● online
Keris Brojol Gonjo Iras Pamor Wengkon
Rp 4.000.000| Kode | IR164 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Brojol, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Wengkon |
| Tangguh | : Madura Sepuh |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Trembalo |
Keris Brojol Gonjo Iras Pamor Wengkon
Dhapur Brojol
Dalam masyarakat yang memandang keris dari sisi esoteri, dhapur keris Brojol sering dikaitkan dengan tuah yang dipercaya dapat “memperlancar kelahiran jabang bayi.” Karena itu, sebagian orang menganggap keris ini hanya cocok bagi mereka yang berprofesi sebagai dukun bayi. Benar atau tidaknya kepercayaan itu tentu hanya Tuhan yang mengetahui. Namun kenyataannya, banyak pula masyarakat yang mewarisi pusaka berdhapur Brojol meski mereka bukan berasal dari keturunan dukun bayi.
Simbol Kelahiran Spiritual
Keris berdhapur Brojol, sebagaimana dhapur keris lainnya, merupakan karya yang sarat dengan muatan spiritual dan ajaran hidup. Secara terminologi, brojol dalam bahasa Jawa bermakna “lahir” atau “meluncur keluar,” menggambarkan peristiwa kelahiran jabang bayi ke dunia. Dengan demikian, keris Brojol tidak sekadar menyimbolkan proses kelahiran, tetapi lebih dalam lagi melambangkan kesucian bayi yang baru lahir—yakni keadaan fitrah manusia yang murni.
“Ajaran-ajaran Jawa disampaikan penuh dengan pengetahuan esoterik yang merangsang angan-angan dan perenungan.”
(Niels Mulder, 2001:129)
Dalam budaya Jawa, ajaran yang disampaikan secara simbolik dianggap lebih menarik dan mengandung daya renung yang dalam. Semakin tersembunyi maknanya, semakin besar pula rangsangan bagi pikiran dan batin untuk menyingkap pesan yang tersirat. Keris Brojol adalah salah satu bentuk penyampaian ajaran tersebut—ajaran tentang kesucian, kelahiran, dan kembalinya manusia pada fitrahnya.
Fitrah Manusia: Kembali kepada Kesucian Asal
Fitrah manusia adalah potensi dasar untuk percaya kepada Tuhan dan selalu condong pada kebenaran. Fitrah ini bersumber dari Tuhan, dan karenanya akan selalu mengarah kepada-Nya—menuju kesucian jiwa dan kebenaran sejati. Di dalam diri manusia terdapat dorongan untuk berbuat baik, mencari kedamaian, dan merindukan ketenangan. Nurani manusia pada dasarnya ingin terus mengikuti jalan agama yang benar.
Namun, fitrah ini seringkali tertutupi oleh kabut nafsu. Dalam ajaran Jawa, dua hal utama yang menjadi penghalang nilai kemanusiaan ialah hawa nafsu dan pamrih (egoisme). Hawa nafsu membuat manusia dikuasai oleh dorongan-dorongan rendah—seperti amarah, kerakusan, dan syahwat—yang melemahkan kekuatan batin. Sementara pamrih menjadikan manusia bertindak hanya demi kepentingan diri sendiri tanpa memedulikan orang lain.
Dalam tradisi Jawa dikenal istilah Mo-Limo, yakni lima bentuk nafsu duniawi yang harus dijauhi:
Madat (menyalahgunakan obat), Madon (berzina atau selingkuh), Minum (mabuk), Maling (mencuri, menipu, korupsi), dan Main (judi).
Nafsu-nafsu inilah yang menjauhkan manusia dari fitrahnya, menjerumuskannya ke dalam kehinaan dan kesengsaraan batin.
Mengendalikan Nafsu Melalui Tapa Laku
Untuk kembali kepada fitrah, manusia harus menundukkan hawa nafsu melalui tapa laku. Laku ini tidak berarti meniadakan kebutuhan jasmani, melainkan mengatur dan mengendalikannya agar tidak berlebihan. Dalam Serat Wulangreh tembang Durma disebutkan:
“Dipun sami ambanting sariranira, cegah dhahar lan guling, darapon suda, nepsu kang ngambra-ambra, rerema ing tyasireki, dadi sabarang karsanira lestari.”
