● online
- Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung
- Keris Sengkelat Kinatah Emas 9 Wadana
- Keris Dholog Luk 5 Cirebon Sultan Agung
- Keris Tilam Upih Pamor Bendo Segodo
- Keris Jalak Nyucup Madu Pamor Wengkon Isen
- Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas
- Keris Kebo Kantong Luk 5 Madiun Sepuh
- Keris Carita Keprabon Pamor Keleng
Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa
Rp 25.000.000| Kode | P312 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Carita Keprabon, Keris |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Carita Keprabon |
| Pamor | : Pedaringan Kebak |
| Tangguh | : Cirebon era Mataram Sultan Agung |
| Warangka | : Gayaman Surakarta Kayu Cendana |
| Deder/Handle | : Yudawinatan Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bunton Silih Asih Bahan Kuningan |
| Mendak | : Bejen, Bahan Kuningan |
Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa
Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa
Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa merupakan perpaduan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, perjalanan hidup, serta harapan akan kemakmuran dan keberlimpahan rezeki. Setiap unsur yang menyusun keris ini mengandung makna simbolis yang saling melengkapi, menjadikannya bukan sekadar karya seni tempa, melainkan juga representasi nilai-nilai luhur dalam budaya Jawa.
Dalam pandangan Jawa, manusia diibaratkan sebagai seorang lakon yang memainkan drama kehidupannya sendiri di panggung dunia fana. Hidup berjalan mengikuti alur waktu yang terus berputar sesuai dengan skenario besar yang telah digariskan oleh Sang Pencipta. Kata carita bermakna sesuatu yang sedang berlangsung—peristiwa, proses, sekaligus cerminan sifat manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Setiap insan memiliki jalan cerita, pilihan, dan perannya masing-masing, sehingga kehidupan yang dijalani hari ini merupakan buah dari keputusan dan tindakan yang telah ditempuh.
Istilah keprabon berasal dari kata prabu, yang berarti raja atau ratu. Dalam falsafah Jawa, keprabon bukan hanya melambangkan kedudukan atau kekuasaan, melainkan menjadi simbol kepemimpinan yang arif, bertanggung jawab, dan layak diteladani. Seorang pemimpin sejati dituntut mampu menata dirinya terlebih dahulu sebelum membimbing masyarakat dengan kebijaksanaan, keadilan, dan keluhuran budi pekerti.
Menurut pitutur lisan, pada masa lampau hanya mereka yang memiliki trah ningrat atau darah biru yang diperkenankan memiliki keris luk sebelas dengan dhapur Carita Keprabon atau Carita Daleman. Keris berdhapur ini dikenal sebagai pusaka kaum priyayi yang melambangkan kewibawaan, kehormatan, serta amanah kepemimpinan. Terdapat pula kepercayaan bahwa pemilik keris ini kerap memelihara burung Gelatik Jawa sebagai klangenan, yang dipercaya memiliki keterkaitan spiritual dengan mbahurekso pusaka tersebut.
Luk sebelas pada keris ini juga memiliki makna simbolis yang mendalam. Susunan dua angka satu melambangkan kemanunggalan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Apabila dijumlahkan, angka sebelas menghasilkan angka dua yang menggambarkan keseimbangan antara dua sisi kehidupan—lahir dan batin, hak dan kewajiban, ikhtiar dan doa. Makna ini juga mengingatkan pada hukum sebab-akibat, bahwa setiap perjalanan hidup merupakan hasil dari perbuatan, usaha, dan pilihan yang dijalani manusia.
Keistimewaan keris ini semakin lengkap dengan hadirnya Pamor Pedaringan Kebak, salah satu pamor yang sejak dahulu dipercaya sebagai lambang kemakmuran dan keberlimpahan rezeki. Nama pamor ini berasal dari pendaringan, yaitu peti kayu besar tempat masyarakat Jawa zaman dahulu menyimpan beras sebagai simbol kecukupan hidup. Berbeda dengan pamor Wos Wutah yang bermakna beras yang tumpah, Pedaringan Kebak melambangkan tempat penyimpanan beras yang selalu penuh, menjadi perlambang rezeki yang terus terjaga dan tidak pernah putus.
Secara visual, pamor Pedaringan Kebak memiliki kemiripan dengan Wos Wutah, namun tampil lebih padat, rapat, dan menyelimuti hampir seluruh permukaan bilah secara menyatu. Kepadatan motif ini dipercaya melambangkan rezeki yang datang secara berkesinambungan, hasil kerja keras yang berbuah melimpah, serta kehidupan yang senantiasa dipenuhi kecukupan dan kemakmuran. Filosofi tersebut menggambarkan panenan yang berlimpah, lumbung yang selalu terisi, dan keberuntungan yang terus mengalir bagi mereka yang tekun berusaha, bijaksana dalam memimpin, serta menjaga keluhuran budi.
