● online
- Keris Brojol Pamor Mayang Mekar
- Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontempor
- Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli
- Keris Panji Nom Kinatah Emas Gonjo Wilut
- Tombak Cekel Tuban Sepuh
- Keris Parungsari Tangguh Tundung Madiun
- Keris Carang Soka Pamor Lintang Kemukus
- Keris Nagasasra Kinatah Emas Kamarogan
Keris Naga Bongkokan Kinatah Emas
Rp 40.000.000| Kode | P041 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Naga Bongkokan |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Naga Bongkokan |
| Pamor | : Pulo Tirto |
| Tangguh | : Demak |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho |
Keris Naga Bongkokan Kinatah Emas
Keris Naga Bongkokan Kinatah Emas
Dhapur keris Naga Bongkokan merupakan bentuk yang memvisualkan sosok naga yang tampak seperti dalam keadaan terikat atau dibongkok—sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang menunjukkan kondisi sesuatu yang terlilit, dibatasi, atau berada dalam ikatan tertentu. Naga dalam tradisi Jawa adalah perlambang kekuatan besar, kewibawaan, unsur penguasa air dan bumi, serta kemampuan menjaga keseimbangan alam. Ketika naga ini digambarkan dalam kondisi terikat, maknanya bukan bahwa kekuatannya hilang, tetapi bahwa kekuatan tersebut berada dalam batas, dalam pengendalian, dan ditata agar tidak keluar secara liar.
Makna ikatan pada Naga Bongkokan menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kekuatan besar justru memikul tanggung jawab yang lebih besar pula. Dalam konsep Jawa, orang besar itu tidak bebas; ia justru terikat pada amanah, aturan, sumpah, tata nilai, dan sebuah janji moral yang harus dijalankan. Ikatan itu bukan belenggu yang melemahkan, tetapi pagar yang menjaga agar kekuatan tidak berubah menjadi kesewenang-wenangan. Dengan demikian, pusaka ini mengajarkan bahwa kemampuan besar harus dibatasi oleh etika, norma, dan tanggung jawab.
Dalam aspek batin, Naga Bongkokan melambangkan energi besar yang sudah melewati proses pematangan, sehingga menjadi energi yang siap diarahkan pada tujuan yang benar. Sama seperti air yang jika bebas bisa merusak dan menghancurkan, tetapi jika diarahkan melalui saluran menjadi sumber kehidupan, kekuatan besar yang terikat justru memberi berkah. Maka filosofi Naga Bongkokan adalah tentang kekuatan yang dikendalikan, kemampuan membatasi diri, kesetiaan terhadap amanah, serta kedewasaan spiritual dalam menjaga kekuatan agar mengalir pada maslahat, bukan pada kerusakan.
P041
Keris Naga Bongkokan Kinatah Emas
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.194 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Carita Gandhu Dhapur Carita Gandhu memiliki makna simbolik yang mendalam, lebih dari sekadar bentuk fisiknya sebagai sebilah keris. Nama ini berasal dari dua kata, “carita” yang berarti kisah atau perjalanan hidup, dan “gandhu” yang bermakna keharuman atau kesan baik yang tertinggal. Secara filosofis, Carita Gandhu mengajarkan bahwa kehidupan setiap manusia kelak akan menjadi sebuah… selengkapnya
Rp 15.550.000Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak Dhapur Mangkurat pada sebuah keris merupakan simbol sosok pemimpin yang memikul amanah besar. Kata Mangkurat atau Amangkurat secara harfiah berasal dari “amangku” (memangku atau mengemban) dan “rat” (bumi atau negara), sehingga berarti pemangku negara, pengemban bumi, atau pihak yang menanggung tanggung jawab terhadap kehidupan banyak orang. Filosofi ini menggambarkan seorang… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 100.000.000Dhapur Pulanggeni Pulanggeni merupakan salah satu bentuk dhapur keris luk lima yang cukup populer di dunia perkerisan di Pulau Jawa. Pulang Geni bermakna ratus, hio atau dupa atau juga kemenyan (keharuman yang bersifat religius), memberikan makna bahwa dalam kehidupan banyaklah berbuat kebaikan agar jati diri menebar harum dan selalu dikenang walau hayat sudah tidak dikandung… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Brojol Pamor Udan Mas Sepuh Sebilah keris lurus berdhapur Brojol ini menghadirkan kesederhanaan bentuk yang menyimpan kedalaman makna. Keistimewaannya terletak pada pamor Udan Mas, pamor klasik yang sejak lama dipandang sebagai salah satu simbol kemakmuran paling luhur dalam tradisi perkerisan Nusantara. Pamor Udan Mas kerap disalahpahami sebagai pamor yang menjanjikan kekayaan secara instan. Padahal,… selengkapnya
Rp 15.000.000Dhapur Panimbal Dhapur Panimbal merupakan salah satu bentuk keris luk sembilan yang memiliki ciri khas fisik yang mudah dikenali. Bilahnya berukuran sedang dengan pemukaan memakai ada-ada, sehingga tampilannya tampak nggigir lembu. Ricikan yang menyertai di antaranya kembang kacang, lambe gajah, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, serta greneng. Dhapur ini termasuk populer dan banyak dijumpai, terutama pada… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Jalak Dinding Pamor Tunggak Semi Wirasat Demak selalu memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Jawa. Julukannya sebagai “Kota Wali” bukan sekadar predikat manis, tetapi representasi dari peran penting Demak sebagai poros penyebaran Islam di tanah Jawa. Di sinilah kerajaan Islam pertama berdiri, di sinilah para Wali Songo bertemu gagasan, membangun tradisi, dan meninggalkan jejak budaya… selengkapnya
Rp 20.000.000Keris Mesem Pamor Wengkon Isen Dhapur Mesem sering kali dianggap serupa dengan Sempaner dan Tumenggung karena ketiganya memiliki bentuk lurus, sama-sama memakai sekar kacang, dan tidak menggunakan sogokan. Namun, bila dicermati lebih dalam, terdapat perbedaan halus di antara mereka. Dhapur Sempaner memiliki sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, tikel alis, pejetan, dan ripandan. Sedangkan Tumenggung… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Parungsari Pamor Udan Mas Tiban Amangkurat Dhapur Parungsari memiliki kemiripan yang kuat dengan dhapur Sengkelat, baik dari jumlah luk maupun ricikannya. Yang membedakan hanya lambe gajah, di mana Sengkelat memiliki satu lambe gajah, sedangkan Parungsari memiliki dua. Perbedaan kecil seperti ini—tingil, lambe gajah, sraweyan, atau odo-odo—sering kali menjadi penentu identitas dhapur keris, sehingga keliru… selengkapnya
Rp 9.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 26.000.000








Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.