● online
Keris Carita Keprabon Mataram Senopaten
Rp 5.000.000| Kode | PNJ370 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Carita Keprabon, Keris |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Carita Keprabon |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Senopaten |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Cendana |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Tembaga |
Keris Carita Keprabon Mataram Senopaten
Dhapur Carita Keprabon
Keris Carita Keprabon merupakan salah satu nama dhapur keris yang dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Carita Keprabon dapat dikaitkan dengan gambaran cerita tentang keprabon, yakni hal-hal yang berhubungan dengan kedudukan raja, pemerintahan, serta kehidupan di lingkungan keraton. Nama ini menghadirkan kesan kewibawaan dan keluhuran yang lekat dengan nilai-nilai kepemimpinan dalam kebudayaan Jawa.
Dalam memaknai dhapur Carita Keprabon, perhatian tidak hanya tertuju pada bentuk fisik bilah, tetapi juga pada nilai budaya yang terkandung dalam penamaannya. Dalam tradisi Jawa, keris kerap menjadi sarana untuk menyampaikan piwulang tentang tanggung jawab, keteguhan sikap, dan kemampuan seseorang dalam menjaga kehormatan serta menjalankan amanah.
Pamor Wos Wutah
Pamor Wos Wutah merupakan salah satu motif pamor yang cukup dikenal dalam dunia perkerisan. Nama Wos Wutah berasal dari bahasa Jawa, yakni wos yang berarti beras dan wutah yang berarti tumpah. Motifnya memberikan gambaran seperti beras yang tercecer atau berserakan, dengan pola pamor yang menyebar pada permukaan bilah.
Dalam pemaknaan budaya Jawa, beras merupakan lambang pangan, kecukupan, dan sumber kehidupan. Karena itu, pamor Wos Wutah kerap dihubungkan dengan harapan akan rezeki, kesejahteraan, dan kecukupan dalam menjalani kehidupan. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari tradisi simbolik masyarakat, yang menempatkan motif pamor sebagai pengingat akan harapan dan nilai-nilai kehidupan.
Tangguh Mataram Senopaten
Tangguh Mataram Senopaten merujuk pada perkiraan periode awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam, yang berkaitan dengan masa Panembahan Senapati pada akhir abad ke-16. Periode ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Jawa, ketika Mataram mulai berkembang menjadi kekuatan politik yang berpengaruh di wilayah pedalaman Jawa.
Dalam tradisi penangguhan keris, identifikasi Mataram Senopaten dilakukan dengan mengamati keseluruhan karakter bilah, mulai dari bentuk, ricikan, karakter besi, hingga pola garap dan pasikutan. Ciri-ciri tersebut dibandingkan dengan referensi keris dari periode terkait. Oleh sebab itu, penyebutan tangguh merupakan hasil penilaian berdasarkan tradisi dan perbandingan, bukan semata-mata penentuan usia berdasarkan penampilan fisik.
Keris Carita Keprabon dengan pamor Wos Wutah dan tangguh Mataram Senopaten ini menghadirkan perpaduan antara nama dhapur yang lekat dengan gambaran keprabon dan kewibawaan, motif pamor yang menyiratkan harapan akan kecukupan hidup, serta atribusi tangguh yang merujuk pada periode awal perkembangan Mataram Islam. Perpaduan tersebut menjadikan keris ini menarik untuk dipahami, baik dari segi bentuk, nilai simbolik, maupun perjalanan tradisi perkerisan Jawa.
PNJ370
Keris Carita Keprabon Mataram Senopaten
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 15 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Carita Keprabon Carita Keprabon merupakan salah satu nama dhapur keris yang menarik untuk ditelaah dari sisi penamaan maupun bentuk bilahnya. Secara harfiah, carita berarti cerita atau kisah, sedangkan keprabon berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan raja, kerajaan, atau kedudukan sebagai penguasa. Dari perpaduan makna tersebut, Carita Keprabon dapat direnungkan sebagai simbol perjalanan menuju kedudukan,… selengkapnya
Rp 35.000.000Keris Tilam Sari Pamor Beras Wutah Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka,… selengkapnya
Rp 6.000.000DHAPUR PARUNGSARI Parungsari adalah keris luk 13, dengan ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Nama Parungsari dapat dimaknai dari kata parung dan sari. Parung menggambarkan aliran yang melewati lekukan, sedangkan sari berarti inti atau sesuatu yang utama. Dari sini, Parungsari dapat dibaca sebagai gambaran perjalanan manusia… selengkapnya
Rp 3.500.000DHAPUR TILAM UPIH Tilam Upih secara harfiah berkaitan dengan tilam atau alas untuk beristirahat dan upih, yaitu pelepah pinang. Secara filosofi, nama ini dapat dimaknai sebagai landasan, ketenteraman, dan kesederhanaan. Manusia diingatkan untuk memiliki pijakan yang baik agar dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan tidak berlebihan. PAMOR TEJO KINURUNG Tejo Kinurung dapat dimaknai sebagai cahaya… selengkapnya
Rp 5.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Keris Sengkelat Corok Kinatah Emas Sengkelat ada yang menyebutnya Sangkelat, adalah salah satu bentuk dhapur luk tiga belas. Keris dhapur Sangkelat mudah dijumpai karena banyak jumlahnya dan salah satu dhapur klangenan yang dianggap wajib dimiliki oleh Pecinta Tosan Aji. Selain keris pusaka Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, ada beberapa pusaka milik keraton… selengkapnya
Rp 50.000.000Dhapur Singo Barong Luk 13 Dhapur Singa Barong dikenal memiliki ragam luk yang beragam, mulai dari lurus, luk 3, luk 5, luk 7, hingga luk 13. Seluruhnya memiliki ciri khas yang sama pada bagian gandik, berupa ornamen Singa Jantan dalam posisi duduk bertumpu pada kedua kaki belakang, dengan kedua kaki depan lurus menyangga tubuh. Pada beberapa pusaka, ornamen ini… selengkapnya
Rp 100.000.000Keris Paksi Naga Liman Kinatah Emas Secara prejengan-nya, pusaka ini tampil dengan kemegahan yang sulit diabaikan. Indah, anggun, dan seolah memancarkan kesempurnaan dari setiap sisinya. Mulai dari material besi dan pamornya yang luar biasa, pasikutannya yang gagah, hingga ornamen tinatah emas yang menegaskan kewibawaannya. Motif pamor Uler Lulut yang menjalar di sepanjang bilah tampak hidup… selengkapnya
Rp 100.000.000Dhapur Santan Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng. Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan… selengkapnya
Rp 4.111.000




















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.