● online
Keris Sempaner Pamor Junjung Derajat
Rp 20.000.000| Kode | PNJ366 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sempaner |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Sempaner |
| Pamor | : Junjung Derajat |
| Tangguh | : Cirebon |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana Wangi |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Werut |
| Pendok | : Bleweh Cukit, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Tembaga |
Keris Sempaner Pamor Junjung Derajat
Dhapur Sempaner
Dhapur Sempaner merupakan salah satu dhapur keris lurus dalam khazanah perkerisan Jawa. Karakter bentuknya menghadirkan kesan sederhana dan tegas, dengan daya tarik yang dapat diamati melalui keselarasan bilah, ricikan, serta keseluruhan garapnya.
Kesederhanaan tersebut dapat menjadi bahan perenungan bahwa perjalanan hidup tidak selalu membutuhkan penampilan yang berlebihan. Keteguhan pendirian, kesungguhan dalam bekerja, dan kemampuan menjaga sikap justru menjadi bekal penting untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Pamor Junjung Derajat
Pamor Junjung Derajat dikenal dengan penamaan yang erat kaitannya dengan harapan akan peningkatan kedudukan, kehormatan, dan kemuliaan hidup. Kata junjung dapat dimaknai sebagai mengangkat atau meninggikan, sedangkan derajat berkaitan dengan kedudukan atau martabat seseorang.
Dalam tradisi perkerisan Jawa, pamor ini kerap dikaitkan dengan harapan agar pemiliknya memperoleh peningkatan derajat, kelancaran dalam pekerjaan, serta penghormatan di lingkungan sosialnya.
Namun, makna tersebut tidak semestinya dipahami sebagai jaminan bahwa seseorang akan memperoleh kedudukan tinggi hanya dengan memiliki keris berpamor Junjung Derajat. Secara filosofis, pamor ini justru dapat menjadi pengingat bahwa derajat yang baik perlu dibangun melalui ilmu, kerja keras, perilaku terpuji, dan manfaat yang diberikan kepada sesama.
Sebab, kedudukan yang tinggi belum tentu mencerminkan kemuliaan seseorang. Derajat sejati tumbuh ketika kemampuan berjalan seiring dengan tanggung jawab, dan kehormatan dibangun melalui perbuatan yang dapat dipercaya.
Tangguh Cirebon
Tangguh Cirebon merepresentasikan tradisi perkerisan yang berkembang dalam lingkungan budaya Cirebon, sebuah wilayah yang memiliki peran penting dalam pertemuan budaya Jawa, Sunda, Islam, dan tradisi pesisir.
Karakter keris yang diidentifikasi sebagai tangguh Cirebon perlu diamati melalui keseluruhan bilah, mulai dari bentuk, ricikan, karakter garap, material, hingga perbandingannya dengan keris-keris rujukan. Penentuan tangguh tidak cukup hanya berdasarkan satu ciri fisik, sehingga penyebutan ini tetap merupakan identifikasi tradisional yang memerlukan pertimbangan menyeluruh.
Keris Sempaner berpamor Junjung Derajat dengan identifikasi tangguh Cirebon ini menghadirkan perpaduan antara kesederhanaan dhapur, pamor yang sarat harapan, dan kekayaan tradisi perkerisan pesisir Jawa.
Pada akhirnya, menjunjung derajat bukan sekadar upaya meninggikan kedudukan diri, melainkan juga menjaga kehormatan melalui sikap dan perbuatan. Sebab, semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
PNJ366
Keris Sempaner Pamor Junjung Derajat
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 106 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Naga Sapta Kinatah Emas Naga adalah salah satu makhluk mitologis yang jejaknya hadir hampir di seluruh belahan dunia. Setiap peradaban memiliki tafsir dan rupa tersendiri tentang naga, termasuk masyarakat Jawa yang mengenalnya sebagai makhluk agung, penjaga kesucian, sekaligus simbol kekuatan yang berasal dari alam adikodrati. Dalam tradisi Jawa, kisah-kisah tentang naga bukan sekadar dongeng,… selengkapnya
Rp 150.000.000Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 110.000.000Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili Dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno disebutkan bahwa Kidang Soka merupakan salah satu dhapur keris yang kaya ricikan. Pada umumnya, dhapur ini dilengkapi dengan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng, serta memiliki variasi luk seperti luk… selengkapnya
Rp 4.500.000DHAPUR PARUNGSARI Parungsari adalah keris luk 13, dengan ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Nama Parungsari dapat dimaknai dari kata parung dan sari. Parung menggambarkan aliran yang melewati lekukan, sedangkan sari berarti inti atau sesuatu yang utama. Dari sini, Parungsari dapat dibaca sebagai gambaran perjalanan manusia… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Kelap Lintah Pamor Singkir Dhapur Kelap Lintah merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan sosok bilahnya yang ramping, luwes, dan berkesan hidup. Nama kelap dan lintah sendiri mengandung makna kelincahan serta daya lekat—melambangkan kemampuan beradaptasi, ketahanan dalam menghadapi tekanan, dan kecerdikan dalam menyiasati keadaan. Dhapur ini kerap dimaknai sebagai pusaka yang bekerja… selengkapnya
Rp 2.000.000Dhapur Santan Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng. Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan… selengkapnya
Rp 4.111.000Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka,… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit Keris Pulanggeni dengan pamor keleng ini menghadirkan pesona klasik yang sederhana namun berwibawa. Bilah tanpa pamor yang menonjol menampilkan keindahan besi tempa secara alami, memperlihatkan kualitas garap yang matang sekaligus memberikan karakter teduh dan elegan. Ditinjau dari garap, bentuk bilah, serta karakter tempa, keris ini bertangguh Majapahit, salah satu periode… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Sinom Robyong Kinatah Emas Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda yang… selengkapnya
Rp 45.900.000Dhapur Tilam Upih Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Tilam Upih kerap dikaitkan dengan gambaran alas atau tempat beristirahat yang sederhana. Dalam pemaknaan tradisional, dhapur ini sering dihubungkan dengan harapan akan ketenteraman rumah tangga, keharmonisan keluarga, dan kecukupan dalam menjalani kehidupan. Filosofi tersebut mengingatkan… selengkapnya
Rp 3.700.000




















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.