Perpaduan antara Dhapur Carita Keprabon dan Pamor Pedaringan Kebak menjadikan keris ini sebagai simbol perjalanan hidup yang dipenuhi kebijaksanaan, kepemimpinan yang bermartabat, serta harapan akan rezeki yang melimpah dan berkelanjutan. Sebuah pusaka istimewa yang tidak hanya memancarkan keindahan dari sisi estetikanya, tetapi juga menyimpan pesan luhur agar pemiliknya senantiasa menapaki kehidupan dengan kebijaksanaan, tanggung jawab, ketekunan, dan rasa syukur.
Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih bernuansa sastra, lebih formal seperti katalog kolektor, atau lebih bernuansa spiritual sesuai karakter deskripsi yang Anda inginkan.
P312
Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.164 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
DHAPUR TILAM UPIH Tilam Upih secara harfiah berkaitan dengan tilam atau alas untuk beristirahat dan upih, yaitu pelepah pinang. Secara filosofi, nama ini dapat dimaknai sebagai landasan, ketenteraman, dan kesederhanaan. Manusia diingatkan untuk memiliki pijakan yang baik agar dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan tidak berlebihan. PAMOR TEJO KINURUNG Tejo Kinurung dapat dimaknai sebagai cahaya… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Sepokal Luk 7 Mataram Amangkurat Siapa yang tak kenal pohon pisang? Tanaman sederhana yang tumbuh di mana-mana, namun penuh makna kehidupan. Dari akar hingga daun, dari batang hingga buahnya — semua memberi manfaat, tak ada yang sia-sia darinya. Dari pohon inilah para empu leluhur kita mengambil ilham, lalu menurunkannya dalam wujud pusaka yang disebut… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Raja Kamkam Keris ini memiliki dhapur Brojol, salah satu dhapur keris lurus yang erat dengan filosofi kelahiran dan awal kehidupan. Nama Brojol menggambarkan proses lahirnya manusia ke dunia, sehingga menjadi pengingat tentang kerendahan hati, kepasrahan, dan kesadaran akan asal kehidupan. Brojol juga dimaknai sebagai harapan agar setiap urusan dapat mbrojol,… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Pandawa Lare Keleng Majapahit Keris ini memiliki dhapur Pandhawa Lare, salah satu dhapur keris luk 5 dengan ricikan berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng. Nama Pandhawa Lare diambil dari kisah masa kanak-kanak para Pandawa ketika bersama Dewi Kunti menjalani berbagai ujian kehidupan setelah lolos dari peristiwa Bale Sigala-gala…. selengkapnya
Rp 7.500.000Keris Pusaka Sengkelat: Simbol Kesatria dan Peralihan Zaman Kepopuleran keris Sengkelat tidak dapat dilepaskan dari latar sejarah politik masa lalu, terutama ketika kejayaan Majapahit mulai meredup. Dalam berbagai babad, terdapat dua versi mengenai asal-usulnya. Versi pertama menyebut bahwa keris ini dipesan oleh Sunan Ampel kepada Mpu Supo, sementara versi lainnya mengatakan bahwa pemesannya adalah Sunan… selengkapnya
Rp 70.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 26.000.000DHAPUR BROJOL Brojol secara harfiah berkaitan dengan sesuatu yang keluar atau terlahir. Secara filosofi, nama ini sering dimaknai sebagai simbol kelahiran, awal kehidupan, dan kepasrahan manusia kepada Sang Pencipta. Piwulangnya mengingatkan bahwa manusia hadir ke dunia tanpa membawa apa pun, sehingga kehidupan sebaiknya dijalani dengan rendah hati dan penuh kesadaran. PAMOR BRAHMA WATU Brahma Watu… selengkapnya
Rp 3.000.000DHAPUR SEMPANER Sempaner merupakan salah satu nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofis, nama ini dapat dimaknai sebagai simbol keteguhan, kesungguhan, dan kemampuan menjaga pendirian. Piwulangnya mengingatkan agar manusia tetap memiliki arah dan prinsip dalam menjalani kehidupan. PAMOR WOS WUTAH Wos Wutah secara harfiah berarti beras yang tumpah. Beras merupakan simbol pangan dan kecukupan… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili Dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno disebutkan bahwa Kidang Soka merupakan salah satu dhapur keris yang kaya ricikan. Pada umumnya, dhapur ini dilengkapi dengan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng, serta memiliki variasi luk seperti luk… selengkapnya
Rp 4.500.000




























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.