● online
Keris Brojol Pamor Lawe Saukel
Rp 15.000.000| Kode | P241 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Brojol, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Lawe Saukel |
| Tangguh | : Tuban era Mataram |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Trembalo |
| Pendok | : Blewah, Bahan Kuningan Mamas |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Perak Inten |
Keris Brojol Pamor Lawe Saukel
Keris Brojol Pamor Lawe Saukel
Pusaka ini merupakan keris lurus berdhapur Brojol, berpamor Lawe Saukel, bertangguh Tuban era Mataram—sebuah fase peralihan penting yang mempertemukan kekuatan garap pesisir dengan keluwesan rasa Mataraman. Dari sisi material, bilah memperlihatkan besi yang padat dan berisi, menandakan proses tempaan yang matang serta penuh ketelitian. Warna pamor tampak terang dan hidup, disertai kehadiran pamor sanak yang menjadi ciri khas keris-keris pesisir Tuban. Pasikutan bilah tersaji proporsional, dengan bentuk yang mulai meramping, mencerminkan pergeseran estetika menuju gaya Mataram yang lebih halus dan luwes. Kondisi bilah relatif utuh dan terawat; terdapat sedikit korosi alami di bagian tepi ujung bilah—sebuah kewajaran bagi pusaka sepuh. Secara keseluruhan, tingkat keutuhan bilah berada pada kisaran ±85%.
Dari sisi kelangkaan, dhapur Brojol memang masih dapat dijumpai pada keris-keris tua. Namun nilai istimewa pusaka ini justru terletak pada Pamor Lawe Saukel, sebuah pamor yang tergolong langka dan jarang dijumpai. Pamor ini—dikenal pula sebagai pamor lawe atau benang setukel—menampilkan gambaran menyerupai gulungan benang yang terurai. Secara teknis, pamor ini dihasilkan melalui metode puntiran yang halus dan rumit. Alur pamor mengalir lembut, tidak terputus, bahkan tampak menyambung hingga ke bagian gonjo. Hal tersebut menjadi penanda kuat bahwa pusaka ini digarap dengan ketelatenan tinggi, kepenuhan rasa, dan kesadaran teknis yang matang oleh sang empu.
Dalam kawruh paduwungan klasik maupun rujukan perkerisan modern, Pamor Lawe Saukel kerap dikaitkan dengan angsar untuk mengurai keruwetan dan menangkal pengaruh buruk. Namun pemaknaan pamor ini tidak berhenti pada tafsir simbolik semata. Lawe Saukel lebih tepat dipahami sebagai lambang laku: gambaran benang kusut yang hanya dapat diurai melalui kesabaran, kejernihan batin, dan ketenangan berpikir. Angsarnya bekerja bukan sebagai janji keajaiban instan, melainkan sebagai pengingat agar pemiliknya mampu menghadapi persoalan hidup secara sadar, bertahap, dan dewasa.
Dengan pemaknaan tersebut, pusaka ini tidak berdiri sebagai sumber kuasa mutlak, melainkan sebagai pengingat nilai dan kesadaran hidup. Ia selaras dengan falsafah bahwa dalam setiap kesulitan selalu tersimpan jalan kemudahan—hadir bersamaan, bukan menunggu masalah berakhir. Sebuah pusaka sepuh yang menuntut laku, bukan sekadar disandang; memberi daya, namun tidak mengklaim kuasa.
Pusaka kuwi duwe daya, nanging ora duwe kuwasa.
Keris Brojol Pamor Lawe Saukel
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.079 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 45.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 1.900.000Dhapur Tilam Upih TILAM UPIH, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan… selengkapnya
Rp 3.555.000Keris Naga Liman Kinatah Emas NAGA LIMAN, adalah salah satu bentuk dhapur keris, dimana bagian gandik keris diukir dengan bentuk kepala gajah, lengkap dengan belalainya (kadang dibuat sangat detail lengkap dengan bagian gading dan telinga) tetapi tanpa badan sang gajah itu sendiri karena badan naga liman merupakan perwujudan dari sosok ular (biasanya dibuat tersamar mirip… selengkapnya
Rp 37.000.000Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontemporer Keris ini bukan termasuk Pusaka sepuh, ia adalah Pusaka Kamardikan dengan gaya kontemporer. Kami pesan khusus kepada salah seorang Empu dengan ornamen yang berupa sosok Bagong. Bagong adalah tokoh punakawan dalam cerita pewayangan. Ia melambangkan kritik sosial dan kecerdasan yang dibalut kepolosan. Ornamen Bagong pada keris mengajarkan bahwa kebenaran… selengkapnya
Rp 7.200.000Keris Sinom Robyong Kinatah Emas Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda yang… selengkapnya
Rp 45.900.000Keris Putut Tangguh Tuban Sepuh Putut adalah salah satu dhapur keris lurus. Panjang bilahnya beragam, ada yang normal ada yang pendek. Selain itu, permukaan bilah keris dhapur Putut juga lebar dan rata. Gandik-nya diukir dengan bentuk orang duduk, atau seperti monyet duduk, tanpa ricikan lainnya. Seandainya ada ricikan hanyalah ri pandan atau thingil. Kata ‘Putut’… selengkapnya
Rp 2.000.000




















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.