● online
- Keris Sengkelat Pamor Blarak Sineret
- Keris Putut Tangguh Tuban Sepuh
- Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat
- Keris Tilam Upih Pamor Satriyo Pinayungan
- Keris Tilam Upih Pamor Pancuran Mas
- Keris Naga Liman Kinatah Emas
- Keris Carita Keprabon Luk 11 Mataram Sultan Agung
- Keris Carang Soka Pamor Lintang Kemukus
Keris Carita Gandhu Pamor Lar Gangsir
Rp 15.550.000| Kode | P069 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Carita Gandhu, Keris |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Carita Gandhu |
| Pamor | : Lar Gangsir |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Jati |
Keris Carita Gandhu Pamor Lar Gangsir
Dhapur Carita Gandhu
Dhapur Carita Gandhu memiliki makna simbolik yang mendalam, lebih dari sekadar bentuk fisiknya sebagai sebilah keris. Nama ini berasal dari dua kata, “carita” yang berarti kisah atau perjalanan hidup, dan “gandhu” yang bermakna keharuman atau kesan baik yang tertinggal. Secara filosofis, Carita Gandhu mengajarkan bahwa kehidupan setiap manusia kelak akan menjadi sebuah cerita, dan tugas kita adalah menjadikan cerita itu harum, dikenang dengan kebaikan, manfaat, serta sikap-sikap luhur. Keharuman yang dimaksud bukanlah wangi secara fisik, tetapi nama baik yang terus diingat setelah seseorang tiada, berupa amal yang bermanfaat, tutur kata yang menyejukkan, serta tindakan yang memberikan nilai bagi orang lain.
Dalam pemahaman kejawen, seseorang dianggap mulia bukan karena jabatan atau kekayaan, tetapi karena warisan makna yang ia tinggalkan. Carita Gandhu mengingatkan bahwa perjalanan hidup selalu penuh proses: naik turun, jatuh bangun, pergulatan batin, ujian keserakahan dan kesabaran, hingga penyadaran terhadap tujuan hidup. Dari perjalanan itu diharapkan tumbuh keharuman—sebuah jejak kebaikan yang melampaui batas usia. Karena itu, dhapur ini sering dipandang sebagai simbol bagi mereka yang sedang membangun karya besar atau meniti jalan menuju kematangan batin, sebab keris ini memberikan pesan halus: bahwa cerita seseorang tidak boleh berhenti pada dirinya sendiri, tetapi harus memberi manfaat bagi orang lain. Pada akhirnya, Carita Gandhu adalah peringatan agar hidup dijalani dengan kesadaran, kejujuran, dan kebijaksanaan, sehingga kelak nama yang ditinggalkan menjadi harum dan dikenang dengan penuh kebaikan.
Pamor Lar Gangsir
PAMOR LAR GANGSIR, Karena ragam pola gambaran pamor jumlahnya banyak sekali, untuk membedakan pola satu dengan lainnya perlu daya imajinasi yang memungkinkan perbedaan intepretasi dalam pembacaan pamor. Seperti pada pamor yang terlukis pada bilah keris Pandhawa ini, penulis sangat meyakini jika pamor keris pandhawa ini adalah Pamor Lar Gangsir, dimana goresan garis pamornya tampak rumit, lipatan dan puntiran menghasilkan pola nginden yang cantik mirip morfologi umum ruas-ruas sayap jangkrik (tegmina).
Pamor Lar Gangsir tergolong pamor ekslusif, karena tidak mudah membuatnya sehingga jarang ditemui menjadikan nilai mas kawinnya tinggi. Bentuk gambarannya kompleks, ditijau dari segi pembuatannya adalah pamor miring (rekan). Sesusai dengan namanya Lar = sayap dan Gangsir = sejenis jangkrik besar, maka pola gambaran pamor ini serupa pola gambaran yang terdapat pada sayap gangsir. Bagi mereka yang percaya, pamor lar gangsir mempunyai tuah yang dapat menjaga pemiliknya menangkal serangan guna-guna, dan menghindarkan gangguan makluk halus. Tetapi pamor ini tergolong pemilih, artinya tidak setiap orang akan merasa cocok bila memilikinya.
Lar Gangsir = Gelar Ageman Siro, konon merupakan sebuah ajaran makrifat Sunan kalijaga, yang memiliki makna bahwa gelar atau jabatan pangkat, ketenaran, kekayaan, kecantikan dan ketampanan dan lain sebagainya di dunia ini hanyalah sebuah ageman atau pakaian yang bisa dikenakan dan ditanggalkan. Tidaklah kekal bagi pemiliknya, semua itu adalah titipan dari Yang Maha Kuasa yang suatu saat pasti akan dimintaNya kembali.
Sebagai pameling dalam kehidupan kita, jangan sampai kita terjebak oleh silaunya gemerlap kehidupan dunia. Jangan juga kelebihan yang kita miliki menjadikan kita sombong, takabur, lupa diri dan bertindak sewenang-wenang kepada orang lain dan merendahkan harkat dan martabatnya. Jangan sampai kelebihan yang kita miliki malah menjadikan bumerang bagi diri kita sendiri. Mari kita bawa ajaran tersebut kedalam kehidupan kita agar kita bisa lebih mawas diri, lebih bersyukur, lebih bisa menghargai orang lain dan tentunya akan membuat kita bisa lebih arif menyikapai kelebihan dan kekurangan kita. (ojo dumeh, ojo gumelar).
P069
Keris Carita Gandhu Pamor Lar Gangsir
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.457 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Naga Penganten Kinatah Emas Naga Penganten secara harfiah berarti sepasang pengantin naga. Naga kembar pada sor-soran ibarat pasangan mempelai pria dan wanita. Di Indonesia, salah satu daerah yang punya prosesi pernikahan panjang adalah Jawa. Pengantin dalam pandangan orang Jawa adalah Raja dan Ratu sehari. Kelengkapann busana raja pada motif naga pengantin dapat diintrepetasikan bahwa… selengkapnya
Rp 50.000.000Keris Balebang Luk 7 Bali Sepuh FILOSOFI berasal dari kata Bale (bangunan) Kambang (terapung di atas air), yaitu bangunan yang terdapat pada bagian tengah kolam yang digunakan untuk kepentingan anggota kerajaan. Kedua unsur kata “Bale” dan “Kambang” tersebut tidak bisa dipisahkan karena keduanya merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu bangunan tertentu. Bale Kambang dulunya adalah… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Pulanggeni Pulanggeni merupakan salah satu bentuk dhapur keris luk lima yang cukup populer di dunia perkerisan di Pulau Jawa. Pulang Geni bermakna ratus, hio atau dupa atau juga kemenyan (keharuman yang bersifat religius), memberikan makna bahwa dalam kehidupan banyaklah berbuat kebaikan agar jati diri menebar harum dan selalu dikenang walau hayat sudah tidak dikandung… selengkapnya
Rp 2.500.000Tombak Biring Jaler Sepuh Nama lainnya dalah Biring Lanang dimana dhapur tombak ini mempunyai arti atau konotasi yang sadis. Nama sesungguhnya adalah Biring ing Palanangan, dari asal kata biri artinya kebiri (dikebiri), ing artinya untuk atau pada, sedangkan palanangan berarti kemaluan laki-laki. Jadi artinya adalah tombak sebagai senjata untuk mengebiri kemaluan laki-laki. Orang barangkali tidak… selengkapnya
Rp 950.000Keris Paksi Naga Liman Kinatah Emas Secara prejengan-nya, pusaka ini tampil dengan kemegahan yang sulit diabaikan. Indah, anggun, dan seolah memancarkan kesempurnaan dari setiap sisinya. Mulai dari material besi dan pamornya yang luar biasa, pasikutannya yang gagah, hingga ornamen tinatah emas yang menegaskan kewibawaannya. Motif pamor Uler Lulut yang menjalar di sepanjang bilah tampak hidup… selengkapnya
Rp 100.000.000Keris Carita Genengan Pajajaran Carito berarti sesuatu yang sedang berjalan atau suatu peristiwa, atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan manusia sehari hari. Manusia dalam hidupnya memainkan alur cerita (carito) dan lakonnya sendiri-sendiri. Hidup yang kita jalani sekarang adalah hasil dari pemilihan seseorang tentang keputusan dan peran kehidupan yang akan dijalaninya. Genengan / Gunungan adalah salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Sabuk Inten Keris Sabuk Inten adalah salah satu pusaka yang begitu populer dalam khazanah tosan aji. Popularitasnya tak hanya karena keindahan bentuk dan garapnya, tetapi juga karena kisah dan simbolisme yang melekat di baliknya. Dalam berbagai babad dan tutur, Sabuk Inten sering digambarkan sebagai pusaka para bangsawan—lambang kemuliaan, kemakmuran, kesuksesan, dan kejayaan. Namun, berbeda… selengkapnya
Rp 25.500.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 3.500.000










Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.