● online
- Keris Sinom Mataram Amangkurat
- Keris Jalak Sumelang Gandring Mageti Sepuh
- Keris Karno Tinanding Luk 17 Bali Sepuh
- Keris Sambada Luk 3 Pamor Ron Genduru
- Tongkat Komando Isi Tombak Biring Jaler
- Keris Tilam Sari Pamor Tejo Kinurung
- Keris Santan Pamor Pandita Bala Pandita
- Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba
Pusaka Tindih Wedhung Kabudhan Kuno
Rp 4.555.000| Kode | DON150 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Wedhung |
| Jenis | : Wedhung |
| Dhapur | : Wedhung |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Kabudhan |
| Warangka | : Bahan kayu jati |
Pusaka Tindih Wedhung Kabudhan Kuno
Wedhung
Wedung atau Wedhung adalah salah satu jenis senjata tradisional Jawa yang dulu merupakan kelengkapan pakaian pejabat keraton tertentu. Tidak seperti keris yang hanya dikenakan oleh pria, di keraton wedung bisa dikenakan pria dan wanita. Bentuk wedung seperti pisau pendek, ujungnya runcing, sisi depannya tajam, sedangkan punggungnya tumpul. Pada sisi depan bagian bawah ada bagian yang bentuknya indah, sedangkan pangkal yang menghadap kehulu dibentuk mirip bentuk greneng keris. Wedung dikenakan pada samping pinggang sipemakai, agak arah kedepan.
Menurut keterangan dari beberapa sumber, sejak dulu hingga sekarang wedhung merupakan senjata ampilan (resmi) bagi para abdi dalem keraton yang berpangkat lurah ke atas (baik laki-laki maupun perempuan) dan para pejabat keraton.
Menurut Pustaka Sri Radyalaksana, wedhung yang dikenakan oleh pejabat tinggi keraton dinamakan dengan Pasikon. Dalam bahasa Jawa Krama Inggil, pasikon berarti bahwa senjata tersebut dipakai lurus dengan siku kiri dan berada pada tali kampuh, dan tali kampuh tersebut dipakai di pinggang, senjata tersebut lurus dengan cethik sethik sebelah kiri.
Pusaka Tindih
Pusaka Tindih adalah sebutan bagi sebilah tosan aji yang dianggap mempunyai tuah yang baik bagi para kolektor tosan aji. Di kalangan para kolektor tosan aji, sering ada anggapan bahwa di antara pusaka koleksinya mungkin ada yang mempunyai energi / tuah buruk. Walau demikian, is merasa sayang untuk membuang (melarung) atau menjualnya. Untuk menetralkan atau menangkal pengaruh buruk dan energi / tuah pusaka yang jelek itu, biasanya para kolektor memiliki pusaka tindih.
Pusaka Tindih ini dianggap mempunyai kekuatan yang dapat meredam segala pengaruh buruk dari pusaka lain. Dengan memiliki satu atau beberapa buah pusaka tindih, sang kolektor akan merasa dirinya lebih aman. Pusak-pusaka yang sering dianggap sebagai pusaka tindih pada umumnya adalah pusaka dengan tangguh tua. Dalam tempat penyimpanan pusaka tindih, umpamanya di lemari pusaka, biasanya pusaka yang dianggap sebagai pusaka tindih ditempatkan di bagian rak yang paling atas.
DON150
Pusaka Tindih Wedhung Kabudhan Kuno
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.375 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 110.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Sengkelat Corok Kinatah Emas Sengkelat ada yang menyebutnya Sangkelat, adalah salah satu bentuk dhapur luk tiga belas. Keris dhapur Sangkelat mudah dijumpai karena banyak jumlahnya dan salah satu dhapur klangenan yang dianggap wajib dimiliki oleh Pecinta Tosan Aji. Selain keris pusaka Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, ada beberapa pusaka milik keraton… selengkapnya
Rp 50.000.000Dhapur Parungsari Dhapur Parungsari memiliki kemiripan yang kuat dengan dhapur Sengkelat, baik dari jumlah luk maupun ricikannya. Yang membedakan hanya lambe gajah, di mana Sengkelat memiliki satu lambe gajah, sedangkan Parungsari memiliki dua. Perbedaan kecil seperti ini—tingil, lambe gajah, sraweyan, atau odo-odo—sering kali menjadi penentu identitas dhapur keris, sehingga keliru mengenalinya juga berarti keliru memahami… selengkapnya
Rp 4.300.000Keris Naga Liman Kinatah Emas NAGA LIMAN, adalah salah satu bentuk dhapur keris, dimana bagian gandik keris diukir dengan bentuk kepala gajah, lengkap dengan belalainya (kadang dibuat sangat detail lengkap dengan bagian gading dan telinga) tetapi tanpa badan sang gajah itu sendiri karena badan naga liman merupakan perwujudan dari sosok ular (biasanya dibuat tersamar mirip… selengkapnya
Rp 37.000.000Keris Pasopati Damar Murub Urubing Dilah Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilahnya dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, greneng, ri pandan dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan. Keberadaan dhapur Pasopati telah… selengkapnya
Rp 6.000.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.