● online
- Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontempor
- Keris Sepokal Luk 7 Mataram Amangkurat
- Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Kamarogan Sepu
- Keris Makoro Kinatah Emas Pamor Wiji Timun
- Keris Kebo Kantong Madiun Sepuh
- Keris Corok Tilam Upih
- Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
- Keris Brojol Gonjo Iras Tuban Winongan
Keris Kelap Lintah Pamor Singkir
Rp 2.000.000| Kode | F260 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Kelap Lintah, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Kelap Lintah |
| Pamor | : Adeg (Singkir) |
| Tangguh | : Kamardikan |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Asem |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : - |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Kelap Lintah Pamor Singkir
Keris Kelap Lintah Pamor Singkir
Dhapur Kelap Lintah merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan sosok bilahnya yang ramping, luwes, dan berkesan hidup. Nama kelap dan lintah sendiri mengandung makna kelincahan serta daya lekat—melambangkan kemampuan beradaptasi, ketahanan dalam menghadapi tekanan, dan kecerdikan dalam menyiasati keadaan. Dhapur ini kerap dimaknai sebagai pusaka yang bekerja halus, tidak menonjolkan kekuatan secara kasar, namun efektif dalam menjalankan fungsinya.
Pamor Adeg, yang juga dikenal sebagai Singkir, hadir dengan garis-garis pamor yang berdiri tegak mengikuti arah bilah. Pamor ini dimaknai sebagai simbol keteguhan sikap, kejelasan pendirian, serta kemampuan untuk nyingkirake alangan—menyingkirkan rintangan dan hambatan dalam perjalanan hidup. Dalam laku spiritual Jawa, pamor Adeg dipercaya membantu pemiliknya untuk tetap tegak di tengah tekanan, tidak mudah goyah oleh pengaruh luar.
Bertangguh Kamardikan, keris ini merupakan hasil karya empu pada masa setelah runtuhnya tatanan keraton klasik. Tangguh Kamardikan mencerminkan era kebebasan ekspresi, di mana empu tidak lagi terikat ketat oleh pakem istana, namun tetap berakar pada tradisi. Keris-keris Kamardikan dikenal variatif dalam garap, terbuka dalam eksplorasi pamor dan besi, serta lebih menekankan kesesuaian karakter pusaka dengan kebutuhan zamannya.
F260
Keris Kelap Lintah Pamor Singkir
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.369 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Keris Parungsari Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah,… selengkapnya
Rp 4.600.000Keris Sepokal Luk 7 Mataram Amangkurat Siapa yang tak kenal pohon pisang? Tanaman sederhana yang tumbuh di mana-mana, namun penuh makna kehidupan. Dari akar hingga daun, dari batang hingga buahnya — semua memberi manfaat, tak ada yang sia-sia darinya. Dari pohon inilah para empu leluhur kita mengambil ilham, lalu menurunkannya dalam wujud pusaka yang disebut… selengkapnya
Rp 4.000.000DHAPUR SINOM ROBYONG Sinom Robyong memiliki banyak kesamaan dengan dhapur Sinom. Ricikannya antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Yang membedakannya adalah adanya jenggot pada sekar kacang dan greneng susun. Kata sinom berarti pucuk atau daun muda. Karena itu, Sinom dapat dimaknai sebagai simbol masa pertumbuhan, semangat,… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Naga Sapta Kinatah Emas Naga adalah salah satu makhluk mitologis yang jejaknya hadir hampir di seluruh belahan dunia. Setiap peradaban memiliki tafsir dan rupa tersendiri tentang naga, termasuk masyarakat Jawa yang mengenalnya sebagai makhluk agung, penjaga kesucian, sekaligus simbol kekuatan yang berasal dari alam adikodrati. Dalam tradisi Jawa, kisah-kisah tentang naga bukan sekadar dongeng,… selengkapnya
Rp 150.000.000Keris Sengkelat Pamor Wiji Timun Tangguh Srimanganti Keris ini memiliki dhapur Sengkelat, salah satu dhapur keris yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Sengkelat merupakan keris luk 13, dengan bentuk bilah berlekuk yang memberikan karakter visual tegas sekaligus dinamis. Nama Sengkelat dalam salah satu pemaknaan tradisional sering dikaitkan dengan ungkapan “sengkel ati”, yang menggambarkan rasa… selengkapnya
Rp 12.500.000DHAPUR BROJOL Brojol secara harfiah berkaitan dengan sesuatu yang keluar atau terlahir. Secara filosofi, nama ini sering dimaknai sebagai simbol kelahiran, awal kehidupan, dan kepasrahan manusia kepada Sang Pencipta. Piwulangnya mengingatkan bahwa manusia hadir ke dunia tanpa membawa apa pun, sehingga kehidupan sebaiknya dijalani dengan rendah hati dan penuh kesadaran. PAMOR BRAHMA WATU Brahma Watu… selengkapnya
Rp 3.000.000DHAPUR KEBO LAJER Kebo Lajer merupakan nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofi, nama kebo yang melambangkan kerbau dapat dikaitkan dengan kekuatan, keteguhan, dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Piwulangnya mengingatkan manusia agar memiliki daya tahan dan tetap teguh dalam menjalankan tanggung jawab. PAMOR KULIT SEMANGKA Kulit Semangka mengambil nama dari pola yang mengingatkan pada… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Sengkelat (Luk 13) Dhapur Sengkelat merupakan salah satu bentuk keris yang paling terkenal di Nusantara. Namanya sering muncul dalam berbagai babad, cerita rakyat, dan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun. Sengkelat sering dikaitkan dengan Kiai Sengkelat, pusaka Majapahit yang konon hilang setelah dibawa Adipati Blambangan. Dalam berbagai kisah, Sengkelat menjadi simbol keberanian dan suara rakyat… selengkapnya
Rp 40.000.000Dhapur Brojol Dalam masyarakat yang memandang keris dari sisi esoteri, dhapur keris Brojol sering dikaitkan dengan tuah yang dipercaya dapat “memperlancar kelahiran jabang bayi.” Karena itu, sebagian orang menganggap keris ini hanya cocok bagi mereka yang berprofesi sebagai dukun bayi. Benar atau tidaknya kepercayaan itu tentu hanya Tuhan yang mengetahui. Namun kenyataannya, banyak pula masyarakat… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Sengkelat Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Membicarakan… selengkapnya
Rp 35.000.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.