● online
- Keris Nagasasra Luk 11 Kinatah Emas Mataram Amangk
- Keris Jalak Ngore Tuban Sepuh
- Kaos Sengekelat Panji Wilis
- Keris Kebo Kantong Madiun Sepuh
- Keris Parungsari Luk 13 Amangkurat
- Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba
- Keris Carita Keprabon Luk 11 Mataram Sultan Agung
- Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili
Keris Naga Sapta Kinatah Emas
Rp 150.000.000| Kode | P179 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Naga Sapta |
| Jenis | : Keris Luk 7 |
| Dhapur | : Naga Sapta (Kinatah Emas) |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Mataram Kartasura |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Cendana |
| Deder/Handle | : Yuydawinatan, Kayu Tayuman |
| Mendak | : Kendhit Bahan Perak Intan |
| Pendok | : Blewah Bahan Kuningan |
Keris Naga Sapta Kinatah Emas
Keris Naga Sapta Kinatah Emas
Naga adalah salah satu makhluk mitologis yang jejaknya hadir hampir di seluruh belahan dunia. Setiap peradaban memiliki tafsir dan rupa tersendiri tentang naga, termasuk masyarakat Jawa yang mengenalnya sebagai makhluk agung, penjaga kesucian, sekaligus simbol kekuatan yang berasal dari alam adikodrati. Dalam tradisi Jawa, kisah-kisah tentang naga bukan sekadar dongeng, melainkan tuntunan—berisi nilai-nilai luhur—dan tontonan yang divisualkan dalam bentuk yang indah dan memukau.
Sepanjang sejarah panjang kebudayaan Jawa, naga selalu hadir sebagai ikon spiritual yang melekat kuat dalam alam pikir masyarakat. Itulah sebabnya motif naga kerap terpatri dalam berbagai sisi kebudayaan: di bangunan-bangunan suci seperti candi dan petirtaan, pada corot kendi tempat air suci, dalam pataka kerajaan, pusaka, sengkalan, hingga berbagai simbol politik yang menegaskan kebesaran seorang raja dan negaranya. Dalam dunia kesenian pun naga menjadi sumber inspirasi yang tak pernah padam—mewarnai karya sastra, tari, pewayangan, bahkan tata busana.
Kesemuanya berangkat dari satu pemahaman utama: naga adalah simbol kesucian, makhluk penjaga yang menghubungkan manusia dengan Sang Pencipta, penjaga keseimbangan antara alam nyata dan alam gaib.
Istilah Sapta merujuk pada jumlah luk bilahnya, yaitu tujuh. Dalam filosofi Jawa, angka tujuh atau pitu memiliki makna yang dalam. Secara jarwo dosok, pitu ditafsirkan sebagai pitutur, piwulang, dan pitulungan—ajaran yang baik, petunjuk hidup, serta pertolongan dari kekuatan adikodrati.
Angka tujuh dianggap angka keramat oleh masyarakat Jawa dan Nusantara secara umum. Ia melambangkan ketenteraman, kewibawaan, kebahagiaan, hingga kesuksesan. Nilai ini sejalan dengan banyak aspek dalam tatanan kosmologi Jawa: tujuh lapis langit, tujuh hari dalam satu pekan, hingga upacara-upacara penting seperti pitonan pada usia kehamilan tujuh bulan atau pitung dinanan dalam tradisi kematian.
Dengan demikian, keris Naga Sapta bukan hanya pusaka yang indah secara visual. Kehadiran naga pada bilahnya melambangkan kekuatan, kewibawaan, dan kesucian, sementara tujuh luk-nya menjadi simbol petunjuk hidup dan perlindungan. Pusaka ini dipandang sebagai gambaran perjalanan batin—bagaimana manusia dituntun oleh nilai-nilai luhur, dijaga dari keburukan, dan dibimbing menuju kehidupan yang tenteram dan selaras.
Keris Naga Sapta adalah perpaduan antara mitologi agung dan filosofi mendalam, sebuah pusaka yang memikul makna spiritual sekaligus estetika yang diwariskan dari generasi ke generasi.
P179
Keris Naga Sapta Kinatah Emas
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 3.914 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
DHAPUR SABUK INTEN Sabuk Inten secara harfiah dapat dimaknai sebagai ikat pinggang berlian atau permata. Secara filosofi, nama ini dapat dimaknai sebagai simbol tekad, keteguhan, dan nilai diri. Sebagaimana permata yang bernilai, manusia juga diingatkan untuk menjaga kualitas diri melalui laku, kejujuran, dan tanggung jawab. PAMOR KULIT SEMANGKA Pamor Kulit Semangka mengambil nama dari kemiripannya… selengkapnya
Rp 5.000.000Keris Pamor Sodo Lanang Sodo Sakler, Sodo adalah lidi, Sakler adalah satu batang, arti harafiahnya adalah Lidi Sebatang. Mungkin di setiap daerah berbeda penyebutannya, seperti ada yang menyebut adeg siji, sodo saren atau sodo lanang. Sesuai dengan namanya gambaran motif pamornya berupa garis lurus membujur sepanjang tengah bilah atau jika terdapat pada keris luk, garisnya membujur dari sor-soran hingga… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Sempana Luk 11 Pamengkang Jagad Keris ini memiliki dhapur Sempana luk 11, salah satu varian Sempana yang dikenal sederhana, proporsional, namun relatif lebih jarang dijumpai dibandingkan Sempana luk 9, 13, maupun 17. Ricikannya berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, dan greneng. Nama Sempana berasal dari supeno, yang bermakna harapan, impian, atau cita-cita. Karena… selengkapnya
Rp 3.500.000DHAPUR BROJOL Brojol secara harfiah berkaitan dengan sesuatu yang keluar atau terlahir. Secara filosofi, nama ini sering dimaknai sebagai simbol kelahiran, awal kehidupan, dan kepasrahan manusia kepada Sang Pencipta. Piwulangnya mengingatkan bahwa manusia hadir ke dunia tanpa membawa apa pun, sehingga kehidupan sebaiknya dijalani dengan rendah hati dan penuh kesadaran. PAMOR BRAHMA WATU Brahma Watu… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Sengkelat Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Membicarakan… selengkapnya
Rp 35.000.000Dhapur Sengkelat (Luk 13) Dhapur Sengkelat merupakan salah satu bentuk keris yang paling terkenal di Nusantara. Namanya sering muncul dalam berbagai babad, cerita rakyat, dan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun. Sengkelat sering dikaitkan dengan Kiai Sengkelat, pusaka Majapahit yang konon hilang setelah dibawa Adipati Blambangan. Dalam berbagai kisah, Sengkelat menjadi simbol keberanian dan suara rakyat… selengkapnya
Rp 40.000.000Keris Kelap Lintah Pamor Singkir Dhapur Kelap Lintah merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan sosok bilahnya yang ramping, luwes, dan berkesan hidup. Nama kelap dan lintah sendiri mengandung makna kelincahan serta daya lekat—melambangkan kemampuan beradaptasi, ketahanan dalam menghadapi tekanan, dan kecerdikan dalam menyiasati keadaan. Dhapur ini kerap dimaknai sebagai pusaka yang bekerja… selengkapnya
Rp 2.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 100.000.000Keris Brojol Pamor Brahma Watu Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap mantap dan terbuka. Pamor Brahma Watu tampil dengan motif gumpalan atau lingkaran menyerupai batu yang tersusun berurutan dari pangkal… selengkapnya
Rp 3.500.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.