasuki kehidupan berumah tangga. Para sesepuh menjadikannya sebagai doa yang berwujud pusaka: harapan agar keluarga… selengkapnya
Rp 2.800.000Keris Korowelang Mataram Amangkurat Sebuah pusaka langka yang kini kian jarang dijumpai. Pada bilahnya, ricikan klasik seperti sekar kacang masih tampak nggelung anggun, memancarkan keindahan di tengah kegagahan. Disusul oleh jalen, lambe gajah, pejetan, serta tingil yang menjadi ciri khasnya—meski kini mulai aus, meninggalkan jejak waktu yang halus dan jujur. Pasikutan pusaka ini membawa wibawa… selengkapnya
Rp 5.500.000Dhapur Sempana Luk 9 SEMPONO, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sembilan, yang tergolong sederhana. Keris ini hanya memakai kembang kacang, lambe gajahnya satu dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada. Walaupun sederhana penampilannya, Sempana termasuk dhapur keris yang populer dan sering dijumpai. Pada jaman dahulu keris dengan dhapur sempono banyak dimiliki oleh para abdi… selengkapnya
Rp 2.800.000Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili Dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno disebutkan bahwa Kidang Soka merupakan salah satu dhapur keris yang kaya ricikan. Pada umumnya, dhapur ini dilengkapi dengan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng, serta memiliki variasi luk seperti luk… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Santan Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng. Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan… selengkapnya
Rp 4.111.000Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 15.000.000


























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.