● online
- Keris Jangkung Pacar Luk 3 Madiun Sepuh
- Keris Sempono Pamor Junjung Derajat Sepuh
- Keris Singa Sinebaning Dilah Sepuh Langka
- Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit
- Keris Singo Barong Luk 11 Kinatah Emas
- Keris Sinom Kinatah Emas Mataram Amangkurat
- Keris Naga Sapta Luk 7 Pamor Keleng
- Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
Keris Santan Tangguh Mataram Senopaten
Rp 3.500.000| Kode | F375 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Santan |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Santan |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Senopaten |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Trembalo |
| Pendok | : Blewah, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijatha, Bahan Kuningan |
Keris Santan Tangguh Mataram Senopaten
Dhapur Santan
Keris Santan merupakan salah satu nama dhapur keris dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Santan merujuk pada cairan hasil perasan kelapa yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Nusantara sebagai bahan pangan dan pelengkap berbagai masakan tradisional. Penamaan dhapur yang mengambil istilah dari kehidupan sehari-hari seperti ini menunjukkan eratnya hubungan antara dunia perkerisan dengan lingkungan budaya masyarakat Jawa.
Dalam pemaknaan budaya, santan dapat dikaitkan dengan gambaran kecukupan, kemakmuran, dan kebermanfaatan. Kelapa sendiri merupakan tanaman yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup. Filosofi ini dapat menjadi pengingat bahwa nilai seseorang tidak hanya terletak pada kedudukan yang dimiliki, tetapi juga pada seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitarnya.
Pamor Wos Wutah
Pamor Wos Wutah merupakan salah satu motif pamor yang cukup dikenal dalam dunia perkerisan. Nama Wos Wutah berasal dari bahasa Jawa, yakni wos yang berarti beras dan wutah yang berarti tumpah. Motifnya memberikan gambaran seperti beras yang tercecer atau berserakan, dengan pola pamor yang menyebar pada permukaan bilah.
Dalam pemaknaan budaya Jawa, beras merupakan lambang pangan, kecukupan, dan sumber kehidupan. Karena itu, pamor Wos Wutah kerap dihubungkan dengan harapan akan rezeki, kesejahteraan, dan kecukupan dalam menjalani kehidupan. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari tradisi simbolik masyarakat, yang menempatkan motif pamor sebagai pengingat akan harapan dan nilai-nilai kehidupan.
Tangguh Mataram Senopaten
Tangguh Mataram Senopaten merujuk pada perkiraan periode awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam, yang berkaitan dengan masa Panembahan Senapati pada akhir abad ke-16. Periode ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Jawa, ketika Mataram mulai berkembang menjadi kekuatan politik yang berpengaruh di wilayah pedalaman Jawa.
Dalam tradisi penangguhan keris, identifikasi Mataram Senopaten dilakukan dengan mengamati keseluruhan karakter bilah, mulai dari bentuk, ricikan, karakter besi, hingga pola garap dan pasikutan. Ciri-ciri tersebut dibandingkan dengan referensi keris dari periode terkait. Oleh sebab itu, penyebutan tangguh merupakan hasil penilaian berdasarkan tradisi dan perbandingan, bukan kepastian usia tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Keris Santan dengan pamor Wos Wutah dan tangguh Mataram Senopaten ini menghadirkan perpaduan antara nama dhapur yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan gambaran kebermanfaatan, motif pamor yang menyiratkan harapan akan kecukupan rezeki, serta atribusi tangguh yang merujuk pada periode awal perkembangan Mataram Islam. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya tosan aji yang menarik untuk dipahami, baik dari sisi bentuk, nilai simbolik, maupun perjalanan sejarah perkerisan Jawa.
F375
Keris Santan Tangguh Mataram Senopaten
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 8 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam yang berarti alas tidur dan upih yang merujuk pada anyaman daun sebagai alas. Penamaan ini kerap dimaknai sebagai gambaran kesederhanaan, ketenteraman, dan kehidupan rumah tangga yang tenteram. Dalam tradisi… selengkapnya
Rp 2.000.000Keris Sempana Luk 11 Pamengkang Jagad Keris ini memiliki dhapur Sempana luk 11, salah satu varian Sempana yang dikenal sederhana, proporsional, namun relatif lebih jarang dijumpai dibandingkan Sempana luk 9, 13, maupun 17. Ricikannya berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, dan greneng. Nama Sempana berasal dari supeno, yang bermakna harapan, impian, atau cita-cita. Karena… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Megantara Kinatah Emas Pusaka yang betul-betul istimewa. Saya, dengan prejengan remukan karak seperti ini, merasa sangat beruntung dapat menanting dan merawatnya hingga hari ini. Jika kita amati bersama, pusaka ini tampil dengan pasikutan yang prigel, memiliki aura wingit, serta bentuk yang proporsional. Ornamen kinatah yang terukir hampir di seluruh bilahnya menjadi keistimewaan tersendiri. Hal… selengkapnya
Rp 65.000.000Dhapur Brojol Dalam masyarakat yang memandang keris dari sisi esoteri, dhapur keris Brojol sering dikaitkan dengan tuah yang dipercaya dapat “memperlancar kelahiran jabang bayi.” Karena itu, sebagian orang menganggap keris ini hanya cocok bagi mereka yang berprofesi sebagai dukun bayi. Benar atau tidaknya kepercayaan itu tentu hanya Tuhan yang mengetahui. Namun kenyataannya, banyak pula masyarakat… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam yang berarti alas tidur dan upih yang merujuk pada anyaman daun sebagai alas. Penamaan ini kerap dimaknai sebagai gambaran kesederhanaan, ketenteraman, dan kehidupan rumah tangga yang tenteram. Dalam tradisi… selengkapnya
Rp 9.500.000Keris Naga Sapta Kinatah Emas Naga adalah salah satu makhluk mitologis yang jejaknya hadir hampir di seluruh belahan dunia. Setiap peradaban memiliki tafsir dan rupa tersendiri tentang naga, termasuk masyarakat Jawa yang mengenalnya sebagai makhluk agung, penjaga kesucian, sekaligus simbol kekuatan yang berasal dari alam adikodrati. Dalam tradisi Jawa, kisah-kisah tentang naga bukan sekadar dongeng,… selengkapnya
Rp 150.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Keris Brojol Pamor Brahma Watu Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap mantap dan terbuka. Pamor Brahma Watu tampil dengan motif gumpalan atau lingkaran menyerupai batu yang tersusun berurutan dari pangkal… selengkapnya
Rp 3.500.000




















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.