● online
Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Raja Kamkam
Rp 4.500.000| Kode | F324 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Brojol, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Raja Kamkam + Wengkon Isen |
| Tangguh | : Cirebon |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Sono Keling |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Sono Keling |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Meniran, Bahan Kuningan |
Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Raja Kamkam
Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Raja Kamkam
Keris ini memiliki dhapur Brojol, salah satu dhapur keris lurus yang erat dengan filosofi kelahiran dan awal kehidupan. Nama Brojol menggambarkan proses lahirnya manusia ke dunia, sehingga menjadi pengingat tentang kerendahan hati, kepasrahan, dan kesadaran akan asal kehidupan. Brojol juga dimaknai sebagai harapan agar setiap urusan dapat mbrojol, berjalan lancar dan menemukan jalan keluar dari berbagai kesulitan.
Keistimewaan keris ini terletak pada pamor Raja Kamkam, pamor yang tergolong jarang dijumpai. Bentuknya menyerupai gelang-gelang bertumpuk dan umumnya berada di bagian tengah gonjo. Dalam pemaknaan tradisional, Raja Kamkam dikaitkan dengan kebahagiaan, keberhasilan, serta harapan agar pemiliknya terhindar dari fitnah dan perkara yang dapat mencederai nama baik.
Selain itu, terdapat pamor Wengkon Isen, dengan pola seperti bingkai yang berada di sepanjang tepi bilah dan di dalamnya terdapat isian pamor. Wengkon secara simbolik dimaknai sebagai perisai atau penjagaan, sehingga menghadirkan pesan tentang pentingnya menjaga diri, nama baik, dan perjalanan hidup.
Perpaduan dhapur Brojol, Raja Kamkam, dan Wengkon Isen menghadirkan sebuah filosofi yang sederhana namun dalam: lahir dengan kerendahan hati, menjalani kehidupan dengan harapan, berusaha menemukan jalan keluar dari setiap persoalan, dan senantiasa menjaga diri dalam setiap langkah kehidupan.
F324
Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Raja Kamkam
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 644 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit Keris Pulanggeni dengan pamor keleng ini menghadirkan pesona klasik yang sederhana namun berwibawa. Bilah tanpa pamor yang menonjol menampilkan keindahan besi tempa secara alami, memperlihatkan kualitas garap yang matang sekaligus memberikan karakter teduh dan elegan. Ditinjau dari garap, bentuk bilah, serta karakter tempa, keris ini bertangguh Majapahit, salah satu periode… selengkapnya
Rp 5.500.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 100.000.000DHAPUR BROJOL Brojol secara harfiah berkaitan dengan sesuatu yang keluar atau terlahir. Secara filosofi, nama ini sering dimaknai sebagai simbol kelahiran, awal kehidupan, dan kepasrahan manusia kepada Sang Pencipta. Piwulangnya mengingatkan bahwa manusia hadir ke dunia tanpa membawa apa pun, sehingga kehidupan sebaiknya dijalani dengan rendah hati dan penuh kesadaran. PAMOR BRAHMA WATU Brahma Watu… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Balebang Luk 7 Bali Sepuh FILOSOFI berasal dari kata Bale (bangunan) Kambang (terapung di atas air), yaitu bangunan yang terdapat pada bagian tengah kolam yang digunakan untuk kepentingan anggota kerajaan. Kedua unsur kata “Bale” dan “Kambang” tersebut tidak bisa dipisahkan karena keduanya merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu bangunan tertentu. Bale Kambang dulunya adalah… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 55.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 25.000.000Keris Sepokal Luk 7 Mataram Amangkurat Siapa yang tak kenal pohon pisang? Tanaman sederhana yang tumbuh di mana-mana, namun penuh makna kehidupan. Dari akar hingga daun, dari batang hingga buahnya — semua memberi manfaat, tak ada yang sia-sia darinya. Dari pohon inilah para empu leluhur kita mengambil ilham, lalu menurunkannya dalam wujud pusaka yang disebut… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Murma Malela Mataram Amangkurat Nama Murma Malela sendiri berasal dari dua kata Jawa kuno: murma yang berarti tenang, sabar, dan pasrah, serta malela yang berarti berani, teguh, dan tidak gentar. Maka, filosofi dari Murma Malela adalah keteguhan dalam ketenangan — keberanian yang tidak lahir dari amarah, melainkan dari keyakinan. Ia menjadi simbol pribadi yang… selengkapnya
Rp 3.700.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.