● online
Keris Balebang Pamor Pedaringan Kebak
Rp 4.000.000| Kode | F355 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Balebang, Keris |
| Jenis | : Keris Luk 7 |
| Dhapur | : Balebang |
| Pamor | : Pedaringan Kebak |
| Tangguh | : Cirebon |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Balebang Pamor Pedaringan Kebak
DHAPUR BALEBANG
Balebang merupakan salah satu nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofis, nama ini dapat dimaknai sebagai simbol kesiapan, keteguhan, dan kemampuan menjadi tempat bertumpu. Piwulangnya adalah bahwa seseorang perlu memiliki pendirian yang kuat sekaligus mampu memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
PAMOR PEDARINGAN KEBAK
Pedaringan Kebak secara harfiah berkaitan dengan pedaringan, yaitu tempat menyimpan beras atau bahan pangan, dan kebak yang berarti penuh. Secara filosofi, pamor ini menjadi simbol kecukupan, kemakmuran, dan terpenuhinya kebutuhan hidup. Maknanya lebih pada harapan agar kehidupan senantiasa memiliki kecukupan yang diperoleh melalui usaha dan laku yang baik.
TANGGUH CIREBON ERA MATARAM SULTAN AGUNG
Tangguh Cirebon era Mataram Sultan Agung merujuk pada konteks sejarah Cirebon pada masa pemerintahan Sultan Agung Mataram, sekitar awal hingga pertengahan abad ke-17. Cirebon pada periode tersebut berada dalam lingkungan politik dan kebudayaan Jawa yang memiliki hubungan erat dengan Mataram. Masa ini menjadi bagian dari perkembangan budaya pesisir dan pedalaman Jawa, termasuk dalam tradisi seni kriya dan perkerisan.
F355
Keris Balebang Pamor Pedaringan Kebak
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 6 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa merupakan perpaduan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, perjalanan hidup, serta harapan akan kemakmuran dan keberlimpahan rezeki. Setiap unsur yang menyusun keris ini mengandung makna simbolis yang saling melengkapi, menjadikannya bukan sekadar karya seni tempa, melainkan juga representasi nilai-nilai luhur dalam budaya Jawa…. selengkapnya
Rp 25.000.000Dhapur Carang Soka Keris Carang Soka memuat perpaduan makna mendalam antara kata carang yang berarti ranting dan soka yang merujuk pada kesedihan, sehingga melahirkan gambaran filosofis tentang ranting yang bersedih namun tetap bertahan. Di balik citra itu, tersimpan pesan tentang seseorang yang melalui perjalanan duka tetapi mampu menemukan kekuatan batin untuk terus melangkah. Filosofi Carang… selengkapnya
Rp 5.500.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Tilam Upih TILAM UPIH, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan… selengkapnya
Rp 3.555.000Keris Pamor Udan Mas Sepuh Keris dengan dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang telah dikenal sejak lama dalam tradisi perkerisan Nusantara. Nama Tilam Upih memiliki makna yang sederhana namun sarat filosofi. Tilam berarti alas atau tempat beristirahat, sedangkan upih merujuk pada pelepah pinang yang dalam kehidupan tradisional digunakan sebagai pembungkus sekaligus… selengkapnya
Rp 10.000.000Dhapur Sempana Luk 9 SEMPONO, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sembilan, yang tergolong sederhana. Keris ini hanya memakai kembang kacang, lambe gajahnya satu dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada. Walaupun sederhana penampilannya, Sempana termasuk dhapur keris yang populer dan sering dijumpai. Pada jaman dahulu keris dengan dhapur sempono banyak dimiliki oleh para abdi… selengkapnya
Rp 2.800.000DHAPUR KEBO LAJER Kebo Lajer merupakan nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofi, nama kebo yang melambangkan kerbau dapat dikaitkan dengan kekuatan, keteguhan, dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Piwulangnya mengingatkan manusia agar memiliki daya tahan dan tetap teguh dalam menjalankan tanggung jawab. PAMOR KULIT SEMANGKA Kulit Semangka mengambil nama dari pola yang mengingatkan pada… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Keris Parungsari Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah,… selengkapnya
Rp 4.600.000Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo Keris ini memiliki dhapur Brojol, salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana. Nama Brojol kerap dimaknai sebagai perlambang kelahiran, kelancaran, dan terbukanya jalan kehidupan. Kesederhanaan bentuknya juga menjadi simbol keteguhan dan kejujuran dalam menjalani setiap perjalanan. Pada bilahnya terdapat pamor Jung Isi Dunyo. Jung berarti… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 26.000.000












Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.