● online
Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
Rp 100.000.000| Kode | P119 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Jalak Ngore, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Jalak Ngore |
| Pamor | : Kulit Semangka |
| Tangguh | : Mataram |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana |
Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
Dhapur Jalak Ngore
Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang tansah ngawe ngawe ngupaya boga, kinarya anyekapi ing bab kabetahanipun. Dhumateng tuk sumberipun, asal usulipun, inggih punika wangsul dhateng susuhipum ambekta kabetahaning gesangipun.
Terjemahan secara bebas : Bagi Orang Jawa, burung merupakan symbol pelipur duka, memberikan rasa senang dihati, menghilangkan rasa kejengkelan hati, sedangkan gambaran sosoknya, dimana kepakan sayapnya melambai lambai sambil mengepakkan sayap bersuara dengan keras ( Ngore) merupakan usaha dalam mencari pangan( nafkah) untuk memenuhi kebutuhan. Burung yang telah mendapatkan pangan kemudian pulang kembali ke sarangnya ( Rumah dan Keluarganya).
Jalak merupakan burung peliharaan dalam masyarkat jawa yang mempunyai kepekaan tinggi terhadap lingkungannya dan sesuatu ha lasing yang dijumpai (Wasoada). Dalam mencari makan, burung jalak mempunyai sifat saling menguntungkan (tidak merugikan orang lain). DI sisi lain, Jalak merupakan burung yang sangat setia terhadap pasangannya. Kata Ngore dapat berasal dari kata “Mudhar”, yang berarti mengurai. Ngore mempunyai makna aktif bergerak melepaskan dari kesulitan / keruwetan dari setiap permasalahan secara teliti dan bertahap. Hal ini Juga berorientasi pada ketekunan.
Kinatah Taman Sari
Kinatah Taman Sari merupakan salah satu bentuk seni ukir tradisional bernilai tinggi yang digunakan untuk menghiasi berbagai benda pusaka, busana, maupun perhiasan kerajaan. Istilah kinatah merujuk pada teknik menghias permukaan logam, kayu, atau kain dengan menempelkan atau mengukir lembaran emas dan perak hingga membentuk motif yang berkilau dan penuh makna.
Teknik ini menuntut tingkat ketelitian yang tinggi. Setiap guratan dan ukiran dibuat dengan tangan, melahirkan pola-pola indah seperti bunga, daun, burung, dan bentuk-bentuk geometris yang menggambarkan harmoni, kesucian, dan kehalusan budi. Lapisan emas atau perak tersebut ditempel menggunakan getah alami atau perekat tradisional, menjadikannya menyatu sempurna dengan permukaannya.
Pada masa lampau, Kinatah Taman Sari menjadi simbol kemegahan dan kebangsawanan. Ia hadir menghiasi pakaian para bangsawan, gagang serta warangka keris, perhiasan, hingga perlengkapan upacara adat. Setiap ukiran bukan sekadar hiasan, melainkan perwujudan nilai-nilai luhur—tentang kemuliaan, kebijaksanaan, dan kehormatan.
Kini, seni kinatah masih lestari dan terus diwariskan oleh para perajin yang menjaga tradisinya dengan penuh dedikasi. Ia tetap hidup dalam busana adat, karya seni, dan benda pusaka yang menjadi kebanggaan budaya Nusantara.
Sebagai salah satu warisan luhur bangsa, Kinatah Taman Sari telah diakui dunia sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2019—pengakuan atas keindahan, kehalusan rasa, dan keagungan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
P119
Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.769 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Sengkelat Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Membicarakan… selengkapnya
Rp 35.000.000Dhapur Carang Soka Keris Carang Soka memuat perpaduan makna mendalam antara kata carang yang berarti ranting dan soka yang merujuk pada kesedihan, sehingga melahirkan gambaran filosofis tentang ranting yang bersedih namun tetap bertahan. Di balik citra itu, tersimpan pesan tentang seseorang yang melalui perjalanan duka tetapi mampu menemukan kekuatan batin untuk terus melangkah. Filosofi Carang… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Mesem Pamor Segoro Muncar Amangkurat Dhapur Mesem sering kali dianggap serupa dengan Sempaner dan Tumenggung karena ketiganya memiliki bentuk lurus, sama-sama memakai sekar kacang, dan tidak menggunakan sogokan. Namun, bila dicermati lebih dalam, terdapat perbedaan halus di antara mereka. Dhapur Sempaner memiliki sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, tikel alis, pejetan, dan ripandan. Sedangkan… selengkapnya
Rp 4.600.000Dhapur Dholog Dholog adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gandik lugas, sogokan rangkap, tikel alis dan sraweyan. Ricikan lainnya tidak ada. “Jati nom arane dholog” Dholog berasal dari bahasa sansekerta yang artinya pohon jati muda. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Ada masa… selengkapnya
Rp 15.000.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.