Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Ferdi
● online
Ferdi
● online
Halo, perkenalkan saya Ferdi
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Beranda » Carita Keprabon » Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa
click image to preview activate zoom

Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa

Rp 25.000.000
KodeP312
Stok Tersedia (1)
Kategori Carita Keprabon, Keris
Jenis : Keris Luk 11
Dhapur Carita Keprabon
Pamor Pedaringan Kebak
Tangguh : Cirebon era Mataram Sultan Agung
Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Cendana
Deder/Handle : Yudawinatan Kayu Kemuning
Pendok : Bunton Silih Asih Bahan Kuningan
Mendak : Bejen, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Bagikan ke

Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa

Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa

Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa merupakan perpaduan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, perjalanan hidup, serta harapan akan kemakmuran dan keberlimpahan rezeki. Setiap unsur yang menyusun keris ini mengandung makna simbolis yang saling melengkapi, menjadikannya bukan sekadar karya seni tempa, melainkan juga representasi nilai-nilai luhur dalam budaya Jawa.

Dalam pandangan Jawa, manusia diibaratkan sebagai seorang lakon yang memainkan drama kehidupannya sendiri di panggung dunia fana. Hidup berjalan mengikuti alur waktu yang terus berputar sesuai dengan skenario besar yang telah digariskan oleh Sang Pencipta. Kata carita bermakna sesuatu yang sedang berlangsung—peristiwa, proses, sekaligus cerminan sifat manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Setiap insan memiliki jalan cerita, pilihan, dan perannya masing-masing, sehingga kehidupan yang dijalani hari ini merupakan buah dari keputusan dan tindakan yang telah ditempuh.

Istilah keprabon berasal dari kata prabu, yang berarti raja atau ratu. Dalam falsafah Jawa, keprabon bukan hanya melambangkan kedudukan atau kekuasaan, melainkan menjadi simbol kepemimpinan yang arif, bertanggung jawab, dan layak diteladani. Seorang pemimpin sejati dituntut mampu menata dirinya terlebih dahulu sebelum membimbing masyarakat dengan kebijaksanaan, keadilan, dan keluhuran budi pekerti.

Menurut pitutur lisan, pada masa lampau hanya mereka yang memiliki trah ningrat atau darah biru yang diperkenankan memiliki keris luk sebelas dengan dhapur Carita Keprabon atau Carita Daleman. Keris berdhapur ini dikenal sebagai pusaka kaum priyayi yang melambangkan kewibawaan, kehormatan, serta amanah kepemimpinan. Terdapat pula kepercayaan bahwa pemilik keris ini kerap memelihara burung Gelatik Jawa sebagai klangenan, yang dipercaya memiliki keterkaitan spiritual dengan mbahurekso pusaka tersebut.

Luk sebelas pada keris ini juga memiliki makna simbolis yang mendalam. Susunan dua angka satu melambangkan kemanunggalan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Apabila dijumlahkan, angka sebelas menghasilkan angka dua yang menggambarkan keseimbangan antara dua sisi kehidupan—lahir dan batin, hak dan kewajiban, ikhtiar dan doa. Makna ini juga mengingatkan pada hukum sebab-akibat, bahwa setiap perjalanan hidup merupakan hasil dari perbuatan, usaha, dan pilihan yang dijalani manusia.

Keistimewaan keris ini semakin lengkap dengan hadirnya Pamor Pedaringan Kebak, salah satu pamor yang sejak dahulu dipercaya sebagai lambang kemakmuran dan keberlimpahan rezeki. Nama pamor ini berasal dari pendaringan, yaitu peti kayu besar tempat masyarakat Jawa zaman dahulu menyimpan beras sebagai simbol kecukupan hidup. Berbeda dengan pamor Wos Wutah yang bermakna beras yang tumpah, Pedaringan Kebak melambangkan tempat penyimpanan beras yang selalu penuh, menjadi perlambang rezeki yang terus terjaga dan tidak pernah putus.

Secara visual, pamor Pedaringan Kebak memiliki kemiripan dengan Wos Wutah, namun tampil lebih padat, rapat, dan menyelimuti hampir seluruh permukaan bilah secara menyatu. Kepadatan motif ini dipercaya melambangkan rezeki yang datang secara berkesinambungan, hasil kerja keras yang berbuah melimpah, serta kehidupan yang senantiasa dipenuhi kecukupan dan kemakmuran. Filosofi tersebut menggambarkan panenan yang berlimpah, lumbung yang selalu terisi, dan keberuntungan yang terus mengalir bagi mereka yang tekun berusaha, bijaksana dalam memimpin, serta menjaga keluhuran budi.

Perpaduan antara Dhapur Carita Keprabon dan Pamor Pedaringan Kebak menjadikan keris ini sebagai simbol perjalanan hidup yang dipenuhi kebijaksanaan, kepemimpinan yang bermartabat, serta harapan akan rezeki yang melimpah dan berkelanjutan. Sebuah pusaka istimewa yang tidak hanya memancarkan keindahan dari sisi estetikanya, tetapi juga menyimpan pesan luhur agar pemiliknya senantiasa menapaki kehidupan dengan kebijaksanaan, tanggung jawab, ketekunan, dan rasa syukur.

Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih bernuansa sastra, lebih formal seperti katalog kolektor, atau lebih bernuansa spiritual sesuai karakter deskripsi yang Anda inginkan.

P312

Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 19 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait