● online
Keris Naga Penganten Kinatah Emas
Rp 50.000.000| Kode | P049 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Naga Penganten |
| Jenis | : Keris Luk 9 |
| Dhapur | : Naga Penganten |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Cirebon |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Trembalo |
Keris Naga Penganten Kinatah Emas
Keris Naga Penganten Kinatah Emas
Naga Penganten secara harfiah berarti sepasang pengantin naga. Naga kembar pada sor-soran ibarat pasangan mempelai pria dan wanita. Di Indonesia, salah satu daerah yang punya prosesi pernikahan panjang adalah Jawa. Pengantin dalam pandangan orang Jawa adalah Raja dan Ratu sehari. Kelengkapann busana raja pada motif naga pengantin dapat diintrepetasikan bahwa rumah tangga yang dibangun melalui hubungan perkawinan merupakan kerajaan bagi sepasang suami-istri dan anak-anaknya kelak. Suami merupakan raja dan istri menjadi permaisurinya. Sebagai sebuah kerajaan, rumah tangga perlu dijaga kedaulatan dan kehormatannya. Mereka saling berada pada pihak yang sama dalam menghadapi setiap masalah, cobaan, godaan dan tantangan.
Dan masing-masing disebut garwo, artinya sigaraning nyawa atau belahan jiwa. Apa maksudnya? Apakah jiwa kita benar-benar hanya setengah atau sebelah? Dalam satu sudut pandang, aku adalah aku sendiri ini. Secara mandiri dan bebas aku berdiri sendiri dengan utuh. Namun sadarkah, aku yang ini, aku yang mandiri dan bebas ini sebenarnya hanya “setengah”. Sebenarnya aku yang sendiri belumlah utuh. Lalu setengahnya lagi siapa? maka setengahnya lagi adalah belahan jiwaku. Menggenapi hukum alam tentang keseimbangan, Ia ada untuk menyempurnakan hidup kita. Ia ada untuk mendampingi kita ke jalan yang diridhoi-Nya. Ia mitra dalam mendidik, mengarahkan dan mendamping anak-anak agar kelak menjadi pribadi-pribadi yang hebat di dunia dan selamat di akhirat.
Hakikat perkawinan adalah “ monodualis ” artinya dua jenis insan laki-laki dan perempuan, dua raga dan jiwa suami-istri menjadi satu. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Satu dalam arti “manunggal”. “Manunggaling jiwa raga”. Keduanya sering pula disebut juga sebagai ‘loro-loroning atunggal‘ atau dwi tunggal, dua orang yang memiliki kesatuan tujuan.
Monodualis juga berarti adanya ikatan lahir dan batin dari pasangan suami- istri, diikat oleh perkawinan yang syah menurut agama dan pemerintah, berdasarkan cinta dan kasih sayang. Keduanya sepakat membina keluarga yang tenteram, ayem (sakinah), saling sayang-menyayangi (mawadah) dan saling menghormati (warahmah). Melalui hubungan perkawinan diharapkan kesempurnaan, keselamatan dan kesejahteraan hidup manusia dapat tercapai.
Maka, dhapur Naga Pengantin adalah sebagai perwujudan mantra tolak bala serta doa/keyakinan akan keselamatan, ketenteraman, dan harapan pencapaian kemakmuran dalam sebuah kerajaan (baca : rumah tangga) yang dibangun. Juga memberikan gambaran kehidupan ideal suami dan istri. Yang hidup bersama dalam kekompakan dan kebahagiaan, penuh keharmonisan sebagai pasangan yang saling memberi, saling menerima, saling melengkapi, saling menghormati, saling menghargai, saling mencintai, dan saling merindui. Mereka berdua adalah pasangan yang selalu “atut runtut, tansah reruntungan”, selalu bersama-sama dalam suka dan duka. Seperti Mimi dan Mintuna, yang tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Seperti Mimi dan Mintuna, yang akan mati jika dipisahkan.
P049
Keris Naga Penganten Kinatah Emas
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.140 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Singo Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 100.000.000Condong Campur adalah salah satu keris pusaka milik Kerajaan Majapahit yang banyak disebut dalam legenda dan folklor. Keris ini dikenal dengan nama Kanjeng Kyai Condong Campur. Keris ini merupakan salah satu dapur keris lurus. Panjang bilahnya sedang dengan kembang kacang, satu lambe gajah, satu sogokan di depan dan ukuran panjangnya sampai ujung bilah, sogokan belakang… selengkapnya
Rp 2.000.000Keris Mesem Pamor Wengkon Isen Dhapur Mesem sering kali dianggap serupa dengan Sempaner dan Tumenggung karena ketiganya memiliki bentuk lurus, sama-sama memakai sekar kacang, dan tidak menggunakan sogokan. Namun, bila dicermati lebih dalam, terdapat perbedaan halus di antara mereka. Dhapur Sempaner memiliki sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, tikel alis, pejetan, dan ripandan. Sedangkan Tumenggung… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Sengkelat Corok Kinatah Emas Sengkelat ada yang menyebutnya Sangkelat, adalah salah satu bentuk dhapur luk tiga belas. Keris dhapur Sangkelat mudah dijumpai karena banyak jumlahnya dan salah satu dhapur klangenan yang dianggap wajib dimiliki oleh Pecinta Tosan Aji. Selain keris pusaka Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, ada beberapa pusaka milik keraton… selengkapnya
Rp 50.000.000Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 15.000.000Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan seseorang untuk menapaki laku hidup dengan hati yang bersih. Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu dalam satu bilah. Pamor Triman, dalam… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Naga Raja Kinatah Emas Sepuh Keris berdhapur Naga Raja merupakan salah satu bentuk pusaka yang memiliki kedudukan istimewa dalam dunia perkerisan. Sebagaimana namanya, Naga Raja berarti “raja dari para naga” — simbol tertinggi dari kekuasaan, kebijaksanaan, dan pengendalian diri. Dalam pandangan budaya Jawa, naga bukan sekadar makhluk mitologis, melainkan lambang kekuatan kosmis yang menjaga… selengkapnya
Rp 55.000.000Dhapur Dholog Dholog adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gandik lugas, sogokan rangkap, tikel alis dan sraweyan. Ricikan lainnya tidak ada. “Jati nom arane dholog” Dholog berasal dari bahasa sansekerta yang artinya pohon jati muda. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Ada masa… selengkapnya
Rp 15.000.000Dhapur Sempana Bungkem Pusaka yang istimewa ini memiliki nama dhapur yang begitu fenomenal. Namanya Sempono Bungkem.. Ciri khas otentik yang gampang sekali kita lihat adalah sekar kacang pada gandiknya yang menancap dan menyatu dengan gandiknya. Sekar kacang inilah yang disebut dengan sekar kacang mbungkem. Konon Keris Sempono Bungkem memiliki angsar yang baik untuk membungkam lawan… selengkapnya
Rp 20.000.000










Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.