● online
Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas
Rp 55.000.000| Kode | P224 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Singa Barong |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Singa Barong |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Sultan Agung |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton Krawangan, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas
Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas
Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya pengaruh budaya China di Nusantara.
Berbeda dengan Keris Nogososro yang melambangkan kebijaksanaan dan kekuasaan seorang Raja/Pemimpin, Keris Singo Barong merupakan simbolisme kekuasaan dan ketegasan yang dimiliki tidak hanya oleh seorang Raja/Pemimpin tertinggi, tapi juga Patih dan Senopati.
Salah satu benda pusaka di Nusantara ini yang banyak diburu oleh para pecinta Keris Pusaka atau para kolektor benda pusaka adalah Keris pusaka Singo Barong. Sejak dulu, Keris dengan gandhik berbentuk Singa jantan ini memang diyakini memiliki tuah yang sangat besar.
Keris Singo Barong akan membuat pemiliknya memiliki karakter pemberani dan kuat bagaikan singa jantan yang penuh kekuatan dan keberanian. Selain itu, wibawa singa juga diyakini mampu membuat pemilik atau pemegang Keris ini memiliki kewibawaan dan kharisma yang begitu besar seperti karakter singa.
Keris Singo Barong termasuk salah satu Keris yang di anggap istimewa dan sangat langka. Kharisma Keris ini sangat kuat, dan jika kekuatan Keris ini sudah menyatu dengan pemiliknya, maka orang yang memegang Keris ini akan memiliki kekuatan dan karakter yang sangat kuat bagaikan singa. Dia akan disegani oleh kawan maupun lawan.
Tangguh Mataram Sultan Agung
Barangkali fase yang dianggap paling mewakili kejayaan pembuatan keris di Jawa adalah semasa Kerajaan Mataram Islam. Ketika itu, perkembangan keris dan tombak berlangsung dengan pesat, baik secara kualitas maupun kuantitas. Konon pada masa pemerintahan Sampean Dalem Ingkang Sunuhun Kangjeng Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma Senapati Ing Ngalaga Abdurahman Sayidin Panata Dinan berkenan mengeluarkan pengumuman, ialah mulai saat itu rakyat diperkenankan mempunyai pusaka-pusaka wesi aji seperti keris, tombak, pedang luwuk dan sebagainya, dan janganlah mempunyai rasa takut, bila sewaktu-waktu pusaka tersebut akan diminta oleh Raja atau keluarga keraton. Semua manusia berhak mempunyai rasa kepercayaan yang mantap terhadap apa yang dimiliki, dan diharapkan mempunyai rasa kepercayaan terhadap pimpinannya, bahwa beliau dan kerabat keraton akan selalu melindungi semua hak milik rakyatnya. Mulai saat itu Mataram berwajah baru, rakyat secara gotong royong mulai berbenah diri dan membangun mulai dari desa-desa hingga dalam kota. Keadaan Mataram bertambah cerah, dan di sana-sini bila ada hari-hari pertemuan atau pisowanan, rakyat tidak takut-takut lagi memakai pakaian adatnya lengkap dengan kerisnya, mulai dari keris yang tergolong ageman maupun yang disebut pusaka tayuhan.
Kanjeng Sultan juga berkenan memberi ganjaran bagi mereka yang berjasa kepada bangsa dan negeri Mataram. Selain mengingat besar kecilnya jasa pun disesuaikan dengan kedudukannya. Menurut literatur yang ada para lelurah prajurit sampai prajurit biasa menerima ganjaran tombak atau keris yang diserasah emas bergambar sada sakler, juga bergambar sapit landak dan trisula. Sebagai pimpinan pasukan dan wadana kliwon mendapat ganjaran pusaka yang diserasah emas berupa lunglungan atau ron-ronan. Para perwira prajurit dan Panewu Mantri mendapat ganjaran pusaka-pusaka yang diserasah emas bergambar gajah dan singa. Para putra kerabat atau patih dalem mendapat ganjaran pusaka yang diserasah emas bergambar bunga anggrek.
