● online
Keris Jangkung Mangkurat Pamor Kendhit
Rp 4.500.000| Kode | F376 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Jangkung Mangkurat, Keris |
| Jenis | : Keris Luk 3 |
| Dhapur | : Jangkung Mangkurat |
| Pamor | : Kendhit + Ngulit Semangka |
| Tangguh | : Madiun |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Sono Keling |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Jangkung Mangkurat Pamor Kendhit
Dhapur Jangkung Mangkurat
Keris Jangkung Mangkurat merupakan salah satu dhapur keris berlekuk atau luk dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Jangkung Mangkurat memiliki makna yang menarik untuk dipahami. Kata jangkung dalam bahasa Jawa dapat dimaknai sebagai perlindungan atau pengayoman, sedangkan mangkurat berkaitan dengan istilah yang dikenal dalam sejarah kerajaan Jawa, khususnya gelar raja-raja Mataram setelah masa Sultan Agung.
Dalam pemaknaan budaya, nama Jangkung Mangkurat dapat dikaitkan dengan gambaran kepemimpinan yang mengayomi, menjaga, serta memberikan perlindungan. Nilai tersebut mengandung piwulang bahwa kedudukan dan kewibawaan semestinya berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk menjaga kehidupan dan memberikan manfaat bagi sesama.
Pamor Kendhit dan Kulit Semangka
Pamor Kendhit merupakan salah satu motif pamor yang memiliki ciri berupa garis atau lapisan pamor yang membentuk batas melintang pada bagian tertentu dari bilah. Nama Kendhit dalam bahasa Jawa merujuk pada ikat pinggang atau sabuk yang melingkari bagian tengah tubuh. Karena kemiripan bentuknya, motif ini kemudian dikenal dengan sebutan Kendhit.
Sementara itu, pamor Kulit Semangka memiliki pola berupa garis atau guratan yang menyebar pada permukaan bilah, menyerupai tekstur kulit buah semangka. Perpaduan kedua motif tersebut menghadirkan tampilan pamor yang menarik, dengan karakter garis pembatas Kendhit dan pola menyebar khas Kulit Semangka.
Dalam tradisi pemaknaan pamor Jawa, Kendhit kerap dikaitkan dengan simbol batas, perlindungan, dan penjagaan diri. Adapun Kulit Semangka sering dihubungkan dengan harapan akan kecukupan rezeki dan kesejahteraan. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari tradisi simbolik masyarakat perkerisan yang menjadikan motif pamor sebagai sarana menyampaikan harapan dan nilai kehidupan.
Tangguh Madiun
Tangguh Madiun merupakan salah satu penyebutan tangguh dalam tradisi perkerisan Jawa yang dikaitkan dengan wilayah Madiun, Jawa Timur. Wilayah ini memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah dan perkembangan kebudayaan Jawa, termasuk tradisi pembuatan serta kepemilikan keris.
Dalam penangguhan keris, identifikasi Madiun dilakukan dengan mengamati sejumlah unsur, seperti bentuk bilah, ricikan, karakter besi, pola garap, dan pasikutan secara keseluruhan. Penilaian tersebut kemudian dibandingkan dengan ciri-ciri keris yang dikenal dalam tradisi tangguh terkait. Karena penangguhan merupakan bagian dari metode identifikasi tradisional, penyebutan Madiun sebaiknya dipahami sebagai atribusi yang perlu ditinjau berdasarkan keseluruhan karakter bilah dan referensi yang mendukungnya.
Keris Jangkung Mangkurat dengan pamor Kendhit dan Kulit Semangka serta tangguh Madiun ini menghadirkan perpaduan antara nama dhapur yang lekat dengan gambaran perlindungan dan kepemimpinan, dua karakter pamor yang menyiratkan harapan akan penjagaan serta kesejahteraan, dan atribusi tangguh yang berkaitan dengan wilayah Madiun. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya tosan aji yang menarik untuk dipelajari melalui bentuk, motif, penamaan, dan nilai-nilai tradisi yang menyertainya.
F376
Keris Jangkung Mangkurat Pamor Kendhit
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 16 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam yang berarti alas tidur dan upih yang merujuk pada anyaman daun sebagai alas. Penamaan ini kerap dimaknai sebagai gambaran kesederhanaan, ketenteraman, dan kehidupan rumah tangga yang tenteram. Dalam tradisi… selengkapnya
Rp 9.500.000Keris Kebo Lajer Pamor Slewah Tuban Pajajaran Keris ini memiliki dhapur Kebo Lajer, salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang tegas dan sederhana. Ciri khasnya terdapat pada gandhik yang memanjang dan lugas, memberikan kesan kokoh dan berwibawa. Nama Kebo Lajer mengambil simbol dari kerbau yang dalam budaya Jawa dikenal sebagai perlambang kekuatan, ketekunan, kesabaran,… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Tilam Upih TILAM UPIH, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan… selengkapnya
Rp 3.555.000Dhapur Parungsari Parungsari merupakan salah satu dhapur keris luk 13 dengan bentuk bilah sedang dan proporsional. Ricikannya antara lain kembang kacang, lambe gajah dua, sogokan rangkap, pejetan, sraweyan, dan greneng. Sekilas bentuknya menyerupai Sengkelat, tetapi keberadaan dua lambe gajah menjadi salah satu ciri pembeda utama Parungsari. Nama Parungsari dapat dimaknai dari kata parung, yang berkaitan… selengkapnya
Rp 4.200.000Dhapur Sempaner Sempaner merupakan salah satu dhapur keris lurus dalam khazanah perkerisan Jawa. Bentuknya menghadirkan karakter yang sederhana, tegas, dan tidak berlebihan dalam ricikan. Kesederhanaan ini memberikan ruang bagi kita untuk mengamati karakter bilah secara lebih mendalam, baik dari segi bentuk, garap, maupun keselarasan keseluruhannya. Secara filosofis, nama Sempaner dapat dijadikan bahan perenungan tentang pentingnya… selengkapnya
Rp 9.000.000Dhapur Keris Parungsari Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah,… selengkapnya
Rp 4.600.000Dhapur Panji Anom Dhapur Keris Panji Anom atau Panji Nom dikenal dengan salah satu keris yang memiliki bentuk lurus ini merupakan salah satu pusaka yang masih dicari oleh kebanyakan orang terutama untuk para pecinta keris. Bentuk dari keris pusaka panji anom ini seperti membungkuk dan mempunyai ukuran panjang yang sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris… selengkapnya
Rp 25.500.000Dhapur Parungsari Dhapur Parungsari memiliki kemiripan yang kuat dengan dhapur Sengkelat, baik dari jumlah luk maupun ricikannya. Yang membedakan hanya lambe gajah, di mana Sengkelat memiliki satu lambe gajah, sedangkan Parungsari memiliki dua. Perbedaan kecil seperti ini—tingil, lambe gajah, sraweyan, atau odo-odo—sering kali menjadi penentu identitas dhapur keris, sehingga keliru mengenalinya juga berarti keliru memahami… selengkapnya
Rp 4.300.000Dhapur Kidang Soka Luk 7 Berdasarkan buku keris terbitan Keraton Surakarta, dhapur Kidang Soka dicirikan oleh ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, sraweyan, dan ri pandan. Merujuk pada pakem inilah pusaka ini diidentifikasi sebagai Kidang Soka. Meski dalam Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno dhapur Kidang Soka lebih sering… selengkapnya
Rp 3.300.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.