● online
Keris Dholog Mataram Sultan Agung
Rp 3.500.000| Kode | F356 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dholog, Keris |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Dholog |
| Pamor | : Pedaringan Kebak Wahyu Tumurun |
| Tangguh | : Mataram Sultan Agung |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Dholog Mataram Sultan Agung
DHAPUR DHOLOG
Dholog merupakan salah satu nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofis dapat dimaknai sebagai simbol kesahajaan, keteguhan, dan kemampuan menjalani kehidupan dengan apa adanya. Nilainya mengingatkan bahwa yang utama bukan sekadar apa yang tampak dari luar, tetapi bagaimana seseorang menjaga laku dan tanggung jawabnya.
PAMOR PEDARINGAN KEBAK WAHYU TUMURUN
Pedaringan Kebak memiliki makna tempat penyimpanan pangan yang penuh, sehingga secara filosofi melambangkan kecukupan dan kemakmuran. Sementara Wahyu Tumurun bermakna turunnya wahyu atau petunjuk. Keduanya dapat dimaknai sebagai harapan akan kecukupan hidup yang disertai petunjuk dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.
TANGGUH MATARAM SULTAN AGUNG
Tangguh Mataram Sultan Agung merujuk pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang memerintah Mataram pada sekitar 1613 hingga 1645. Masa ini dikenal sebagai salah satu periode penting dalam sejarah Mataram Islam, baik dalam perkembangan politik maupun kebudayaan. Dalam tradisi perkerisan, penyebutan tangguh ini merujuk pada lingkungan sejarah dan perkembangan budaya keris pada masa Sultan Agung.
F356
Keris Dholog Mataram Sultan Agung
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 7 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
DHAPUR Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang cukup populer dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Tilam Upih secara harfiah merujuk pada tikar atau alas yang terbuat dari upih, yaitu pelepah pinang atau bahan sejenis yang dianyam. Dalam pakem dhapur, Tilam Upih memiliki bentuk bilah yang sederhana dengan ricikan yang tidak… selengkapnya
Rp 6.750.000Dhapur Santan Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng. Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan… selengkapnya
Rp 4.111.000Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan seseorang untuk menapaki laku hidup dengan hati yang bersih. Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu dalam satu bilah. Pamor Triman, dalam… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Sengkelat Pamor Wiji Timun Tangguh Srimanganti Keris ini memiliki dhapur Sengkelat, salah satu dhapur keris yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Sengkelat merupakan keris luk 13, dengan bentuk bilah berlekuk yang memberikan karakter visual tegas sekaligus dinamis. Nama Sengkelat dalam salah satu pemaknaan tradisional sering dikaitkan dengan ungkapan “sengkel ati”, yang menggambarkan rasa… selengkapnya
Rp 12.500.000Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 15.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 1.900.000Keris Pandawa Lare Keleng Majapahit Keris ini memiliki dhapur Pandhawa Lare, salah satu dhapur keris luk 5 dengan ricikan berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng. Nama Pandhawa Lare diambil dari kisah masa kanak-kanak para Pandawa ketika bersama Dewi Kunti menjalani berbagai ujian kehidupan setelah lolos dari peristiwa Bale Sigala-gala…. selengkapnya
Rp 7.500.000Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka,… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Pamor Singkir Tangguh Blambangan Keris ini berdhapur Sempana Luk 11, salah satu dhapur klasik yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana, proporsional, dan elegan. Dhapur Sempana telah lama menjadi favorit dalam dunia perkerisan, bahkan digunakan pada sejumlah pusaka penting. Nama Sempana dimaknai sebagai harapan atau cita-cita, melambangkan perjalanan hidup yang ditempuh dengan keteguhan, pembelajaran, dan… selengkapnya
Rp 5.000.000
















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.