(Lakukanlah prihatin, kurangi makan dan tidur agar nafsu yang menyala dapat reda, hati menjadi tenteram, dan segala tujuan hidup tercapai.)
Bagi orang Jawa, menahan diri dalam makan, tidur, dan kesenangan duniawi bukan untuk menyiksa raga, melainkan sarana untuk menguatkan batin. Dengan laku demikian, manusia diharapkan dapat mendekatkan diri kepada Tuhannya dan menjaga kesucian fitrahnya.
IR164
Keris Brojol Gonjo Iras Pamor Wengkon
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 5.362 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Megantara Kinatah Emas Pusaka yang betul-betul istimewa. Saya, dengan prejengan remukan karak seperti ini, merasa sangat beruntung dapat menanting dan merawatnya hingga hari ini. Jika kita amati bersama, pusaka ini tampil dengan pasikutan yang prigel, memiliki aura wingit, serta bentuk yang proporsional. Ornamen kinatah yang terukir hampir di seluruh bilahnya menjadi keistimewaan tersendiri. Hal… selengkapnya
Rp 65.000.000Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 55.000.000Dhapur Brojol Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang relatif sederhana. Karakternya yang tidak banyak menampilkan ragam ricikan menjadikan dhapur ini menarik untuk diamati dari sisi keselarasan bentuk dan garap bilahnya. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Brojol kerap dikaitkan dengan makna kelahiran, kelancaran, dan harapan agar seseorang dapat melewati berbagai tahapan kehidupan… selengkapnya
Rp 6.000.000Dhapur Pulanggeni Pulanggeni merupakan salah satu bentuk dhapur keris luk lima yang cukup populer di dunia perkerisan di Pulau Jawa. Pulang Geni bermakna ratus, hio atau dupa atau juga kemenyan (keharuman yang bersifat religius), memberikan makna bahwa dalam kehidupan banyaklah berbuat kebaikan agar jati diri menebar harum dan selalu dikenang walau hayat sudah tidak dikandung… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit Keris Pulanggeni dengan pamor keleng ini menghadirkan pesona klasik yang sederhana namun berwibawa. Bilah tanpa pamor yang menonjol menampilkan keindahan besi tempa secara alami, memperlihatkan kualitas garap yang matang sekaligus memberikan karakter teduh dan elegan. Ditinjau dari garap, bentuk bilah, serta karakter tempa, keris ini bertangguh Majapahit, salah satu periode… selengkapnya
Rp 5.500.000Dhapur Carita Keprabon Kehidupan manusia seperti lakon dramatis yang terpampang di atas panggung dunia, bermain dalam skenario yang telah tertulis oleh Sang Pencipta. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, manusia tampil sebagai pemeran utama, menari di atas lingkaran waktu yang terus berputar. Carita, dalam konteks ini, melambangkan peristiwa atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari…. selengkapnya
Rp 25.000.000Keris Sempana Luk 11 Pamengkang Jagad Keris ini memiliki dhapur Sempana luk 11, salah satu varian Sempana yang dikenal sederhana, proporsional, namun relatif lebih jarang dijumpai dibandingkan Sempana luk 9, 13, maupun 17. Ricikannya berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, dan greneng. Nama Sempana berasal dari supeno, yang bermakna harapan, impian, atau cita-cita. Karena… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Carita Genengan Pajajaran Carito berarti sesuatu yang sedang berjalan atau suatu peristiwa, atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan manusia sehari hari. Manusia dalam hidupnya memainkan alur cerita (carito) dan lakonnya sendiri-sendiri. Hidup yang kita jalani sekarang adalah hasil dari pemilihan seseorang tentang keputusan dan peran kehidupan yang akan dijalaninya. Genengan / Gunungan adalah salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Kamarogan Sepuh Tangguh Mataram Sultan Agung Jika dicermati dari prejengan-nya, pusaka ini jelas memperlihatkan langgam Mataram pada masa keemasan Sultan Agung. Proporsinya tampak serasi, dengan bilah yang luwes dan berwibawa. Pasikutan-nya ndemes, tampan, dan enak dipandang. Warna besinya agak pucat—menandakan tempa yang murni, nyaris tanpa campuran baja—memunculkan kesan… selengkapnya
Rp 100.000.000
















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.