● online
- Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
- Keris Santan Pamor Pandita Bala Pandita
- Keris Sabuk Inten Pamor Singkir
- Keris Pandawa Lare Keleng Majapahit
- Keris Kebo Lajer Pamor Slewah Tuban Pajajaran
- Keris Sinom Kinatah Emas Mataram Amangkurat
- Keris Singa Sinebaning Dilah Sepuh Langka
- Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli
Keris Jalak Nyucup Madu Pamor Wengkon Isen
Rp 4.500.000| Kode | F350 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Jalak Nyucup Madu, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Jalak Nyucup Madu |
| Pamor | : Wengkon Isen |
| Tangguh | : HB Sepuh |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Nunggak Semi, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Bejen, Bahan Kuningan |
Keris Jalak Nyucup Madu Pamor Wengkon Isen
DHAPUR JALAK NYUCUP MADU
Dhapur Jalak Nyucup Madu menggambarkan seekor burung jalak yang sedang mengisap madu. Gambaran tersebut dapat dimaknai sebagai perlambang manusia yang tekun mencari sesuatu yang baik dan bermanfaat dalam kehidupannya. Madu menjadi simbol sesuatu yang manis dan bernilai, sementara proses mencarinya mengingatkan bahwa hasil yang baik membutuhkan ketekunan dan kesungguhan.
PAMOR WENGKON ISEN
Pamor Wengkon Isen memiliki pola dasar menyerupai wengkon atau bingkai yang kemudian diisi dengan motif pamor di dalamnya. Secara filosofi, wengkon dapat dimaknai sebagai batas dan perlindungan, sedangkan isen menggambarkan sesuatu yang mengisi ruang kehidupan. Filosofinya mengajarkan pentingnya memiliki batas, tatanan, sekaligus mengisi kehidupan dengan hal-hal yang memiliki nilai.
TANGGUH HAMENGKUBUWANA AWAL
Tangguh Hamengkubuwana Awal merujuk pada masa awal berdirinya Kesultanan Yogyakarta di bawah Sultan Hamengku Buwono I, setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755. Periode ini merupakan masa penting dalam pembentukan tradisi dan karakter kebudayaan keraton Yogyakarta, termasuk dalam perkembangan seni kriya dan perkerisan. Keris pada masa ini tidak hanya menjadi perlengkapan busana, tetapi juga bagian dari identitas, tata nilai, dan kehidupan budaya keraton.
Keris Jalak Nyucup Madu Pamor Wengkon Isen
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 714 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 100.000.000Dhapur Sempaner Sempaner merupakan salah satu dhapur keris lurus dalam khazanah perkerisan Jawa. Bentuknya menghadirkan karakter yang sederhana, tegas, dan tidak berlebihan dalam ricikan. Kesederhanaan ini memberikan ruang bagi kita untuk mengamati karakter bilah secara lebih mendalam, baik dari segi bentuk, garap, maupun keselarasan keseluruhannya. Secara filosofis, nama Sempaner dapat dijadikan bahan perenungan tentang pentingnya… selengkapnya
Rp 9.000.000Dhapur Panji Anom Dhapur Keris Panji Anom atau Panji Nom dikenal dengan salah satu keris yang memiliki bentuk lurus ini merupakan salah satu pusaka yang masih dicari oleh kebanyakan orang terutama untuk para pecinta keris. Bentuk dari keris pusaka panji anom ini seperti membungkuk dan mempunyai ukuran panjang yang sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris… selengkapnya
Rp 25.500.000Keris Pasopati Pamor Wengkon Besi Hurap Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilahnya dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, greneng, ri pandan dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan. Keberadaan dhapur Pasopati telah… selengkapnya
Rp 6.000.000Dhapur Tilam Upih Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama tilam upih kerap dimaknai melalui gambaran tikar atau alas sederhana yang menjadi tempat beristirahat. Dalam penafsiran budaya Jawa, dhapur ini sering dikaitkan dengan harapan akan ketenteraman rumah tangga, kecukupan hidup, dan keharmonisan keluarga. Makna tersebut… selengkapnya
Rp 5.000.000DHAPUR PARUNGSARI Parungsari adalah keris luk 13, dengan ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Nama Parungsari dapat dimaknai dari kata parung dan sari. Parung menggambarkan aliran yang melewati lekukan, sedangkan sari berarti inti atau sesuatu yang utama. Dari sini, Parungsari dapat dibaca sebagai gambaran perjalanan manusia… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Kamarogan Sepuh Tangguh Mataram Sultan Agung Jika dicermati dari prejengan-nya, pusaka ini jelas memperlihatkan langgam Mataram pada masa keemasan Sultan Agung. Proporsinya tampak serasi, dengan bilah yang luwes dan berwibawa. Pasikutan-nya ndemes, tampan, dan enak dipandang. Warna besinya agak pucat—menandakan tempa yang murni, nyaris tanpa campuran baja—memunculkan kesan… selengkapnya
Rp 100.000.000


















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.