Beranda » Carita Keprabon » Keris Carita Keprabon Pamor Keleng
click image to preview activate zoom

Keris Carita Keprabon Pamor Keleng

Rp 35.000.000
KodePNJ363
Stok Tersedia (1)
Kategori Carita Keprabon, Keris
Jenis : Keris Luk 11
Dhapur : Carita Keprabon
Pamor : Keleng
Tangguh : Mataram Amangkurat
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Trembalo
Pendok : Bleweh Cukit, Bahan Kuningan
Mendak : Kendhit Seling Mirah, Perak Inten
Tentukan pilihan yang tersedia!
Bagikan ke

Keris Carita Keprabon Pamor Keleng

Dhapur Carita Keprabon

Carita Keprabon merupakan salah satu nama dhapur keris yang menarik untuk ditelaah dari sisi penamaan maupun bentuk bilahnya. Secara harfiah, carita berarti cerita atau kisah, sedangkan keprabon berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan raja, kerajaan, atau kedudukan sebagai penguasa.

Dari perpaduan makna tersebut, Carita Keprabon dapat direnungkan sebagai simbol perjalanan menuju kedudukan, tanggung jawab, dan kebijaksanaan dalam memimpin. Sebuah pengingat bahwa keprabon tidak semata-mata berbicara tentang kekuasaan, tetapi juga tentang kemampuan menjaga amanah dan mengendalikan diri.

Pamor Keleng

Pamor Keleng memiliki karakter yang berbeda dari keris berpamor kontras. Permukaan bilahnya cenderung tampak hitam atau gelap tanpa menampilkan pola pamor yang mencolok. Dalam dunia perkerisan, istilah keleng digunakan untuk menyebut karakter bilah yang tidak memperlihatkan motif pamor secara jelas.

Penampilan yang sederhana ini justru menghadirkan kesan tenang, tegas, dan bersahaja. Tidak ada pola yang ramai untuk menarik perhatian, tetapi karakter bilahnya tetap menyimpan daya tarik tersendiri bagi para pecinta tosan aji.

Secara filosofis, pamor Keleng dapat dimaknai sebagai pengingat bahwa nilai seseorang tidak selalu ditentukan oleh apa yang tampak di permukaan. Ada keteguhan yang tidak perlu dipamerkan, ada kewibawaan yang tidak harus dibangun melalui kemegahan, dan ada kebijaksanaan yang justru tumbuh dalam kesederhanaan.

Tangguh Mataram Amangkurat

Penyebutan tangguh Mataram Amangkurat menghubungkan keris ini dengan tradisi penangguhan yang merujuk pada masa pemerintahan Amangkurat di lingkungan Kesultanan Mataram. Penilaian tangguh merupakan bagian dari pengetahuan tradisional perkerisan yang mempertimbangkan bentuk bilah, ricikan, karakter garap, material, serta perbandingan dengan keris-keris rujukan.

Identifikasi tangguh tidak cukup ditentukan hanya dari satu ciri fisik. Karena itu, penyebutan Mataram Amangkurat pada keris ini dipahami sebagai identifikasi tradisional yang tetap memerlukan penilaian menyeluruh terhadap bilahnya.

Keris Carita Keprabon berpamor Keleng ini menghadirkan perpaduan antara nama dhapur yang lekat dengan makna kepemimpinan, karakter bilah yang bersahaja, dan identitas tangguh yang mengingatkan kita pada perjalanan sejarah perkerisan Jawa.

Pada akhirnya, keprabon bukan hanya tentang siapa yang berada di atas, melainkan siapa yang mampu menjaga tanggung jawabnya. Sebab, kewibawaan sejati tidak selalu hadir melalui kemegahan, tetapi melalui kebijaksanaan dalam menggunakan kekuasaan.

Memahami keris secara cerdas, merawat warisan budaya dengan bijaksana.

PNJ363

Keris Carita Keprabon Pamor Keleng

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 104 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait