● online
- Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontempor
- Keris Balebang Luk 7 Bali Sepuh
- Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Kamarogan Sepu
- Keris Singa Pandawa Kinatah Emas HB V
- Keris Parungsari Cirebon Sultan Agung
- Keris Mesem Pamor Segoro Muncar Amangkurat
- Keris Pamor Singkir Tangguh Blambangan
- Keris Naga Liman Kinatah Emas
Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit
Rp 5.500.000| Kode | MK313 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Pulanggeni |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Pulanggeni |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Majapahit |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit
Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit
Keris Pulanggeni dengan pamor keleng ini menghadirkan pesona klasik yang sederhana namun berwibawa. Bilah tanpa pamor yang menonjol menampilkan keindahan besi tempa secara alami, memperlihatkan kualitas garap yang matang sekaligus memberikan karakter teduh dan elegan.
Ditinjau dari garap, bentuk bilah, serta karakter tempa, keris ini bertangguh Majapahit, salah satu periode yang dikenal sebagai masa berkembangnya seni perkerisan Nusantara. Proporsi bilah yang harmonis dan pengerjaan yang baik menjadikannya memiliki nilai artistik sekaligus nilai budaya yang tinggi.
Dhapur Pulanggeni berasal dari kata yang bermakna ratus atau dupa, yakni wewangian yang dibakar. Secara filosofis, makna tersebut melambangkan harapan agar pemiliknya senantiasa menebarkan keharuman nama melalui budi pekerti, tutur kata, dan perbuatan yang baik, sebagaimana ratus yang menyebarkan aroma harum ke sekelilingnya.
Perpaduan dhapur Pulanggeni, pamor keleng, dan tangguh Majapahit menjadikan keris ini menarik bagi kolektor maupun pecinta tosan aji yang menghargai nilai sejarah, seni tempa, serta filosofi yang terkandung dalam setiap bilah pusaka Nusantara.
Keris bukan sekadar senjata tradisional, melainkan warisan budaya yang merekam jejak keterampilan, estetika, dan kearifan para empu dari masa ke masa.
MK313
Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 31 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Sengkelat Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Membicarakan… selengkapnya
Rp 35.000.000Keris Tilam Upih Pamor Tambal Tangguh Pajajaran Keris ini berdhapur Tilam Upih, salah satu dhapur lurus yang dikenal sederhana namun sarat makna. Bentuk bilahnya yang tegas dan proporsional menjadikan dhapur ini banyak digemari oleh para pecinta tosan aji. Secara filosofis, Tilam Upih dimaknai sebagai lambang ketenteraman, kesederhanaan, dan kehidupan yang kokoh berlandaskan nilai-nilai kebaikan. Sebagaimana… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Brojol Pamor Brahma Watu Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap mantap dan terbuka. Pamor Brahma Watu tampil dengan motif gumpalan atau lingkaran menyerupai batu yang tersusun berurutan dari pangkal… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Pulanggeni Pulanggeni merupakan salah satu bentuk dhapur keris luk lima yang cukup populer di dunia perkerisan di Pulau Jawa. Pulang Geni bermakna ratus, hio atau dupa atau juga kemenyan (keharuman yang bersifat religius), memberikan makna bahwa dalam kehidupan banyaklah berbuat kebaikan agar jati diri menebar harum dan selalu dikenang walau hayat sudah tidak dikandung… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda… selengkapnya
Rp 6.000.000Keris Sabuk Inten Keris Sabuk Inten adalah salah satu pusaka yang begitu populer dalam khazanah tosan aji. Popularitasnya tak hanya karena keindahan bentuk dan garapnya, tetapi juga karena kisah dan simbolisme yang melekat di baliknya. Dalam berbagai babad dan tutur, Sabuk Inten sering digambarkan sebagai pusaka para bangsawan—lambang kemuliaan, kemakmuran, kesuksesan, dan kejayaan. Namun, berbeda… selengkapnya
Rp 25.500.000Keris Sempana Pamor Junjung Derajat Tangguh Pajajaran Keris ini berdhapur Sempana Luk 9, salah satu dhapur klasik yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana, proporsional, dan berwibawa. Nama Sempana dimaknai sebagai harapan atau cita-cita, sehingga melambangkan perjalanan hidup untuk terus bertumbuh melalui keteguhan hati, pembelajaran, dan usaha memperbaiki diri. Sebagai keris luk 9, dhapur ini juga… selengkapnya
Rp 4.500.000














Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.