● online
- Keris Santan Pamor Pandita Bala Pandita
- Keris Sabuk Inten Pamor Singkir
- Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli
- Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit
- Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas
- Keris Sabuk Inten Pamor Kulit Semangka
- Tombak Sapit Abon Pamor Pedaringan Kebak
- Keris Sempaner Tangguh Pajajaran
Keris Tilam Upih Pamor Kulit Semangka Sepuh
Rp 2.000.000| Kode | F378 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Tilam Upih |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Ngulit Semangka |
| Tangguh | : Madiun |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijatha, Bahan Kuningan |
Keris Tilam Upih Pamor Kulit Semangka Sepuh
Dhapur Tilam Upih
Keris Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam yang berarti alas tidur dan upih yang merujuk pada anyaman daun sebagai alas. Penamaan ini kerap dimaknai sebagai gambaran kesederhanaan, ketenteraman, dan kehidupan rumah tangga yang tenteram.
Dalam tradisi budaya Jawa, dhapur Tilam Upih sering dikaitkan dengan harapan akan kehidupan yang mapan, keharmonisan keluarga, serta kemampuan membangun ketenteraman dalam menjalani kehidupan. Bentuknya yang sederhana memberikan kesan bersahaja, sekaligus mengingatkan bahwa kemuliaan hidup tidak selalu diukur dari kemewahan, melainkan juga dari kemampuan menjaga keluarga dan menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
Pamor Kulit Semangka
Pamor Kulit Semangka merupakan salah satu motif pamor yang memiliki pola menyerupai permukaan kulit buah semangka. Motifnya memperlihatkan susunan garis atau guratan yang menyebar pada permukaan bilah, sehingga menghadirkan tampilan yang khas dan mudah dikenali. Nama pamor ini diambil dari kemiripan visualnya dengan tekstur kulit buah semangka.
Dalam tradisi pemaknaan pamor Jawa, Kulit Semangka kerap dikaitkan dengan harapan akan ketenteraman, kecukupan rezeki, dan kehidupan yang sejahtera. Sebagaimana buah semangka yang memiliki banyak biji, motif ini juga sering dihubungkan dengan gambaran keberlimpahan dan kesuburan. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari simbolisme budaya yang berkembang dalam masyarakat perkerisan.
Tangguh Madiun
Tangguh Madiun merupakan salah satu penyebutan tangguh dalam tradisi perkerisan Jawa yang dikaitkan dengan wilayah Madiun, Jawa Timur. Wilayah ini memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah dan perkembangan kebudayaan Jawa, termasuk tradisi pembuatan serta kepemilikan keris.
Dalam penangguhan keris, identifikasi Madiun dilakukan dengan mengamati sejumlah unsur, seperti bentuk bilah, ricikan, karakter besi, pola garap, dan pasikutan secara keseluruhan. Penilaian tersebut kemudian dibandingkan dengan ciri-ciri keris yang dikenal dalam tradisi tangguh terkait. Karena penangguhan merupakan bagian dari metode identifikasi tradisional, penyebutan Madiun sebaiknya dipahami sebagai atribusi yang perlu ditinjau berdasarkan keseluruhan karakter bilah dan referensi yang mendukungnya.
Keris Tilam Upih dengan pamor Kulit Semangka dan tangguh Madiun ini menghadirkan perpaduan antara dhapur yang lekat dengan gambaran ketenteraman dan keharmonisan keluarga, motif pamor yang menyiratkan harapan akan kecukupan serta kesejahteraan, dan atribusi tangguh yang berkaitan dengan wilayah Madiun. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya tosan aji yang menarik untuk dipelajari melalui bentuk, penamaan, dan nilai-nilai tradisi yang menyertainya.
F378
Keris Tilam Upih Pamor Kulit Semangka Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 10 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Dhapur Carita Keprabon Kehidupan manusia seperti lakon dramatis yang terpampang di atas panggung dunia, bermain dalam skenario yang telah tertulis oleh Sang Pencipta. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, manusia tampil sebagai pemeran utama, menari di atas lingkaran waktu yang terus berputar. Carita, dalam konteks ini, melambangkan peristiwa atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari…. selengkapnya
Rp 25.000.000Dhapur Brojol Keris Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal memiliki bentuk sederhana. Secara umum, dhapur ini memiliki ricikan yang tidak terlalu rumit, sehingga menampilkan kesan bersahaja dan tidak banyak ornamen. Nama Brojol dalam bahasa Jawa memiliki makna keluar atau terlepas dengan mudah, yang dalam pemaknaan budaya kerap dikaitkan dengan kelancaran, kemudahan, dan… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Banyak Angrem Tombak Banyak Angrem merupakan salah satu bentuk dhapur tombak yang mengambil inspirasi dari perilaku burung angsa atau banyak yang sedang mengerami telur. Dalam bahasa Jawa, banyak berarti angsa, sedangkan angrem berarti mengerami. Penamaan ini menggambarkan sikap seekor induk burung yang menjaga dan melindungi telur-telurnya hingga menetas. Dalam pemaknaan budaya Jawa, Banyak Angrem… selengkapnya
Rp 3.500.000DHAPUR KEBO LAJER Kebo Lajer merupakan nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofi, nama kebo yang melambangkan kerbau dapat dikaitkan dengan kekuatan, keteguhan, dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Piwulangnya mengingatkan manusia agar memiliki daya tahan dan tetap teguh dalam menjalankan tanggung jawab. PAMOR KULIT SEMANGKA Kulit Semangka mengambil nama dari pola yang mengingatkan pada… selengkapnya
Rp 2.500.000DHAPUR DHOLOG Nama Dholog dapat ditempatkan sebagai bagian dari istilah tradisional dalam perkerisan. Secara filosofis, pemaknaannya dapat diarahkan pada kesederhanaan, keteguhan, dan sikap menerima kehidupan dengan apa adanya. Nilai yang ditekankan bukan pada tampilan lahiriah, melainkan pada bagaimana seseorang menjaga laku dan tanggung jawabnya. PAMOR PULO TIRTO Pulo Tirto secara harfiah dapat dimaknai sebagai pulau… selengkapnya
Rp 2.000.000Dhapur Sengkelat (Luk 13) Dhapur Sengkelat merupakan salah satu bentuk keris yang paling terkenal di Nusantara. Namanya sering muncul dalam berbagai babad, cerita rakyat, dan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun. Sengkelat sering dikaitkan dengan Kiai Sengkelat, pusaka Majapahit yang konon hilang setelah dibawa Adipati Blambangan. Dalam berbagai kisah, Sengkelat menjadi simbol keberanian dan suara rakyat… selengkapnya
Rp 40.000.000




















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.