● online
Tombak Banyak Angrem Sepuh
Rp 3.500.000| Kode | F379 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Banyak Angrem, Keris |
| Jenis | : Tombak |
| Dhapur | : Banyak Angrem |
| Pamor | : Ngulit Semangka |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Tutup Tombak, Bahan Kayu Cendana Jawa |
| Deder/Handle | : Landeyan Panukup, Bahan Kayu Cendana Jawa |
| Pendok | : - |
| Mendak | : Methuk Iras |
Tombak Banyak Angrem Sepuh
Dhapur Banyak Angrem
Tombak Banyak Angrem merupakan salah satu bentuk dhapur tombak yang mengambil inspirasi dari perilaku burung angsa atau banyak yang sedang mengerami telur. Dalam bahasa Jawa, banyak berarti angsa, sedangkan angrem berarti mengerami. Penamaan ini menggambarkan sikap seekor induk burung yang menjaga dan melindungi telur-telurnya hingga menetas.
Dalam pemaknaan budaya Jawa, Banyak Angrem kerap dikaitkan dengan gambaran kasih sayang, kesabaran, perlindungan, dan tanggung jawab dalam menjaga kehidupan. Filosofi ini mengandung piwulang bahwa sesuatu yang berharga membutuhkan ketekunan dan perhatian untuk merawatnya. Sebagaimana induk burung yang mengerami telurnya, kehidupan pun membutuhkan kesabaran dan kesungguhan agar dapat tumbuh serta berkembang dengan baik.
Pamor Ngulit Semangka
Pamor Ngulit Semangka merupakan salah satu motif pamor yang memiliki pola menyerupai permukaan kulit buah semangka. Istilah ngulit dalam bahasa Jawa merujuk pada kulit atau permukaan luar, sehingga penamaan ini menggambarkan tampilan pamor yang memiliki susunan garis dan guratan khas seperti tekstur kulit semangka.
Dalam tradisi pemaknaan pamor Jawa, Ngulit Semangka kerap dikaitkan dengan harapan akan ketenteraman, kecukupan rezeki, dan kehidupan yang sejahtera. Buah semangka yang memiliki banyak biji juga sering dijadikan gambaran keberlimpahan dan kesuburan. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari simbolisme budaya masyarakat perkerisan yang menjadikan motif pamor sebagai sarana menyampaikan harapan dan nilai-nilai kehidupan.
Tangguh Pajajaran
Tangguh Pajajaran merupakan salah satu kategori tangguh dalam tradisi perkerisan yang dikaitkan dengan Kerajaan Sunda Pajajaran, sebuah kerajaan besar yang berkembang di wilayah Jawa Barat. Pajajaran memiliki peranan penting dalam perjalanan sejarah dan kebudayaan Sunda, dengan pusat pemerintahan yang secara tradisional dikaitkan dengan wilayah Pakuan, Bogor.
Dalam tradisi penangguhan tosan aji, identifikasi Pajajaran dilakukan dengan mengamati sejumlah unsur, seperti bentuk bilah, ricikan, karakter besi, pola garap, serta pasikutan secara keseluruhan. Berbagai ciri tersebut kemudian dibandingkan dengan referensi keris dan tombak yang dikenal dalam tradisi tangguh terkait. Oleh karena itu, penentuan tangguh tidak cukup hanya berdasarkan satu ciri fisik, melainkan perlu mempertimbangkan keseluruhan karakter senjata dan konteks sejarahnya.
Tombak Banyak Angrem dengan pamor Ngulit Semangka dan tangguh Pajajaran ini menghadirkan perpaduan antara dhapur yang lekat dengan gambaran kasih sayang dan perlindungan, motif pamor yang menyiratkan harapan akan kecukupan serta kesejahteraan, dan atribusi tangguh yang merujuk pada salah satu kerajaan penting dalam sejarah Nusantara. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya tosan aji yang menarik untuk dipelajari, baik dari sisi bentuk, nilai simbolik, maupun perjalanan sejarahnya.
F379
Tombak Banyak Angrem Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 5 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Sempana Keris Sempana merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Sempana memiliki keterkaitan dengan kata impian atau angan-angan. Dalam bahasa Jawa, istilah ini sering dikaitkan dengan cita-cita, harapan, dan sesuatu yang ingin diwujudkan dalam kehidupan. Dalam pemaknaan budaya, dhapur Sempana dapat dikaitkan dengan gambaran seseorang yang memiliki tujuan… selengkapnya
Rp 2.000.000Dhapur Keris Parungsari Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah,… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 55.000.000DHAPUR SEMPANER Sempaner merupakan salah satu nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofis, nama ini dapat dimaknai sebagai simbol keteguhan, kesungguhan, dan kemampuan menjaga pendirian. Piwulangnya mengingatkan agar manusia tetap memiliki arah dan prinsip dalam menjalani kehidupan. PAMOR WOS WUTAH Wos Wutah secara harfiah berarti beras yang tumpah. Beras merupakan simbol pangan dan kecukupan… selengkapnya
Rp 2.500.000DHAPUR DHOLOG Nama Dholog dapat ditempatkan sebagai bagian dari istilah tradisional dalam perkerisan. Secara filosofis, pemaknaannya dapat diarahkan pada kesederhanaan, keteguhan, dan sikap menerima kehidupan dengan apa adanya. Nilai yang ditekankan bukan pada tampilan lahiriah, melainkan pada bagaimana seseorang menjaga laku dan tanggung jawabnya. PAMOR PULO TIRTO Pulo Tirto secara harfiah dapat dimaknai sebagai pulau… selengkapnya
Rp 2.000.000Keris Brojol Tuban Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menekankan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen yang berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap terbuka dan apa adanya. Dalam tradisi tosan aji, dhapur ini kerap dimaknai sebagai simbol awal mula, kelahiran, dan kesiapan menghadapi… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Balebang Luk 7 Bali Sepuh FILOSOFI berasal dari kata Bale (bangunan) Kambang (terapung di atas air), yaitu bangunan yang terdapat pada bagian tengah kolam yang digunakan untuk kepentingan anggota kerajaan. Kedua unsur kata “Bale” dan “Kambang” tersebut tidak bisa dipisahkan karena keduanya merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu bangunan tertentu. Bale Kambang dulunya adalah… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa merupakan perpaduan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, perjalanan hidup, serta harapan akan kemakmuran dan keberlimpahan rezeki. Setiap unsur yang menyusun keris ini mengandung makna simbolis yang saling melengkapi, menjadikannya bukan sekadar karya seni tempa, melainkan juga representasi nilai-nilai luhur dalam budaya Jawa…. selengkapnya
Rp 25.000.000Dhapur Jangkung Pacar Keris Jangkung Pacar merupakan salah satu dhapur keris berlekuk atau luk dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Jangkung Pacar memiliki makna yang menarik untuk ditelusuri. Kata jangkung dalam bahasa Jawa dapat dimaknai sebagai perlindungan atau pengayoman, sedangkan pacar merupakan sebutan untuk tanaman pacar yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Jawa sebagai bahan pewarna alami,… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Panji Anom Dhapur Keris Panji Anom atau Panji Nom dikenal dengan salah satu keris yang memiliki bentuk lurus ini merupakan salah satu pusaka yang masih dicari oleh kebanyakan orang terutama untuk para pecinta keris. Bentuk dari keris pusaka panji anom ini seperti membungkuk dan mempunyai ukuran panjang yang sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris… selengkapnya
Rp 25.500.000
















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.