● online
Keris Tilam Upih Pamor Lar Gangsir
Rp 6.750.000| Kode | F349 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Tilam Upih |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Lar Gangsir |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Kemuning |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Widengan, Bahan Kuningan |
Keris Tilam Upih Pamor Lar Gangsir
DHAPUR
Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang cukup populer dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Tilam Upih secara harfiah merujuk pada tikar atau alas yang terbuat dari upih, yaitu pelepah pinang atau bahan sejenis yang dianyam.
Dalam pakem dhapur, Tilam Upih memiliki bentuk bilah yang sederhana dengan ricikan yang tidak terlalu banyak. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi salah satu cirinya. Tilam Upih sering dipahami sebagai simbol ketenteraman, tempat beristirahat, dan kebutuhan dasar manusia untuk memiliki tempat berpijak dalam menjalani kehidupan.
Filosofi tersebut dapat dibaca sebagai piwulang bahwa kehidupan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang berlebihan. Sebagaimana tikar menjadi alas untuk beristirahat, manusia juga membutuhkan landasan yang baik agar dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan tertata.
PAMOR
Pamor Lar Gangsir merupakan salah satu motif pamor yang secara visual memperlihatkan pola menyerupai gerakan atau jejak sayap serangga yang sedang bergerak. Nama Lar Gangsir berkaitan dengan istilah lar yang dapat dimaknai sebagai sayap, sementara gangsiran memberikan gambaran tentang gerakan atau jejak yang terbentuk.
Secara tradisional, pamor Lar Gangsir kerap dimaknai sebagai simbol gerak, kelincahan, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi perubahan. Tafsir tersebut merupakan bagian dari pemaknaan budaya terhadap motif pamor, bukan suatu kepastian mengenai tuah yang melekat pada sebuah bilah.
TANGGUH
Tangguh Tuban merupakan salah satu penamaan tangguh dalam tradisi perkerisan Jawa yang dikaitkan dengan wilayah Tuban dan perkembangan budaya keris pada masa Jawa-Islam.
Tuban memiliki posisi penting dalam sejarah pesisir utara Jawa. Wilayah ini sejak masa lampau dikenal sebagai salah satu bandar perdagangan dan pusat pertemuan berbagai kebudayaan. Lingkungan tersebut turut membentuk karakter kebudayaan pesisir yang terbuka terhadap interaksi dengan berbagai daerah dan tradisi.
Dalam membaca tangguh, penentuan Tuban tidak cukup hanya berdasarkan satu ciri fisik bilah. Biasanya perlu diperhatikan secara bersama-sama berbagai unsur seperti bentuk bilah, ricikan, garap, karakter besi dan pamor, serta kesesuaian dengan referensi keris tangguh yang telah dikenal dalam tradisi perkerisan.
Dengan demikian, penyebutan Tangguh Tuban pada keris ini merupakan pembacaan berdasarkan karakter bilah dan perbandingan dengan ciri-ciri yang dikenal dalam tradisi tangguh, bukan semata-mata penetapan berdasarkan asal daerah.
Keris Tilam Upih Pamor Lar Gangsir
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 22 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Pamor Brahma Watu Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap mantap dan terbuka. Pamor Brahma Watu tampil dengan motif gumpalan atau lingkaran menyerupai batu yang tersusun berurutan dari pangkal… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Naga Sapta Kinatah Emas Naga adalah salah satu makhluk mitologis yang jejaknya hadir hampir di seluruh belahan dunia. Setiap peradaban memiliki tafsir dan rupa tersendiri tentang naga, termasuk masyarakat Jawa yang mengenalnya sebagai makhluk agung, penjaga kesucian, sekaligus simbol kekuatan yang berasal dari alam adikodrati. Dalam tradisi Jawa, kisah-kisah tentang naga bukan sekadar dongeng,… selengkapnya
Rp 150.000.000Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 15.000.000Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Raja Kamkam Keris ini memiliki dhapur Brojol, salah satu dhapur keris lurus yang erat dengan filosofi kelahiran dan awal kehidupan. Nama Brojol menggambarkan proses lahirnya manusia ke dunia, sehingga menjadi pengingat tentang kerendahan hati, kepasrahan, dan kesadaran akan asal kehidupan. Brojol juga dimaknai sebagai harapan agar setiap urusan dapat mbrojol,… selengkapnya
Rp 4.500.000DHAPUR KEBO LAJER Kebo Lajer merupakan nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofi, nama kebo yang melambangkan kerbau dapat dikaitkan dengan kekuatan, keteguhan, dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Piwulangnya mengingatkan manusia agar memiliki daya tahan dan tetap teguh dalam menjalankan tanggung jawab. PAMOR KULIT SEMANGKA Kulit Semangka mengambil nama dari pola yang mengingatkan pada… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Sengkelat Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Membicarakan… selengkapnya
Rp 35.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 26.000.000Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan seseorang untuk menapaki laku hidup dengan hati yang bersih. Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu dalam satu bilah. Pamor Triman, dalam… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Murma Malela Mataram Amangkurat Nama Murma Malela sendiri berasal dari dua kata Jawa kuno: murma yang berarti tenang, sabar, dan pasrah, serta malela yang berarti berani, teguh, dan tidak gentar. Maka, filosofi dari Murma Malela adalah keteguhan dalam ketenangan — keberanian yang tidak lahir dari amarah, melainkan dari keyakinan. Ia menjadi simbol pribadi yang… selengkapnya
Rp 3.700.000
















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.