● online
- Keris Tilam Upih Pamor Tambal Pajajaran
- Keris Sempana Pamor Wengkon Isen
- Keris Sempono Pamor Tejo Kinurung
- Keris Dhapur Sura Tangguh Bugis Sepuh
- Keris Parungsari Luk 13 Pamor Wos Wutah
- Keris Carita Keprabon Luk 11 Mataram Sultan Agung
- Keris Pasopati Pamor Wengkon Besi Hurap
- Keris Brojol Pamor Tejo Kinurung
Keris Kebo Dhungkul Dwi Pamor
Rp 2.500.000| Kode | F256 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Kebo Dhungkul, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Kebo Dhungkul |
| Pamor | : Dwi Pamor (Batu Lapak + Kulit Semangka) |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Widengan, Bahan Kuningan |
Keris Kebo Dhungkul Dwi Pamor
Keris Kebo Dhungkul Dwi Pamor
Dhapur Kebo Dhungkul merupakan salah satu bentuk bilah yang sarat simbol keteguhan dan ketahanan. Sosoknya sederhana, cenderung membulat dan merunduk, melambangkan watak rendah hati, kuat menanggung beban, serta kesabaran dalam menjalani laku kehidupan. Dalam tradisi tosan aji, dhapur ini kerap dimaknai sebagai pusaka penyangga hidup—diam, namun bekerja tanpa henti.
Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu secara harmonis. Pamor Batu Lapak memancarkan kesan kokoh dan mapan, menjadi perlambang kestabilan, pijakan rezeki, serta kekuatan dalam bertahan menghadapi tekanan. Sementara itu, Pamor Kulit Semangka menghadirkan kesan mengalir dan hidup, dimaknai sebagai kelancaran rezeki, keterbukaan jalan usaha, serta kemampuan beradaptasi dalam perubahan.
Perpaduan dua pamor ini bukan sekadar keindahan visual, melainkan simbol keseimbangan antara kekokohan dan keluwesan, antara bertahan dan bertumbuh.
Bertangguh Pajajaran, keris ini mencerminkan karakter pusaka Sunda kuna yang bersahaja namun berwibawa. Tangguh ini dikenal dengan bilah yang padat, pamor yang tegas namun tidak ramai, serta kesan tenaga dalam yang tenang dan stabil. Pajajaran kerap dikaitkan dengan kepemimpinan yang mengayomi, ketegasan tanpa kekerasan, serta kekuatan yang berakar pada kebijaksanaan.
F256
Keris Kebo Dhungkul Dwi Pamor
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.146 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Parungsari Pamor Udan Mas Tiban Amangkurat Dhapur Parungsari memiliki kemiripan yang kuat dengan dhapur Sengkelat, baik dari jumlah luk maupun ricikannya. Yang membedakan hanya lambe gajah, di mana Sengkelat memiliki satu lambe gajah, sedangkan Parungsari memiliki dua. Perbedaan kecil seperti ini—tingil, lambe gajah, sraweyan, atau odo-odo—sering kali menjadi penentu identitas dhapur keris, sehingga keliru… selengkapnya
Rp 9.000.000Dhapur Dholog Dholog adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gandik lugas, sogokan rangkap, tikel alis dan sraweyan. Ricikan lainnya tidak ada. “Jati nom arane dholog” Dholog berasal dari bahasa sansekerta yang artinya pohon jati muda. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Ada masa… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Kidang Soka Luk 7 Berdasarkan buku keris terbitan Keraton Surakarta, dhapur Kidang Soka dicirikan oleh ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, sraweyan, dan ri pandan. Merujuk pada pakem inilah pusaka ini diidentifikasi sebagai Kidang Soka. Meski dalam Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno dhapur Kidang Soka lebih sering… selengkapnya
Rp 3.300.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Keris Carita Genengan Pajajaran Carito berarti sesuatu yang sedang berjalan atau suatu peristiwa, atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan manusia sehari hari. Manusia dalam hidupnya memainkan alur cerita (carito) dan lakonnya sendiri-sendiri. Hidup yang kita jalani sekarang adalah hasil dari pemilihan seseorang tentang keputusan dan peran kehidupan yang akan dijalaninya. Genengan / Gunungan adalah salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Carita Keprabon Kehidupan manusia seperti lakon dramatis yang terpampang di atas panggung dunia, bermain dalam skenario yang telah tertulis oleh Sang Pencipta. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, manusia tampil sebagai pemeran utama, menari di atas lingkaran waktu yang terus berputar. Carita, dalam konteks ini, melambangkan peristiwa atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari…. selengkapnya
Rp 5.700.000Dhapur Tilam Upih TILAM UPIH, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan… selengkapnya
Rp 3.000.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.