● online
- Keris Sengkelat Tangguh Blambangan
- Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili
- Keris Sengkelat Luk 13 Amangkurat
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Pedaringan Kebak
- Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang
- Keris Nagasasra Kinatah Emas Kamarogan
- Keris Sempono Pamor Tejo Kinurung
- Keris Tilam Upih Pamor Satriyo Pinayungan
Keris Sempana Madura Sepuh
Rp 4.500.000| Kode | F176 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sempana |
| Jenis | : Keris Luk 9 |
| Dhapur | : Sempana |
| Pamor | : Kulit Semangka |
| Tangguh | : Madura |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Mendak | : Kendhit Bahan Kuningan |
| Pendok | : Blewah Bahan Kuningan |
Keris Sempana Madura Sepuh
Keris Sempana Madura Sepuh
Keris Sempana Madura Sepuh dengan luk 9 dan pamor Kulit Semangka ini adalah pusaka yang tampil sederhana namun memancarkan wibawa yang kuat. Besinya yang kering, pamornya yang nggajih, serta pasikutan yang tampak sedikit galak adalah karakter khas bilah Madura sepuh—tegas, jujur, dan apa adanya. Karakter itu seolah menjadi cermin dari jiwa masyarakat Madura yang sejak dahulu dikenal kuat, pekerja keras, serta mampu bertahan dalam kondisi apa pun. Di mana pun mereka berada, selalu ada jejak keteguhan dan konsistensi: dari toko klontong Madura yang tak kenal tutup hingga tukang cukur Madura yang tetap eksis di tengah gelombang barbershop modern. Nilai-nilai itulah yang turut membentuk karakter setiap bilah pusaka Madura, termasuk keris ini.
Lebih dari sekadar bilah, pusaka ini membawa napas sejarah yang panjang. Madura adalah salah satu fondasi penting berdirinya Majapahit; dari tanah inilah Arya Wiraraja memberi perlindungan kepada Raden Wijaya, membuka jalan bagi lahirnya kerajaan yang kemudian dikenang sepanjang masa. Maka ketika pusaka ini berada di tangan Anda, seolah Anda sedang memegang fragmen kecil dari perjalanan besar yang pernah mengubah wajah Nusantara.
Dhapur Sempana sendiri memuat makna yang halus namun dalam. Ia berakar pada konsep “harapan menuju kesempurnaan” —sebuah doa yang dijaga, bukan ambisi yang dikejar dengan tergesa-gesa. Keris ini seperti pengingat bahwa hidup tidak selalu membutuhkan lompatan besar; sering kali yang kita perlukan hanyalah menjaga arah, menata hati, dan melangkah dengan mantap. Dalam keteduhan dan konsistensi itulah kesempurnaan kecil dalam hidup perlahan hadir. Karena itu, memiliki keris Sempana bukan hanya menambah koleksi pusaka, tetapi menghadirkan sebuah filosofi tentang proses, keteguhan, dan harapan yang tidak pernah padam.
Jika Anda adalah seseorang yang menghargai perjalanan, keteduhan batin, serta nilai-nilai keteguhan yang diwariskan dari masa ke masa, maka pusaka ini hadir sebagai simbol yang selaras dengan jiwa Anda. Sebilah pusaka yang tidak hanya indah dan wangun, tetapi juga membawa pesan halus: pelan bukan berarti tertinggal, selama Anda terus melangkah.
F176
Keris Sempana Madura Sepuh
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.790 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 110.000.000Keris Jalak Ngore Pamor Ron Genduru Sinebit Winengku Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun :… selengkapnya
Rp 15.500.000Dhapur Tilam Upih Dalam tradisi Jawa, tilam upih merujuk pada tikar sederhana dari anyaman daun yang digunakan untuk tidur—sebuah simbol ketenteraman, kehangatan, dan kemapanan rumah tangga. Itulah sebabnya dhapur Tilam Upih sering dijadikan pusaka keluarga yang diwariskan turun-temurun, terutama kepada anak-cucu yang memasuki kehidupan berumah tangga. Para sesepuh menjadikannya sebagai doa yang berwujud pusaka: harapan agar keluarga… selengkapnya
Rp 2.800.000Keris Sengkelat Luk 13 Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan… selengkapnya
Rp 7.000.000Keris Gumbeng Tangguh Tuban Sepuh Gumbeng adalah salah satu dapur Keris yang sangat sederhana. Memiliki ricikan seperti Kebo Lajer, tetapi bilahnya lebih lebar. Gandik panjang dan umumnya berasal dari tangguh sepuh seperti era Pajajaran atau Tuban. Istilah Gumbeng, selain untuk menyebut dapur Keris, juga merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional masyarakat Jogjakarta, terutama di wilayah… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Kidang Soka Luk 7 Berdasarkan buku keris terbitan Keraton Surakarta, dhapur Kidang Soka dicirikan oleh ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, sraweyan, dan ri pandan. Merujuk pada pakem inilah pusaka ini diidentifikasi sebagai Kidang Soka. Meski dalam Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno dhapur Kidang Soka lebih sering… selengkapnya
Rp 3.300.000


















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.