● online
Keris Pamor Udan Mas Sepuh
Rp 10.000.000| Kode | F341 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Tilam Upih |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Udan Mas |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Kagok Surakarta, Bahan Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Blewah, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Pamor Udan Mas Sepuh
Keris Pamor Udan Mas Sepuh
Keris dengan dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang telah dikenal sejak lama dalam tradisi perkerisan Nusantara. Nama Tilam Upih memiliki makna yang sederhana namun sarat filosofi. Tilam berarti alas atau tempat beristirahat, sedangkan upih merujuk pada pelepah pinang yang dalam kehidupan tradisional digunakan sebagai pembungkus sekaligus pelindung.
Dari makna tersebut, Tilam Upih kerap dipahami sebagai perlambang ketenteraman, perlindungan, keteduhan, dan kehidupan yang memiliki pijakan kokoh. Bentuknya yang lurus, sederhana, dan tidak banyak menampilkan ornamen memberikan kesan tenang, namun tetap menyimpan wibawa. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi kekuatannya—sebuah pengingat bahwa sesuatu yang bernilai tidak selalu harus tampil berlebihan.
Pada bilah ini, kesederhanaan dhapur Tilam Upih berpadu dengan pamor Udan Mas, salah satu motif pamor yang sangat dikenal dan banyak diapresiasi dalam dunia tosan aji. Bentuk bulatan-bulatan pamornya yang tersebar pada permukaan bilah memberikan kesan seperti butiran hujan yang jatuh, sekaligus menghadirkan visual yang hidup dan menarik.
Secara simbolik, Udan Mas sering dimaknai sebagai perlambang kelimpahan, kemakmuran, keberuntungan, dan harapan akan datangnya rezeki yang baik serta berkesinambungan. Namun, pemaknaan tersebut tidak harus berhenti pada persoalan materi. Dalam pandangan tradisional, “emas” juga dapat dipahami sebagai perlambang sesuatu yang bernilai tinggi: kemuliaan budi, keberkahan, dan kehidupan yang membawa manfaat bagi sesama.
Sementara itu, dari sisi tangguh, keris ini dikaitkan dengan Pajajaran. Keris-keris yang dinisbatkan pada tradisi Pajajaran memiliki pembawaan yang khas. Kesan tegas, sederhana, dan kuat pada bentuk dasarnya sering menjadi salah satu ciri yang menarik perhatian, namun di balik kesan tersebut tetap terdapat kehalusan garap dan rasa artistik.
Sebagai bagian dari khazanah budaya Tatar Sunda, tradisi perkerisan Pajajaran berkembang dalam lingkungan masyarakat yang memiliki karakter agraris sekaligus berhubungan dengan jalur perdagangan dan pertukaran budaya. Karena itu, karya-karya tosan aji yang dikaitkan dengan tradisi tersebut menarik untuk dilihat bukan semata-mata dari sisi bentuknya, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan kebudayaan yang mempertemukan fungsi, keindahan, kesederhanaan, dan kewibawaan.
Dengan demikian, perpaduan Tilam Upih, Udan Mas, dan tangguh Pajajaran pada keris ini menghadirkan karakter yang cukup kuat: sederhana dalam bentuk, menarik dalam pamor, dan memiliki latar kebudayaan yang kaya. Ia seakan menyampaikan sebuah pitutur bahwa ketenteraman tidak selalu lahir dari kemewahan, melainkan dari kehidupan yang memiliki dasar, kecukupan, dan kemampuan menjaga apa yang telah dimiliki.
F341
Keris Pamor Udan Mas Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 26 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sempana Luk 11 Pamengkang Jagad Keris ini memiliki dhapur Sempana luk 11, salah satu varian Sempana yang dikenal sederhana, proporsional, namun relatif lebih jarang dijumpai dibandingkan Sempana luk 9, 13, maupun 17. Ricikannya berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, dan greneng. Nama Sempana berasal dari supeno, yang bermakna harapan, impian, atau cita-cita. Karena… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Sinom Robyong Kinatah Emas Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda yang… selengkapnya
Rp 45.900.000Dhapur Tilam Upih TILAM UPIH, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan… selengkapnya
Rp 3.555.000Dhapur Keris Parungsari Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah,… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa merupakan perpaduan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, perjalanan hidup, serta harapan akan kemakmuran dan keberlimpahan rezeki. Setiap unsur yang menyusun keris ini mengandung makna simbolis yang saling melengkapi, menjadikannya bukan sekadar karya seni tempa, melainkan juga representasi nilai-nilai luhur dalam budaya Jawa…. selengkapnya
Rp 25.000.000Keris Brojol Pamor Brahma Watu Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap mantap dan terbuka. Pamor Brahma Watu tampil dengan motif gumpalan atau lingkaran menyerupai batu yang tersusun berurutan dari pangkal… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 2.900.000Dhapur Kidang Soka Luk 7 Berdasarkan buku keris terbitan Keraton Surakarta, dhapur Kidang Soka dicirikan oleh ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, sraweyan, dan ri pandan. Merujuk pada pakem inilah pusaka ini diidentifikasi sebagai Kidang Soka. Meski dalam Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno dhapur Kidang Soka lebih sering… selengkapnya
Rp 3.300.000Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan seseorang untuk menapaki laku hidup dengan hati yang bersih. Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu dalam satu bilah. Pamor Triman, dalam… selengkapnya
Rp 2.500.000Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 120.000.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.