● online
Keris Dholog Pamor Pulo Tirto
Rp 2.000.000| Kode | F351 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dholog, Keris |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Dholog |
| Pamor | : Pulo Tirto |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Yogyakarta, Bahan Kayu Kemuning |
| Deder/Handle | : Nunggak Semi, Bahan Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Bejen, Bahan Kuningan |
Keris Dholog Pamor Pulo Tirto
DHAPUR DHOLOG
Nama Dholog dapat ditempatkan sebagai bagian dari istilah tradisional dalam perkerisan. Secara filosofis, pemaknaannya dapat diarahkan pada kesederhanaan, keteguhan, dan sikap menerima kehidupan dengan apa adanya. Nilai yang ditekankan bukan pada tampilan lahiriah, melainkan pada bagaimana seseorang menjaga laku dan tanggung jawabnya.
PAMOR PULO TIRTO
Pulo Tirto secara harfiah dapat dimaknai sebagai pulau dan air. Air merupakan simbol kehidupan dan perjalanan, sementara pulau menjadi perlambang tempat berpijak. Secara filosofi, Pulo Tirto dapat dimaknai sebagai kemampuan menjaga pijakan di tengah perubahan kehidupan, tetap memiliki arah meskipun keadaan terus bergerak.
TANGGUH PAJAJARAN
Tangguh Pajajaran dikaitkan dengan lingkungan sejarah Kerajaan Sunda Pajajaran, yang berkembang di wilayah Jawa Barat dan dikenal sebagai salah satu kerajaan penting dalam sejarah Sunda. Pajajaran memiliki perjalanan sejarah yang panjang hingga masa keruntuhannya pada abad ke-16.
Dalam tradisi perkerisan, penyebutan Pajajaran menjadi bagian dari penamaan tangguh yang merujuk pada lingkungan sejarah dan tradisi pembuatan keris pada masa tersebut. Identifikasi tangguh sendiri sebaiknya tetap dilakukan berdasarkan kajian bilah, referensi, dan konteks pembanding, bukan hanya berdasarkan nama tangguh.
Keris Dholog Pamor Pulo Tirto
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 7 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 120.000.000Keris Brojol Pamor Tirto Tumetes Rojo Gundolo Tangguh Majapahit Keris Brojol merupakan salah satu dhapur lurus yang dikenal sederhana namun memiliki makna filosofi yang mendalam. Dengan ricikan yang tidak banyak, berupa gandik lugas dan pejetan, dhapur ini justru menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati, terutama bagi para pecinta tosan aji yang mengawali perjalanan koleksinya…. selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Sengkelat Corok Kinatah Emas Sengkelat ada yang menyebutnya Sangkelat, adalah salah satu bentuk dhapur luk tiga belas. Keris dhapur Sangkelat mudah dijumpai karena banyak jumlahnya dan salah satu dhapur klangenan yang dianggap wajib dimiliki oleh Pecinta Tosan Aji. Selain keris pusaka Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, ada beberapa pusaka milik keraton… selengkapnya
Rp 50.000.000Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo Keris ini memiliki dhapur Brojol, salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana. Nama Brojol kerap dimaknai sebagai perlambang kelahiran, kelancaran, dan terbukanya jalan kehidupan. Kesederhanaan bentuknya juga menjadi simbol keteguhan dan kejujuran dalam menjalani setiap perjalanan. Pada bilahnya terdapat pamor Jung Isi Dunyo. Jung berarti… selengkapnya
Rp 3.000.000DHAPUR TILAM UPIH Tilam Upih secara harfiah berkaitan dengan tilam atau alas untuk beristirahat dan upih, yaitu pelepah pinang. Secara filosofi, nama ini dapat dimaknai sebagai landasan, ketenteraman, dan kesederhanaan. Manusia diingatkan untuk memiliki pijakan yang baik agar dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan tidak berlebihan. PAMOR TEJO KINURUNG Tejo Kinurung dapat dimaknai sebagai cahaya… selengkapnya
Rp 7.000.000DHAPUR SABUK INTEN Sabuk Inten secara harfiah dapat dimaknai sebagai ikat pinggang berlian atau permata. Secara filosofi, nama ini dapat dimaknai sebagai simbol tekad, keteguhan, dan nilai diri. Sebagaimana permata yang bernilai, manusia juga diingatkan untuk menjaga kualitas diri melalui laku, kejujuran, dan tanggung jawab. PAMOR KULIT SEMANGKA Pamor Kulit Semangka mengambil nama dari kemiripannya… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili Dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno disebutkan bahwa Kidang Soka merupakan salah satu dhapur keris yang kaya ricikan. Pada umumnya, dhapur ini dilengkapi dengan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng, serta memiliki variasi luk seperti luk… selengkapnya
Rp 4.500.000DHAPUR JALAK NGORE Jalak Ngore mengambil nama dari gambaran burung jalak yang sedang mencari atau mengais sesuatu. Secara filosofi, dapat dimaknai sebagai ketekunan, kejelian, dan kesungguhan dalam mencari rezeki serta menjalani kehidupan. Piwulangnya adalah agar manusia tidak hanya menunggu, tetapi mau berusaha dan memanfaatkan kesempatan dengan bijaksana. PAMOR WAHYU TUMURUN Wahyu Tumurun secara harfiah berarti… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Balebang Luk 7 Bali Sepuh FILOSOFI berasal dari kata Bale (bangunan) Kambang (terapung di atas air), yaitu bangunan yang terdapat pada bagian tengah kolam yang digunakan untuk kepentingan anggota kerajaan. Kedua unsur kata “Bale” dan “Kambang” tersebut tidak bisa dipisahkan karena keduanya merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu bangunan tertentu. Bale Kambang dulunya adalah… selengkapnya
Rp 4.500.000
















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.