● online
Keris Brojol Pamor Kulit Semangka Tuban
Rp 2.500.000| Kode | F373 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Brojol, Keris |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Ngulit Semangka |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Kemuning Bang |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton Slorok Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijatha, Bahan Kuningan |
Keris Brojol Pamor Kulit Semangka Tuban
Dhapur Brojol
Keris Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal memiliki bentuk sederhana. Secara umum, dhapur ini memiliki ricikan yang tidak terlalu rumit, sehingga menampilkan kesan bersahaja dan tidak banyak ornamen. Nama Brojol dalam bahasa Jawa memiliki makna keluar atau terlepas dengan mudah, yang dalam pemaknaan budaya kerap dikaitkan dengan kelancaran, kemudahan, dan terbukanya jalan dalam menjalani kehidupan.
Kesederhanaan dhapur Brojol justru menjadi daya tarik tersendiri. Keris ini mengingatkan pada sebuah pemahaman bahwa kehidupan tidak selalu harus dipenuhi dengan kerumitan. Ada kalanya kesederhanaan, kelapangan hati, dan kemampuan menerima keadaan menjadi bagian penting untuk mencapai ketenteraman hidup.
Pamor Kulit Semangka
Pamor Kulit Semangka merupakan salah satu motif pamor yang memiliki pola menyerupai permukaan kulit buah semangka. Motifnya memperlihatkan susunan garis atau guratan yang menyebar pada permukaan bilah, sehingga menghadirkan tampilan yang khas dan mudah dikenali. Nama pamor ini diambil dari kemiripan visualnya dengan tekstur kulit buah semangka.
Dalam tradisi pemaknaan pamor Jawa, Kulit Semangka kerap dikaitkan dengan harapan akan ketenteraman, kecukupan rezeki, dan kehidupan yang sejahtera. Sebagaimana buah semangka yang memiliki banyak biji, motif ini juga sering dihubungkan dengan gambaran keberlimpahan dan kesuburan. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari simbolisme budaya yang berkembang dalam masyarakat perkerisan.
Tangguh Tuban
Tangguh Tuban merupakan salah satu kategori tangguh dalam tradisi perkerisan Jawa yang dikaitkan dengan wilayah Tuban, Jawa Timur. Tuban memiliki kedudukan penting dalam sejarah pesisir utara Jawa, terutama sebagai salah satu pusat perdagangan dan persinggahan yang berkembang sejak masa kerajaan-kerajaan Jawa kuno hingga periode Islam.
Dalam tradisi penangguhan keris, karakter keris tangguh Tuban diamati melalui sejumlah unsur, seperti bentuk bilah, ricikan, karakter besi, pola garap, hingga keseluruhan pasikutan yang ditampilkan. Berbagai ciri tersebut kemudian dibandingkan dengan referensi keris yang dikenal berasal dari lingkungan dan periode terkait. Oleh karena itu, penentuan tangguh tidak cukup hanya berdasarkan satu ciri fisik, melainkan perlu mempertimbangkan keseluruhan karakter bilah.
Keris Brojol dengan pamor Kulit Semangka dan tangguh Tuban ini menghadirkan perpaduan antara dhapur yang mencerminkan kesederhanaan, motif pamor yang menyiratkan harapan akan kecukupan dan kesejahteraan, serta atribusi tangguh yang berkaitan dengan salah satu wilayah penting dalam perjalanan sejarah Jawa. Sebuah perpaduan yang menarik untuk dipahami, baik dari sisi bentuk, nilai simbolik, maupun kekayaan tradisi perkerisan Nusantara.
F373
Keris Brojol Pamor Kulit Semangka Tuban
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 15 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Jalak Ngore Keris Jalak Ngore merupakan salah satu dhapur keris lurus dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Jalak Ngore menggunakan istilah yang dekat dengan penggambaran burung jalak yang sedang ngore, yakni mengurai atau merapikan bulu. Penamaan dhapur dalam tradisi Jawa kerap mengambil inspirasi dari alam dan perilaku makhluk hidup, yang kemudian diwujudkan dalam istilah untuk… selengkapnya
Rp 30.000.000Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit Keris Pulanggeni dengan pamor keleng ini menghadirkan pesona klasik yang sederhana namun berwibawa. Bilah tanpa pamor yang menonjol menampilkan keindahan besi tempa secara alami, memperlihatkan kualitas garap yang matang sekaligus memberikan karakter teduh dan elegan. Ditinjau dari garap, bentuk bilah, serta karakter tempa, keris ini bertangguh Majapahit, salah satu periode… selengkapnya
Rp 5.500.000Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 120.000.000Keris Sempono Pamor Junjung Derajat Sepuh Keris ini memiliki dhapur Sempana, salah satu dhapur keris luk 9 yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana, proporsional, dan anggun. Nama Sempana dikaitkan dengan kata supana atau supeno, yang bermakna harapan, cita-cita, dan tujuan hidup. Karena itu, Sempana menjadi simbol perjalanan seseorang dalam meraih cita-cita dengan keteguhan, kesabaran, dan… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Brojol Tuban Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menekankan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen yang berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap terbuka dan apa adanya. Dalam tradisi tosan aji, dhapur ini kerap dimaknai sebagai simbol awal mula, kelahiran, dan kesiapan menghadapi… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Panji Anom Dhapur Keris Panji Anom atau Panji Nom dikenal dengan salah satu keris yang memiliki bentuk lurus ini merupakan salah satu pusaka yang masih dicari oleh kebanyakan orang terutama untuk para pecinta keris. Bentuk dari keris pusaka panji anom ini seperti membungkuk dan mempunyai ukuran panjang yang sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris… selengkapnya
Rp 40.000.000Dhapur Tilam Upih Dalam adat Jawa, terdapat tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yaitu Metu, Manten, dan Mati—atau kelahiran, perkawinan, dan kematian. Peristiwa perkawinan memiliki tradisi khusus berupa keris Kancing Gelung, di mana pada masa lampau, orang tua pihak mempelai perempuan memiliki kewajiban utama memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai Kancing Gelung. Jika pihak… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Naga Sapta Kinatah Emas Naga adalah salah satu makhluk mitologis yang jejaknya hadir hampir di seluruh belahan dunia. Setiap peradaban memiliki tafsir dan rupa tersendiri tentang naga, termasuk masyarakat Jawa yang mengenalnya sebagai makhluk agung, penjaga kesucian, sekaligus simbol kekuatan yang berasal dari alam adikodrati. Dalam tradisi Jawa, kisah-kisah tentang naga bukan sekadar dongeng,… selengkapnya
Rp 150.000.000Dhapur Jangkung Mangkurat Keris Jangkung Mangkurat merupakan salah satu dhapur keris berlekuk atau luk dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Jangkung Mangkurat memiliki makna yang menarik untuk dipahami. Kata jangkung dalam bahasa Jawa dapat dimaknai sebagai perlindungan atau pengayoman, sedangkan mangkurat berkaitan dengan istilah yang dikenal dalam sejarah kerajaan Jawa, khususnya gelar raja-raja Mataram setelah masa… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Singo Barong Luk 13 Dhapur Singa Barong dikenal memiliki ragam luk yang beragam, mulai dari lurus, luk 3, luk 5, luk 7, hingga luk 13. Seluruhnya memiliki ciri khas yang sama pada bagian gandik, berupa ornamen Singa Jantan dalam posisi duduk bertumpu pada kedua kaki belakang, dengan kedua kaki depan lurus menyangga tubuh. Pada beberapa pusaka, ornamen ini… selengkapnya
Rp 100.000.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.