● online
Keris Kebo Lajer Tangguh Madiun Utuh Sepuh
Rp 3.000.000| Kode | F348 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Kebo Lajer, Keris |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Kebo Lajer |
| Pamor | : Ngulit Semangka |
| Tangguh | : Madiun |
| Warangka | : Ladrang Suakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Timoho |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Rujakwuni, Bahan Kuningan |
Keris Kebo Lajer Tangguh Madiun Utuh Sepuh
DHAPUR KEBO LAJER
Kebo Lajer adalah keris lurus atau leres, dengan ciri utama gandik yang panjang dan pejetan.
Kebo berarti kerbau, sedangkan lajer dapat dimaknai sebagai sesuatu yang lurus, tegak, atau memanjang. Dari sini, Kebo Lajer dapat dibaca sebagai simbol kekuatan, keteguhan, dan ketekunan.
Kerbau adalah gambaran kekuatan yang tidak banyak bicara, tetapi terus bekerja. Bilah yang lurus mengingatkan manusia untuk tetap teguh pada jalan yang diyakini.
Kuat dalam menjalankan tanggung jawab, tekun dalam bekerja, dan lurus dalam menjalani kehidupan.
Pemaknaan ini merupakan tafsir simbolik terhadap nama dhapur, bukan filosofi baku yang mengikat.
PAMOR KULIT SEMANGKA
Pamor Kulit Semangka memiliki motif berupa alur-alur yang tidak teratur, menyerupai corak kulit semangka.
Pada keris ini, teknik tempa pamornya adalah mlumah, dengan kemunculan motif secara tiban.
Secara sederhana, motifnya yang berkelok dapat dimaknai sebagai gambaran kehidupan yang tidak selalu lurus. Ada belokan, perubahan, dan keadaan yang harus dihadapi.
Dari sana lahir sebuah pengingat:
Hidup perlu luwes, tetapi bukan berarti kehilangan prinsip.
Mampu menyesuaikan diri, mampu menempatkan diri, dan tetap menjadi diri sendiri. Sebab keluwesan bukan tentang mengikuti semua keadaan, melainkan tahu kapan harus menyesuaikan dan kapan harus tetap teguh.
Pemaknaan tersebut merupakan simbolisme budaya dan doa atau harapan pemilik, bukan sifat objektif yang melekat secara ilmiah pada pamor.
TANGGUH MADIUN
Tangguh Madiun dapat dikenali melalui keseluruhan karakter bilah, mulai dari pasikutan, garap, bahan, hingga pamornya.
Dalam tradisi perkerisan, keris Madiun sering digambarkan memiliki pasikutan yang kemba, besi yang terlihat seperti basah meskipun sebenarnya kering, pamor yang cenderung lumer dan pandes, serta bilah yang relatif tebal.
Namun, tangguh tidak cukup ditentukan oleh satu ciri saja. Keris adalah hasil dari zaman, tangan, bahan, dan lingkungan tempat ia lahir.
Madiun sendiri memiliki perjalanan panjang dalam sejarah Jawa dan tradisi tosan aji. Perubahan zaman, perdagangan, ketersediaan bahan, serta perkembangan teknologi tempa turut membentuk karakter keris yang dihasilkan.
Karena itu, keris Madiun tidak harus selalu sederhana atau wagu. Ada pula keris Madiun dengan garap dan bentuk yang sangat baik.
Pada akhirnya, tangguh bukan sekadar nama, tetapi cara membaca jejak zaman yang tertinggal pada sebuah bilah.
Kebo Lajer mengajarkan keteguhan.
Kulit Semangka mengajarkan keluwesan.
Madiun mengingatkan bahwa setiap pusaka memiliki jejak zamannya.
Dan mungkin, dari sebuah keris kita belajar satu hal sederhana:
hidup perlu kuat, tetapi tidak kaku; perlu luwes, tetapi tidak kehilangan arah.
F348
Keris Kebo Lajer Tangguh Madiun Utuh Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 11 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Singa Sinebaning Dilah merupakan salah satu dhapur keris yang tergolong sangat langka, terutama pada kategori keris sepuh. Daya tarik utamanya terletak pada sosok singa yang dipahat anggun pada bagian gandik, dengan garap relief yang sangat rinci. Ketelitian pahatan tersebut memperlihatkan kematangan rasa sekaligus kepiawaian teknik seorang empu. Ricikan pada bilah juga masih tampak utuh… selengkapnya
Rp 150.000.000Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 2.900.000Keris Pamor Sodo Lanang Sodo Sakler, Sodo adalah lidi, Sakler adalah satu batang, arti harafiahnya adalah Lidi Sebatang. Mungkin di setiap daerah berbeda penyebutannya, seperti ada yang menyebut adeg siji, sodo saren atau sodo lanang. Sesuai dengan namanya gambaran motif pamornya berupa garis lurus membujur sepanjang tengah bilah atau jika terdapat pada keris luk, garisnya membujur dari sor-soran hingga… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Singo Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 100.000.000Dhapur Tilam Upih Dalam adat Jawa, terdapat tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yaitu Metu, Manten, dan Mati—atau kelahiran, perkawinan, dan kematian. Peristiwa perkawinan memiliki tradisi khusus berupa keris Kancing Gelung, di mana pada masa lampau, orang tua pihak mempelai perempuan memiliki kewajiban utama memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai Kancing Gelung. Jika pihak… selengkapnya
Rp 3.500.000DHAPUR JALAK SANGU TUMPENG Jalak Sangu Tumpeng adalah salah satu dhapur keris lurus atau leres. Ricikannya antara lain gandik lugas, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan tingil. Namanya dapat dimaknai dari tiga kata: jalak, sangu, dan tumpeng. Jalak menggambarkan kelincahan dan kemampuan membaca keadaan. Sangu berarti bekal, sedangkan tumpeng menjadi simbol syukur dan doa…. selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Pandawa Lare Keleng Majapahit Keris ini memiliki dhapur Pandhawa Lare, salah satu dhapur keris luk 5 dengan ricikan berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng. Nama Pandhawa Lare diambil dari kisah masa kanak-kanak para Pandawa ketika bersama Dewi Kunti menjalani berbagai ujian kehidupan setelah lolos dari peristiwa Bale Sigala-gala…. selengkapnya
Rp 7.500.000














Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.