Tangguh Mataram Sultan Agung, zaman ini banyak beragam karena banyak reformasi dibidang seni, budaya dan penanggalan, masyarakat umum diberi kebebasan untuk memiliki keris dan para empu diberi kebebasan untuk membuat kreasi karya terbaik, sehingga pasikutan sangat beragam sejak awal pemerintahannya para empu juga melestarikan dengan membuat pula model keris sebelumnya dengan memadukan ciri khas era mataram Sultan Agung. Maka bisa dikatakan Jaman Mataram Sultan Agung memang menjadi surga para Empu.
P224
Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 3.655 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Panji Anom Dhapur Keris Panji Anom atau Panji Nom dikenal dengan salah satu keris yang memiliki bentuk lurus ini merupakan salah satu pusaka yang masih dicari oleh kebanyakan orang terutama untuk para pecinta keris. Bentuk dari keris pusaka panji anom ini seperti membungkuk dan mempunyai ukuran panjang yang sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris… selengkapnya
Rp 40.000.000Dhapur Tilam Upih Dalam adat Jawa, terdapat tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yaitu Metu, Manten, dan Mati—atau kelahiran, perkawinan, dan kematian. Peristiwa perkawinan memiliki tradisi khusus berupa keris Kancing Gelung, di mana pada masa lampau, orang tua pihak mempelai perempuan memiliki kewajiban utama memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai Kancing Gelung. Jika pihak… selengkapnya
Rp 3.500.000DHAPUR KEBO LAJER Kebo Lajer merupakan nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofi, nama kebo yang melambangkan kerbau dapat dikaitkan dengan kekuatan, keteguhan, dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Piwulangnya mengingatkan manusia agar memiliki daya tahan dan tetap teguh dalam menjalankan tanggung jawab. PAMOR KULIT SEMANGKA Kulit Semangka mengambil nama dari pola yang mengingatkan pada… selengkapnya
Rp 2.500.000DHAPUR TILAM UPIH Tilam Upih secara harfiah berkaitan dengan tilam sebagai alas untuk beristirahat dan upih sebagai pelepah. Secara filosofi, dapat dimaknai sebagai simbol landasan hidup, ketenteraman, dan kesederhanaan. Piwulangnya mengingatkan manusia agar memiliki pijakan yang baik dalam menjalani kehidupan. PAMOR PEDARINGAN KEBAK Pedaringan Kebak berkaitan dengan pedaringan, tempat menyimpan beras atau bahan pangan, dan… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 3.500.000DHAPUR DHOLOG Nama Dholog dapat ditempatkan sebagai bagian dari istilah tradisional dalam perkerisan. Secara filosofis, pemaknaannya dapat diarahkan pada kesederhanaan, keteguhan, dan sikap menerima kehidupan dengan apa adanya. Nilai yang ditekankan bukan pada tampilan lahiriah, melainkan pada bagaimana seseorang menjaga laku dan tanggung jawabnya. PAMOR PULO TIRTO Pulo Tirto secara harfiah dapat dimaknai sebagai pulau… selengkapnya
Rp 2.000.000Dhapur Santan Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng. Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan… selengkapnya
Rp 4.111.000Keris Pusaka Sengkelat: Simbol Kesatria dan Peralihan Zaman Kepopuleran keris Sengkelat tidak dapat dilepaskan dari latar sejarah politik masa lalu, terutama ketika kejayaan Majapahit mulai meredup. Dalam berbagai babad, terdapat dua versi mengenai asal-usulnya. Versi pertama menyebut bahwa keris ini dipesan oleh Sunan Ampel kepada Mpu Supo, sementara versi lainnya mengatakan bahwa pemesannya adalah Sunan… selengkapnya
Rp 70.000.000





















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.