● online
- Keris Brojol Tangguh Madura Empu Koso
- Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontempor
- Keris Sempono Pamor Keleng
- Keris Jalak Tilam Sari Sepuh Pamor Pedaringan Keba
- Keris Dholog Pamor Pulo Tirto
- Keris Sempaner Tangguh Pajajaran
- Keris Singa Pandawa Kinatah Emas HB V
- Keris Singa Sinebaning Dilah Sepuh Langka
Keris Kebo Lajer Pamor Slewah Tuban Pajajaran
Rp 3.500.000| Kode | F325 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Kebo Lajer, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Kebo Lajer |
| Pamor | : Slewah (Pulo Tirto + Pedaringan Kebak) |
| Tangguh | : Tuban Pajajaran |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Gembol Jati |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Gembol Jati |
| Pendok | : Blewah Kemalo Merah, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Kebo Lajer Pamor Slewah Tuban Pajajaran
Keris Kebo Lajer Pamor Slewah Tuban Pajajaran
Keris ini memiliki dhapur Kebo Lajer, salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang tegas dan sederhana. Ciri khasnya terdapat pada gandhik yang memanjang dan lugas, memberikan kesan kokoh dan berwibawa. Nama Kebo Lajer mengambil simbol dari kerbau yang dalam budaya Jawa dikenal sebagai perlambang kekuatan, ketekunan, kesabaran, dan keteguhan dalam bekerja. Karena itu, dhapur ini menjadi pengingat agar seseorang tetap teguh menjalani proses dan tidak mudah menyerah menghadapi keadaan.
Keistimewaan keris ini terletak pada pamor Slewah, yaitu kondisi ketika kedua sisi bilah menampilkan motif pamor yang berbeda. Pada satu sisi terdapat Pamor Pedaringan Kebak, yang melambangkan kecukupan dan kemakmuran, sementara sisi lainnya menampilkan Pamor Pulo Tirto, yang berkaitan dengan simbol sumber kehidupan dan rezeki yang terus mengalir. Perpaduan keduanya menghadirkan pesan tentang rezeki yang bukan hanya diperoleh, tetapi juga perlu dijaga dan dikelola agar membawa manfaat secara berkelanjutan.
Dari sisi tangguh, keris ini dikenal sebagai Tuban Pajajaran, yaitu perpaduan karakter keris pesisiran Tuban dengan unsur gaya Pajajaran. Karakter besi dan garapnya menunjukkan kuatnya tradisi Tuban, sementara bentuk dan pasikutannya memperlihatkan pengaruh Pajajaran. Perpaduan tersebut menjadi gambaran perjalanan budaya, ketika tradisi para empu dari berbagai wilayah saling bertemu dan melahirkan karya dengan karakter baru.
Secara keseluruhan, Kebo Lajer, pamor Slewah, dan tangguh Tuban Pajajaran menghadirkan filosofi tentang keteguhan dalam bekerja, kecukupan dalam kehidupan, serta kemampuan menjaga dan mengembangkan apa yang telah dimiliki.
F325
Keris Kebo Lajer Pamor Slewah Tuban Pajajaran
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 664 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Santan Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng. Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan… selengkapnya
Rp 4.111.000Keris Tilam Upih Pamor Tambal Tangguh Pajajaran Keris ini berdhapur Tilam Upih, salah satu dhapur lurus yang dikenal sederhana namun sarat makna. Bentuk bilahnya yang tegas dan proporsional menjadikan dhapur ini banyak digemari oleh para pecinta tosan aji. Secara filosofis, Tilam Upih dimaknai sebagai lambang ketenteraman, kesederhanaan, dan kehidupan yang kokoh berlandaskan nilai-nilai kebaikan. Sebagaimana… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Dholog Dholog adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gandik lugas, sogokan rangkap, tikel alis dan sraweyan. Ricikan lainnya tidak ada. “Jati nom arane dholog” Dholog berasal dari bahasa sansekerta yang artinya pohon jati muda. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Ada masa… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Pamor Sodo Lanang Sodo Sakler, Sodo adalah lidi, Sakler adalah satu batang, arti harafiahnya adalah Lidi Sebatang. Mungkin di setiap daerah berbeda penyebutannya, seperti ada yang menyebut adeg siji, sodo saren atau sodo lanang. Sesuai dengan namanya gambaran motif pamornya berupa garis lurus membujur sepanjang tengah bilah atau jika terdapat pada keris luk, garisnya membujur dari sor-soran hingga… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Paksi Naga Liman Kinatah Emas Secara prejengan-nya, pusaka ini tampil dengan kemegahan yang sulit diabaikan. Indah, anggun, dan seolah memancarkan kesempurnaan dari setiap sisinya. Mulai dari material besi dan pamornya yang luar biasa, pasikutannya yang gagah, hingga ornamen tinatah emas yang menegaskan kewibawaannya. Motif pamor Uler Lulut yang menjalar di sepanjang bilah tampak hidup… selengkapnya
Rp 100.000.000DHAPUR JALAK NGORE Jalak Ngore mengambil nama dari gambaran burung jalak yang sedang mencari atau mengais sesuatu. Secara filosofi, dapat dimaknai sebagai ketekunan, kejelian, dan kesungguhan dalam mencari rezeki serta menjalani kehidupan. Piwulangnya adalah agar manusia tidak hanya menunggu, tetapi mau berusaha dan memanfaatkan kesempatan dengan bijaksana. PAMOR WAHYU TUMURUN Wahyu Tumurun secara harfiah berarti… selengkapnya
Rp 5.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 25.000.000Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak Dhapur Mangkurat pada sebuah keris merupakan simbol sosok pemimpin yang memikul amanah besar. Kata Mangkurat atau Amangkurat secara harfiah berasal dari “amangku” (memangku atau mengemban) dan “rat” (bumi atau negara), sehingga berarti pemangku negara, pengemban bumi, atau pihak yang menanggung tanggung jawab terhadap kehidupan banyak orang. Filosofi ini menggambarkan seorang… selengkapnya
Rp 4.000.000DHAPUR JALAK NYUCUP MADU Dhapur Jalak Nyucup Madu menggambarkan seekor burung jalak yang sedang mengisap madu. Gambaran tersebut dapat dimaknai sebagai perlambang manusia yang tekun mencari sesuatu yang baik dan bermanfaat dalam kehidupannya. Madu menjadi simbol sesuatu yang manis dan bernilai, sementara proses mencarinya mengingatkan bahwa hasil yang baik membutuhkan ketekunan dan kesungguhan. PAMOR WENGKON… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Brojol Tuban Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menekankan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen yang berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap terbuka dan apa adanya. Dalam tradisi tosan aji, dhapur ini kerap dimaknai sebagai simbol awal mula, kelahiran, dan kesiapan menghadapi… selengkapnya
Rp 3.500.000
















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.