● online
Keris Jalak Sangu Tumpeng Tangguh Madura Sepuh
Rp 3.500.000| Kode | F347 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Jalak Sangu Tumpeng, Keris |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Jalak Sangu Tumpeng |
| Pamor | : Jung Isi Dunyo + Telaga Membleng |
| Tangguh | : Madura |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Jalak Sangu Tumpeng Tangguh Madura Sepuh
DHAPUR JALAK SANGU TUMPENG
Jalak Sangu Tumpeng adalah salah satu dhapur keris lurus atau leres. Ricikannya antara lain gandik lugas, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan tingil.
Namanya dapat dimaknai dari tiga kata: jalak, sangu, dan tumpeng.
Jalak menggambarkan kelincahan dan kemampuan membaca keadaan. Sangu berarti bekal, sedangkan tumpeng menjadi simbol syukur dan doa.
Dari sini, Jalak Sangu Tumpeng dapat dimaknai sebagai bekal untuk menjalani kehidupan.
Bekal tidak hanya berupa harta. Pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan sikap juga merupakan sangu yang akan menentukan bagaimana seseorang menjalani perjalanan hidupnya.
Urip iku lelampahan. Sing penting ora mung tekan tujuane, nanging uga wis nyiapake sangu lan ngerti marang apa sing kudu disyukuri.
Pemaknaan ini merupakan interpretasi budaya terhadap nama dhapur, bukan filosofi baku yang mengikat.
PAMOR JUNG ISI DUNYO & TELAGA MEMBLENG
Pada bilah ini terdapat dua pamor, yaitu Jung Isi Dunyo dan Telaga Membleng.
Jung Isi Dunyo memiliki motif lingkaran-lingkaran kecil yang mengisi lingkaran lebih besar. Teknik tempa pamornya mlumah, dengan kemunculan motif tiban.
Jung dapat dimaknai sebagai wadah atau perahu, sedangkan isi dunyo berarti isi dunia.
Secara sederhana, ia dapat dimaknai sebagai wadah yang mampu menampung bekal kehidupan.
Bukan hanya tentang banyaknya rezeki, tetapi juga tentang kemampuan menerima, menjaga, dan mengelola apa yang telah dimiliki.
Sementara Telaga Membleng memiliki motif lingkaran berlapis pada bagian pejetan dan termasuk pamor tiban.
Telaga yang penuh dan tenang menjadi gambaran tentang kecukupan dan sesuatu yang terkumpul dengan baik.
Jika keduanya dibaca bersama, terdapat satu pesan sederhana:
Rezeki bukan hanya tentang seberapa banyak yang datang, tetapi seberapa baik kita mampu menerima, menjaga, dan menggunakannya.
Karena memiliki banyak belum tentu cukup. Yang menjadikan cukup adalah kemampuan untuk mensyukuri dan mengelolanya dengan bijaksana.
Pemaknaan mengenai rezeki dan kecukupan ini merupakan simbolisme budaya dan harapan pemilik, bukan jaminan atau tuah yang dapat dibuktikan secara ilmiah.
TANGGUH MADURA
Dalam tradisi perkerisan, Tangguh Madura sering dibedakan menjadi Madura Majapahit dan Madura Mataram.
Secara umum, Madura Majapahit dikenal dengan pasikutan yang demes, besi yang cenderung kering, serta pamor yang sering disebut nggajih dan nyekrak.
Sementara Madura Mataram kerap digambarkan memiliki pasikutan yang lebih galak, besi yang juga cenderung kering, dengan pamor yang mubyar dan nyekrak.
Namun semua itu bukanlah rumus yang mutlak. Tangguh tidak cukup dibaca dari satu ciri, tetapi dari keseluruhan karakter sebuah bilah.
Madura memiliki perjalanan sejarah dan kebudayaan yang panjang. Hubungannya dengan Majapahit, Mataram, serta berbagai pusat kekuasaan di Jawa turut membentuk perkembangan budaya dan tradisi tosan ajinya.
Karena itu, penyebutan Madura Majapahit maupun Madura Mataram lebih tepat dipahami sebagai cara tradisional untuk membaca jejak zaman melalui karakter bilah, bukan sekadar menunjuk tempat atau tahun pembuatannya.
Pada akhirnya, sebuah keris bukan hanya benda yang kita lihat bentuknya.
Ada zaman yang ditinggalkan, ada tangan yang menggarap, ada budaya yang diwariskan.
Dan tugas kita hari ini adalah membaca warisan itu dengan hati-hati, supaya pusaka tidak hanya menjadi benda untuk dikoleksi, tetapi juga menjadi jalan untuk memahami kebudayaan yang melahirkannya.
F347
Keris Jalak Sangu Tumpeng Tangguh Madura Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 17 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Dholog Dholog adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gandik lugas, sogokan rangkap, tikel alis dan sraweyan. Ricikan lainnya tidak ada. “Jati nom arane dholog” Dholog berasal dari bahasa sansekerta yang artinya pohon jati muda. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Ada masa… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo Keris ini memiliki dhapur Brojol, salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana. Nama Brojol kerap dimaknai sebagai perlambang kelahiran, kelancaran, dan terbukanya jalan kehidupan. Kesederhanaan bentuknya juga menjadi simbol keteguhan dan kejujuran dalam menjalani setiap perjalanan. Pada bilahnya terdapat pamor Jung Isi Dunyo. Jung berarti… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Balebang Luk 7 Bali Sepuh FILOSOFI berasal dari kata Bale (bangunan) Kambang (terapung di atas air), yaitu bangunan yang terdapat pada bagian tengah kolam yang digunakan untuk kepentingan anggota kerajaan. Kedua unsur kata “Bale” dan “Kambang” tersebut tidak bisa dipisahkan karena keduanya merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu bangunan tertentu. Bale Kambang dulunya adalah… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 15.000.000Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa merupakan perpaduan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, perjalanan hidup, serta harapan akan kemakmuran dan keberlimpahan rezeki. Setiap unsur yang menyusun keris ini mengandung makna simbolis yang saling melengkapi, menjadikannya bukan sekadar karya seni tempa, melainkan juga representasi nilai-nilai luhur dalam budaya Jawa…. selengkapnya
Rp 25.000.000Keris Naga Sapta Luk 7 Pamor Keleng Naga merupakan salah satu binatang mitologis yang melegenda hampir di seluruh dunia. Sebagai makhluk mitologis perwujudannya pun akan tampak berbeda-beda, tak terkecuali Naga Jawa. Kisah-kisah tentang Naga di Pulau Jawa pada umumnya berintikan kisah-kisah mitologis mengenai tuntunan (pedoman nilai-nilai luhur) dan tontonan (divisualkan secara indah). Dalam rentang sejarahnya… selengkapnya
Rp 7.200.000Keris Megantara Kinatah Emas Pusaka yang betul-betul istimewa. Saya, dengan prejengan remukan karak seperti ini, merasa sangat beruntung dapat menanting dan merawatnya hingga hari ini. Jika kita amati bersama, pusaka ini tampil dengan pasikutan yang prigel, memiliki aura wingit, serta bentuk yang proporsional. Ornamen kinatah yang terukir hampir di seluruh bilahnya menjadi keistimewaan tersendiri. Hal… selengkapnya
Rp 65.000.000Keris Singo Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 100.000.000Dhapur Santan Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng. Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan… selengkapnya
Rp 4.111.000
















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.