● online
Keris Parungsari Mataram Senopaten
Rp 4.200.000| Kode | TAG337 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Parungsari |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Parungsari |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Senopaten |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Eboni |
| Deder/Handle | : Krajan, Bahan Kayu Kemuning Werut |
| Pendok | : Bunton Slorok Topengan, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Untu Walang, Bahan Kuningan |
Keris Parungsari Mataram Senopaten
Dhapur Parungsari
Parungsari merupakan salah satu dhapur keris luk 13 dengan bentuk bilah sedang dan proporsional. Ricikannya antara lain kembang kacang, lambe gajah dua, sogokan rangkap, pejetan, sraweyan, dan greneng. Sekilas bentuknya menyerupai Sengkelat, tetapi keberadaan dua lambe gajah menjadi salah satu ciri pembeda utama Parungsari.
Nama Parungsari dapat dimaknai dari kata parung, yang berkaitan dengan perbukitan atau lembah, dan sari, yang berarti inti atau keindahan. Secara filosofis, dhapur ini menggambarkan keindahan yang tumbuh secara alami, tidak perlu dipaksakan ataupun ditonjolkan.
Karena itu, Parungsari dapat menjadi simbol pribadi yang teguh, rendah hati, dan mampu memberikan manfaat tanpa mencari pujian. Seperti bunga yang tumbuh di lereng perbukitan, keindahannya tidak harus selalu terlihat mencolok untuk dapat memberikan arti.
Pamor Wos Wutah
Pamor Wos Wutah, atau Beras Wutah, memiliki motif berupa butiran-butiran kecil yang tersebar di permukaan bilah, menyerupai beras yang tercecer.
Beras merupakan simbol penting dalam kehidupan masyarakat Jawa karena berkaitan dengan penghidupan, kecukupan, dan kemakmuran. Karena itu, pamor Wos Wutah sering dimaknai sebagai perlambang kelimpahan rezeki dan keberkahan.
Namun, pamor ini juga dapat menjadi pameling agar seseorang tidak lupa mensyukuri dan menjaga apa yang telah dimiliki. Sebagaimana beras yang sudah tercecer sulit dikembalikan seperti semula, demikian pula kepercayaan yang rusak tidak mudah dipulihkan. Karena itu, kejujuran, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi bagian penting dari makna pamor ini.
Tangguh Mataram Senopaten
Keris ini diperkirakan memiliki tangguh Mataram Senopaten, yaitu periode awal perkembangan Mataram pada masa Panembahan Senopati. Keris-keris dari masa ini menarik karena masih memperlihatkan kesinambungan kuat dengan tradisi perkerisan Majapahit, baik dari bentuk, teknik tempa, maupun karakter garapnya.
Secara umum, keris tangguh Senopaten dikenal memiliki perawakan yang kokoh, proporsional, dan berwibawa, dengan besi yang halus dan karakter bilah yang kuat. Sejumlah ciri ricikan dan bentuk gonjo juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam membaca tangguhnya.
Periode Senopaten sendiri merupakan masa penting dalam perjalanan budaya keris Jawa, ketika warisan tradisi Majapahit berangsur berkembang menjadi karakter khas Mataram. Karena itu, tangguh ini memiliki nilai historis sekaligus artistik yang kuat dan hingga kini tetap banyak diapresiasi oleh para pecinta tosan aji.
TAG337
Keris Parungsari Mataram Senopaten
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 20 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pasopati Pamor Wengkon Besi Hurap Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilahnya dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, greneng, ri pandan dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan. Keberadaan dhapur Pasopati telah… selengkapnya
Rp 6.000.000Dhapur Dholog Dholog adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gandik lugas, sogokan rangkap, tikel alis dan sraweyan. Ricikan lainnya tidak ada. “Jati nom arane dholog” Dholog berasal dari bahasa sansekerta yang artinya pohon jati muda. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Ada masa… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Sabuk Inten Keris Sabuk Inten adalah salah satu pusaka yang begitu populer dalam khazanah tosan aji. Popularitasnya tak hanya karena keindahan bentuk dan garapnya, tetapi juga karena kisah dan simbolisme yang melekat di baliknya. Dalam berbagai babad dan tutur, Sabuk Inten sering digambarkan sebagai pusaka para bangsawan—lambang kemuliaan, kemakmuran, kesuksesan, dan kejayaan. Namun, berbeda… selengkapnya
Rp 25.500.000Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka,… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Brojol Pamor Udan Mas Sepuh Sebilah keris lurus berdhapur Brojol ini menghadirkan kesederhanaan bentuk yang menyimpan kedalaman makna. Keistimewaannya terletak pada pamor Udan Mas, pamor klasik yang sejak lama dipandang sebagai salah satu simbol kemakmuran paling luhur dalam tradisi perkerisan Nusantara. Pamor Udan Mas kerap disalahpahami sebagai pamor yang menjanjikan kekayaan secara instan. Padahal,… selengkapnya
Rp 15.000.000Dhapur Singa Sinebaning Dilah merupakan salah satu dhapur keris yang tergolong sangat langka, terutama pada kategori keris sepuh. Daya tarik utamanya terletak pada sosok singa yang dipahat anggun pada bagian gandik, dengan garap relief yang sangat rinci. Ketelitian pahatan tersebut memperlihatkan kematangan rasa sekaligus kepiawaian teknik seorang empu. Ricikan pada bilah juga masih tampak utuh… selengkapnya
Rp 150.000.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.