Beranda » Keris » Keris Santan Tangguh Mataram Senopaten
click image to preview activate zoom

Keris Santan Tangguh Mataram Senopaten

Rp 3.500.000
KodeF375
Stok Tersedia (1)
Kategori Keris, Santan
Jenis : Keris Luk 11
Dhapur : Santan
Pamor : Wos Wutah
Tangguh : Mataram Senopaten
Warangka : Gayaman Surakarta, Kayu Trembalo
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Trembalo
Pendok : Blewah, Bahan Kuningan
Mendak : Parijatha, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Bagikan ke

Keris Santan Tangguh Mataram Senopaten

Dhapur Santan

Keris Santan merupakan salah satu nama dhapur keris dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Santan merujuk pada cairan hasil perasan kelapa yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Nusantara sebagai bahan pangan dan pelengkap berbagai masakan tradisional. Penamaan dhapur yang mengambil istilah dari kehidupan sehari-hari seperti ini menunjukkan eratnya hubungan antara dunia perkerisan dengan lingkungan budaya masyarakat Jawa.

Dalam pemaknaan budaya, santan dapat dikaitkan dengan gambaran kecukupan, kemakmuran, dan kebermanfaatan. Kelapa sendiri merupakan tanaman yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup. Filosofi ini dapat menjadi pengingat bahwa nilai seseorang tidak hanya terletak pada kedudukan yang dimiliki, tetapi juga pada seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitarnya.

Pamor Wos Wutah

Pamor Wos Wutah merupakan salah satu motif pamor yang cukup dikenal dalam dunia perkerisan. Nama Wos Wutah berasal dari bahasa Jawa, yakni wos yang berarti beras dan wutah yang berarti tumpah. Motifnya memberikan gambaran seperti beras yang tercecer atau berserakan, dengan pola pamor yang menyebar pada permukaan bilah.

Dalam pemaknaan budaya Jawa, beras merupakan lambang pangan, kecukupan, dan sumber kehidupan. Karena itu, pamor Wos Wutah kerap dihubungkan dengan harapan akan rezeki, kesejahteraan, dan kecukupan dalam menjalani kehidupan. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari tradisi simbolik masyarakat, yang menempatkan motif pamor sebagai pengingat akan harapan dan nilai-nilai kehidupan.

Tangguh Mataram Senopaten

Tangguh Mataram Senopaten merujuk pada perkiraan periode awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam, yang berkaitan dengan masa Panembahan Senapati pada akhir abad ke-16. Periode ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Jawa, ketika Mataram mulai berkembang menjadi kekuatan politik yang berpengaruh di wilayah pedalaman Jawa.

Dalam tradisi penangguhan keris, identifikasi Mataram Senopaten dilakukan dengan mengamati keseluruhan karakter bilah, mulai dari bentuk, ricikan, karakter besi, hingga pola garap dan pasikutan. Ciri-ciri tersebut dibandingkan dengan referensi keris dari periode terkait. Oleh sebab itu, penyebutan tangguh merupakan hasil penilaian berdasarkan tradisi dan perbandingan, bukan kepastian usia tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Keris Santan dengan pamor Wos Wutah dan tangguh Mataram Senopaten ini menghadirkan perpaduan antara nama dhapur yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan gambaran kebermanfaatan, motif pamor yang menyiratkan harapan akan kecukupan rezeki, serta atribusi tangguh yang merujuk pada periode awal perkembangan Mataram Islam. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya tosan aji yang menarik untuk dipahami, baik dari sisi bentuk, nilai simbolik, maupun perjalanan sejarah perkerisan Jawa.

F375

Keris Santan Tangguh Mataram Senopaten

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 6 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait