● online
- Keris Pandhawa Prasaja Pengawak Waja
- Keris Pamor Sodo Lanang
- Keris Makoro Kinatah Emas Pamor Wiji Timun
- Keris Jalak Nyucup Madu Pamor Wengkon Isen
- Keris Sinom Kinatah Emas Mataram Amangkurat
- Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak
- Keris Tilam Upih Pamor Bendo Segodo Sepuh
- Keris Waluring Luk 15 Kalawijan
Keris Singa Barong Luk 13 Kinatah Emas
Rp 100.000.000| Kode | P250 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Singa Barong |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Singa Barong |
| Pamor | : Wos Wutah Tungguk Kukus |
| Tangguh | : Mataram Senopaten |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana Wangi |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Trembalo |
| Pendok | : Blewah, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Tembaga |
Keris Singa Barong Luk 13 Kinatah Emas
Dhapur Singo Barong Luk 13
Dhapur Singa Barong dikenal memiliki ragam luk yang beragam, mulai dari lurus, luk 3, luk 5, luk 7, hingga luk 13. Seluruhnya memiliki ciri khas yang sama pada bagian gandik, berupa ornamen Singa Jantan dalam posisi duduk bertumpu pada kedua kaki belakang, dengan kedua kaki depan lurus menyangga tubuh. Pada beberapa pusaka, ornamen ini dihias dengan lapisan emas atau perak, meski ada pula yang dibiarkan polos tanpa pelapisan logam lain. Dan kebetulan, pusaka yang satu ini menampilkan kinatah emas asli.
Kinatah emas pada bilahnya tidak hanya menghiasi ganan singa semata, tetapi juga mencakup tiga bidang lain, yakni pada bagian wuwungan serta kedua sisi gonjo. Dengan demikian, jika dihitung secara keseluruhan, terdapat lima bidang yang terhias dan dilapisi emas, yang dalam istilah tinatah dikenal sebagai panca wadhana atau gangsal wadhana.
Secara filosofis, Keris Singa Barong merepresentasikan simbol kekuasaan, kewibawaan, dan pengendalian diri. Sosok singa dalam khazanah Nusantara tidak semata dimaknai sebagai lambang keberanian, tetapi juga sebagai penjaga keseimbangan antara kekuatan lahir dan kebijaksanaan batin. Karena itu, dhapur Singa Barong kerap diasosiasikan dengan pemimpin atau pribadi yang memikul tanggung jawab besar, dituntut tegas dalam sikap namun matang dalam pertimbangan.
Posisi singa dalam sikap Jhampasimha atau Udyata—mengaum namun tetap duduk mantap—mengandung ajaran bahwa kekuatan sejati tidak selalu diwujudkan melalui amarah dan agresi, melainkan melalui kesiapsiagaan, penguasaan diri, dan kesadaran penuh. Inilah sebabnya keris Singa Barong sering dipandang sebagai pusaka yang “sinengker”: kuat, tertutup, dan tidak mudah menunjukkan daya pengaruhnya kepada sembarang orang.
Adapun kinatah emas dengan susunan panca wadhana melambangkan kesempurnaan laku dan kelengkapan unsur kepemimpinan: keberanian, kewibawaan, kebijaksanaan, keadilan, dan tanggung jawab. Emas sendiri dimaknai sebagai simbol kemuliaan budi serta kemantapan niat, sehingga kehadirannya pada bilah Singa Barong bukan semata hiasan estetis, melainkan penegasan nilai luhur yang menyertai pusaka tersebut.
Pamor Wos Wutah Tunggul Kukus
Pamor ini kami sebut Wos Wutah Tunggul Kukus, karena pada pola motifnya tampak satu bentuk utama yang menonjol, berangkat dari pangkal bilah dengan susunan menyerupai segitiga: lebar di bagian bawah, lalu mengerucut ke atas dan terus mengikuti alur luk, layaknya kukusan nasi tradisional dari anyaman bambu. Gambaran tersebut semakin kuat dengan kesan seolah asap mengepul dari lubang kecil di puncak kerucutnya.
Sementara itu, jika dicermati lebih rinci, susunan pamornya membentuk bulatan-bulatan halus yang lembut, ciri khas pamor Wos Wutah, sehingga keseluruhan motif menghadirkan perpaduan yang unik antara bentuk tunggul kukus yang tegas dengan sebaran wos wutah yang merata dan hidup.
Secara filosofis, pamor Wos Wutah dimaknai sebagai simbol rezeki yang tercurah, kemakmuran yang menyebar, serta berkah yang tidak terpusat pada satu titik saja, melainkan mengalir dan terbagi secara adil. Ia menggambarkan kehidupan yang subur, cukup sandang pangan, serta kesejahteraan yang hadir melalui kerja, ketekunan, dan ketulusan niat.
Adapun bentuk Tunggul Kukus mengandung makna proses dan laku. Kukusan nasi adalah perlambang pengolahan: beras yang mentah tidak serta-merta menjadi makanan, melainkan harus melalui tahapan panas, uap, dan waktu. Ini mengajarkan bahwa kematangan hidup, kedewasaan jiwa, serta keberhasilan sejati hanya dapat dicapai melalui proses, kesabaran, dan pengendalian diri. Asap yang seolah mengepul dari puncak kukusan dimaknai sebagai doa dan harapan yang naik ke atas, menyertai setiap usaha yang dijalani dengan niat baik.
Ketika kedua unsur ini berpadu, Wos Wutah Tunggul Kukus menjadi pamor yang melambangkan rezeki yang lahir dari proses yang benar. Bukan kekayaan yang datang secara tiba-tiba, melainkan kemakmuran yang tumbuh perlahan, stabil, dan membawa manfaat tidak hanya bagi pemiliknya, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya. Karena itu, pamor ini kerap diasosiasikan dengan pribadi yang tekun, rendah hati, dan mampu mengelola kelimpahan dengan kebijaksanaan.
Tangguh Mataram Senopaten
Dalam Serat Centhini, tangguh Mataram Senopaten digambarkan sebagai pusaka dengan perawakan pasikutan yang prigel dan bagus, besi bersemu biru, kering namun halus, pamor menancap pandhes, berwatak ngawat, kencang, dan keras—sebuah pusaka yang tan ana kang nguciwani, tidak mengecewakan. Keris-keris pada masa ini umumnya masih membawa karakter Majapahit, karena banyak empu pada masa Panembahan Senopati merupakan empu Majapahit atau keturunannya. Salah satu tokoh empu penting pada masa peralihan ini adalah Empu Supo Anom, yang juga dikenal sebagai Empu Kinom.
Dalam Pakem Pusaka Duwung, Sabet, Tombak peninggalan R.Ng. Ronggowarsito (ditulis ulang oleh R.Ng. Hartokretarto, 1964), digambarkan ciri-ciri keris Senopaten dengan gandik sedang hingga agak panjang, sekar kacang besar, tikel alis, pejetan, dan sogokan yang dalam serta lebar. Wilahnya berperawakan sedang, agak tebal, dengan luk yang kekar. Besinya halus, agak kering, dan pamornya putih terang serta alus.
Keris tangguh Mataram Senopaten juga banyak dijumpai menggunakan gonjo sebit ron tal, dinamai demikian karena bentuk wuwungannya menyerupai sobekan daun tal (siwalan). Bentuk gonjo ini banyak diminati, karena sering dijumpai pada keris-keris bergelar tua, di mana ekor cicak tidak terlalu runcing. Hal ini berbeda dengan gonjo nguceng mati, yang memiliki sirah cecak kecil dan lancip serta buntut panjang dan tajam. Keseluruhan ciri tersebut menegaskan karakter tangguh Senopaten sebagai pusaka masa peralihan: kokoh, matang, dan sarat wibawa sejarah.
P250
Keris Singa Barong Luk 13 Kinatah Emas
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 5.000 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili Dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno disebutkan bahwa Kidang Soka merupakan salah satu dhapur keris yang kaya ricikan. Pada umumnya, dhapur ini dilengkapi dengan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng, serta memiliki variasi luk seperti luk… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Keris Carita Genengan Pajajaran Carito berarti sesuatu yang sedang berjalan atau suatu peristiwa, atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan manusia sehari hari. Manusia dalam hidupnya memainkan alur cerita (carito) dan lakonnya sendiri-sendiri. Hidup yang kita jalani sekarang adalah hasil dari pemilihan seseorang tentang keputusan dan peran kehidupan yang akan dijalaninya. Genengan / Gunungan adalah salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Singa Sinebaning Dilah merupakan salah satu dhapur keris yang tergolong sangat langka, terutama pada kategori keris sepuh. Daya tarik utamanya terletak pada sosok singa yang dipahat anggun pada bagian gandik, dengan garap relief yang sangat rinci. Ketelitian pahatan tersebut memperlihatkan kematangan rasa sekaligus kepiawaian teknik seorang empu. Ricikan pada bilah juga masih tampak utuh… selengkapnya
Rp 150.000.000Pandhawa Prasaja Nama Pandawa Prasaja menyimpan ajaran luhur tentang keseimbangan antara kekuatan lahir dan kejernihan batin.Kata Pandawa merujuk pada lima kesatria utama dalam epos Mahabharata — Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.Kelima tokoh ini bukan sekadar sosok dalam cerita pewayangan, tetapi simbol dari laku manusia yang berjuang menegakkan kebenaran dengan caranya masing-masing. Yudhistira melambangkan kejujuran… selengkapnya
Rp 1.800.000Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 55.000.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 3.000.000DHAPUR JALAK NYUCUP MADU Dhapur Jalak Nyucup Madu menggambarkan seekor burung jalak yang sedang mengisap madu. Gambaran tersebut dapat dimaknai sebagai perlambang manusia yang tekun mencari sesuatu yang baik dan bermanfaat dalam kehidupannya. Madu menjadi simbol sesuatu yang manis dan bernilai, sementara proses mencarinya mengingatkan bahwa hasil yang baik membutuhkan ketekunan dan kesungguhan. PAMOR WENGKON… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka,… selengkapnya
Rp 4.000.000
































Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.