● online
Keris Sinom Robyong Tangguh Mataram Amangkurat
Rp 4.500.000| Kode | F345 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sinom Robyong |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Sinom Robyong |
| Pamor | : Ngulit Semangka |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Ladrang Suakarta, Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Widengan, Bahan Kuningan |
Keris Sinom Robyong Tangguh Mataram Amangkurat
DHAPUR SINOM ROBYONG
Sinom Robyong memiliki banyak kesamaan dengan dhapur Sinom. Ricikannya antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng.
Yang membedakannya adalah adanya jenggot pada sekar kacang dan greneng susun.
Kata sinom berarti pucuk atau daun muda. Karena itu, Sinom dapat dimaknai sebagai simbol masa pertumbuhan, semangat, dan harapan.
Sinom Robyong mengingatkan bahwa hidup selalu membutuhkan proses untuk tumbuh.
Muda bukan sekadar soal usia, tetapi tentang kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
Pemaknaan ini merupakan simbolisme budaya, bukan kekuatan gaib yang melekat pada bilah.
PAMOR KULIT SEMANGKA
Pamor Kulit Semangka dinamai karena motifnya menyerupai guratan pada kulit buah semangka. Polanya berupa alur-alur yang berkembang tidak beraturan.
Secara simbolik, pamor ini sering dikaitkan dengan keluwesan dan kemampuan menempatkan diri.
Hidup tidak selalu bisa dihadapi dengan cara yang sama. Ada keadaan yang perlu dihadapi dengan tegas, ada pula yang membutuhkan keluwesan.
Luwes bukan berarti kehilangan prinsip. Luwes berarti tahu bagaimana menempatkan diri tanpa kehilangan jati diri.
Pemaknaan ini lebih tepat dipahami sebagai pitutur dan harapan pemilik, bukan sifat objektif dari pamornya.
TANGGUH MATARAM AMANGKURAT
Tangguh Mataram Amangkurat merupakan salah satu klasifikasi tradisional dalam membaca perkiraan zaman dan karakter sebuah keris.
Keris yang dikaitkan dengan tangguh ini sering memberikan kesan gagah, tegas, besar, dan merbawani. Pada beberapa bilah, bajanya cukup dominan, dengan garap dan pamor yang menjadi bahan pembanding dalam mengenalinya.
Namun tangguh tidak bisa ditentukan hanya dari satu ciri.
Pasikutan, ricikan, bahan, pamor, garap, dan keseluruhan karakter bilah harus dibaca bersama.
Masa Amangkurat adalah bagian penting dari perjalanan Mataram. Jejak zaman, teknologi, budaya, dan selera pada masa itu dapat menjadi bagian dari karakter yang kemudian dibaca pada bilah keris.
Karena itu, tangguh bukan sekadar soal umur keris.
Ia adalah cara membaca jejak zaman yang tertinggal pada sebuah pusaka.
Dan seperti halnya membaca sejarah, semakin banyak yang kita pelajari, semakin kita sadar bahwa sebuah keris tidak cukup hanya dilihat dari bentuknya.
F345
Keris Sinom Robyong Tangguh Mataram Amangkurat
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 886 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Pandawa Lare Keleng Majapahit Keris ini memiliki dhapur Pandhawa Lare, salah satu dhapur keris luk 5 dengan ricikan berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng. Nama Pandhawa Lare diambil dari kisah masa kanak-kanak para Pandawa ketika bersama Dewi Kunti menjalani berbagai ujian kehidupan setelah lolos dari peristiwa Bale Sigala-gala…. selengkapnya
Rp 7.500.000Keris Brojol Wos Wutah Tuban Sepuh Keris ini memiliki dhapur Brojol, salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang sederhana. Kesederhanaan Brojol sering dimaknai sebagai perlambang kelapangan, keteguhan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan. Nama Brojol juga dikaitkan dengan makna lahir atau keluar dari suatu keadaan, sehingga menjadi simbol harapan agar setiap perjalanan dapat menemukan jalan… selengkapnya
Rp 2.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 1.900.000Keris Carita Genengan Pajajaran Carito berarti sesuatu yang sedang berjalan atau suatu peristiwa, atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan manusia sehari hari. Manusia dalam hidupnya memainkan alur cerita (carito) dan lakonnya sendiri-sendiri. Hidup yang kita jalani sekarang adalah hasil dari pemilihan seseorang tentang keputusan dan peran kehidupan yang akan dijalaninya. Genengan / Gunungan adalah salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Panji Anom Dhapur Keris Panji Anom atau Panji Nom dikenal dengan salah satu keris yang memiliki bentuk lurus ini merupakan salah satu pusaka yang masih dicari oleh kebanyakan orang terutama untuk para pecinta keris. Bentuk dari keris pusaka panji anom ini seperti membungkuk dan mempunyai ukuran panjang yang sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris… selengkapnya
Rp 40.000.000Keris Balebang Luk 7 Bali Sepuh FILOSOFI berasal dari kata Bale (bangunan) Kambang (terapung di atas air), yaitu bangunan yang terdapat pada bagian tengah kolam yang digunakan untuk kepentingan anggota kerajaan. Kedua unsur kata “Bale” dan “Kambang” tersebut tidak bisa dipisahkan karena keduanya merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu bangunan tertentu. Bale Kambang dulunya adalah… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontemporer Keris ini bukan termasuk Pusaka sepuh, ia adalah Pusaka Kamardikan dengan gaya kontemporer. Kami pesan khusus kepada salah seorang Empu dengan ornamen yang berupa sosok Bagong. Bagong adalah tokoh punakawan dalam cerita pewayangan. Ia melambangkan kritik sosial dan kecerdasan yang dibalut kepolosan. Ornamen Bagong pada keris mengajarkan bahwa kebenaran… selengkapnya
Rp 7.200.000Dhapur Parungsari Dhapur Parungsari memiliki kemiripan yang kuat dengan dhapur Sengkelat, baik dari jumlah luk maupun ricikannya. Yang membedakan hanya lambe gajah, di mana Sengkelat memiliki satu lambe gajah, sedangkan Parungsari memiliki dua. Perbedaan kecil seperti ini—tingil, lambe gajah, sraweyan, atau odo-odo—sering kali menjadi penentu identitas dhapur keris, sehingga keliru mengenalinya juga berarti keliru memahami… selengkapnya
Rp 4.300.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.