Beranda » Keris » Keris Sempana Pamor Wos Wutah
click image to preview activate zoom

Keris Sempana Pamor Wos Wutah

Rp 2.000.000
KodeF377
Stok Tersedia (1)
Kategori Keris, Sempana
Jenis : Keris Luk 9
Dhapur : Sempana
Pamor : Wos Wutah
Tangguh : Cirebon
Warangka : Gayaman Surakarta, Kayu Trembalo
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan
Mendak : Selut, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Bagikan ke

Keris Sempana Pamor Wos Wutah

Dhapur Sempana

Keris Sempana merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Sempana memiliki keterkaitan dengan kata impian atau angan-angan. Dalam bahasa Jawa, istilah ini sering dikaitkan dengan cita-cita, harapan, dan sesuatu yang ingin diwujudkan dalam kehidupan.

Dalam pemaknaan budaya, dhapur Sempana dapat dikaitkan dengan gambaran seseorang yang memiliki tujuan dan harapan dalam menjalani kehidupan. Nama ini mengandung piwulang bahwa setiap cita-cita perlu disertai dengan kesungguhan, ketekunan, serta usaha nyata untuk mewujudkannya. Sebab, harapan yang baik akan memiliki arti ketika diiringi langkah dan tindakan yang sungguh-sungguh.

Pamor Wos Wutah

Pamor Wos Wutah merupakan salah satu motif pamor yang cukup dikenal dalam dunia perkerisan. Nama Wos Wutah berasal dari bahasa Jawa, yakni wos yang berarti beras dan wutah yang berarti tumpah. Motifnya memberikan gambaran seperti beras yang tercecer atau berserakan, dengan pola pamor yang menyebar pada permukaan bilah.

Dalam pemaknaan budaya Jawa, beras merupakan lambang pangan, kecukupan, dan sumber kehidupan. Karena itu, pamor Wos Wutah kerap dihubungkan dengan harapan akan rezeki, kesejahteraan, dan kecukupan dalam menjalani kehidupan. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari tradisi simbolik masyarakat, yang menempatkan motif pamor sebagai pengingat akan harapan dan nilai-nilai kehidupan.

Tangguh Cirebon

Tangguh Cirebon merupakan salah satu kategori tangguh dalam tradisi perkerisan Jawa yang berkaitan dengan lingkungan budaya dan sejarah Kesultanan Cirebon. Cirebon memiliki kedudukan penting dalam perkembangan sejarah pesisir utara Jawa, khususnya sejak abad ke-15 dan ke-16, ketika wilayah ini berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, penyebaran agama Islam, serta pertemuan berbagai kebudayaan.

Dalam tradisi penangguhan keris, identifikasi Cirebon dilakukan dengan mengamati sejumlah unsur, seperti bentuk bilah, ricikan, karakter besi, pola garap, dan pasikutan secara keseluruhan. Berbagai ciri tersebut kemudian dibandingkan dengan referensi keris yang dikenal dalam lingkungan tradisi Cirebon. Oleh karena itu, penentuan tangguh tidak cukup hanya berdasarkan satu ciri fisik, melainkan perlu mempertimbangkan keseluruhan karakter bilah dan konteks sejarahnya.

Keris Sempana dengan pamor Wos Wutah dan tangguh Cirebon ini menghadirkan perpaduan antara nama dhapur yang lekat dengan gambaran cita-cita dan harapan, motif pamor yang menyiratkan kecukupan serta kesejahteraan, dan atribusi tangguh yang berkaitan dengan salah satu pusat kebudayaan penting di pesisir utara Jawa. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya tosan aji yang menarik untuk dipahami, baik dari sisi bentuk, nilai simbolik, maupun perjalanan sejarah perkerisan Nusantara.

F377

Keris Sempana Pamor Wos Wutah

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 9 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait