Beranda » Keris » Keris Korowelang Kinatah Emas
click image to preview activate zoom

Keris Korowelang Kinatah Emas

Rp 25.000.000
KodeP233
Stok Tersedia (1)
Kategori Keris, Korowelang
Jenis : Keris Luk 13
Dhapur Korowelang - Kinatah Emas
Pamor Kulit Semangka
Tangguh Mataram Sultan Agung
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Gandar Iras
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Kemuning
Pendok : Blewah, Bahan Mamas
Mendak : Kendhit, Bahan Perak
Tentukan pilihan yang tersedia!
Bagikan ke

Keris Korowelang Kinatah Emas

Dhapur Korowelang

Korowelang adalah singkatan dari “Perkoro piweling lan piwulang”, yang memiliki makna sebagai nasehat dan ajaran untuk mengingatkan kita bahwa waktu (kolo) tidak akan pernah bisa kembali.

Tombak dan Keris Korowelang juga sering disebut Kolowelang yang berasal dari kata “Kolo/Kala” yang artinya waktu dan “Welang” adalah nama ular berbisa yang mematikan.

Pesan yang tersirat dari Kolowelang adalah untuk mengingatkan agar kita memanfaatkan waktu didunia yang hanya sebentar ini untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan beribadah kepada TUHAN seperti yang telah dinasehatkan dan di ajarkan oleh para leluhur.

Karena jika waktu yang hanya sebentar ini disia-siakan, maka waktu (Kolo) justru akan menjadi ular berbisa yang mematikan.

Inilah salah satu hal yang mendasari kenapa angka 13 menjadi begitu istimewa didunia Tosan Aji. Ada sesuatu yang berbeda atau ada perbawa tersendiri saat menanting Keris atau Tombak ber-luk 13 karena pusaka tersebut memang dibabar untuk sebuah misi besar.

Misalnya saja Keris dhapur Sengkelat yang paling terkenal sebagai Keris bertuah kewibawaan dan merupakan lambang kestabilan serta kebijaksanaan yang dahulu diperuntukkan bagi para pemimpin dan para penguasa.

Bahkan sampai saat ini Keris Sengkelat masih digemari oleh para pemimpin dan pejabat pemerintahan sebagai piandel untuk menunjang jabatan atau kekuasaaannya. Bagi seorang pemimpin tentunya dibutuhkan kestabilan dan kebijaksanaan dalam memimpin.

Pamor Kulit Semangka

Pamor Kulit Semangka, atau Ngulit Semangka, dinamai demikian karena coraknya menyerupai kulit buah semangka—berlapis, teratur, dan tampak hidup. Dalam filsafat Jawa, pamor ini dimaknai sebagai lambang rezeki yang berlapis dan berkesinambungan; bukan datang secara tiba-tiba lalu habis, melainkan mengalir seiring usaha, ketekunan, dan kecermatan pemiliknya.

Secara tuah, pamor Kulit Semangka dipercaya mendukung sifat optimis, keluwesan dalam pergaulan, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Ia mengajarkan kemampuan menyesuaikan diri tanpa kehilangan prinsip—fleksibel nanging ora kecalan waton. Rezeki yang dibawanya tidak semata bersifat materi, tetapi juga berupa kemudahan relasi, kejernihan berpikir, dan kematangan rasa dalam menghadapi dinamika kehidupan.

P233

Keris Korowelang Kinatah Emas

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 1.031 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait