● online
Keris Jalak Sangu Tumpeng HB Sepuh
Rp 4.000.000| Kode | F343 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Jalak Sangu Tumpeng, Keris |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Jalak Sangu Tumpeng |
| Pamor | : Kulit Semangka |
| Tangguh | : HB Sepuh |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Jalak Sangu Tumpeng HB Sepuh
DHAPUR JALAK SANGU TUMPENG
Jalak Sangu Tumpeng merupakan keris lurus atau leres, dengan ricikan antara lain gandik lugas, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan tingil.
Nama Jalak Sangu Tumpeng dapat dimaknai dari tiga kata. Jalak menggambarkan kelincahan dan kemampuan membaca keadaan. Sangu berarti bekal, sedangkan tumpeng merupakan simbol syukur dan doa.
Karena itu, Jalak Sangu Tumpeng dapat dimaknai sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
Bekal bukan hanya harta. Ilmu, pengalaman, keterampilan, dan sikap juga merupakan bekal yang menentukan bagaimana seseorang menjalani perjalanan hidup.
Urip iku lelampahan. Sadurunge mlaku, kudu duwe sangu. Lan nalika wis tekan, aja lali matur nuwun.
PAMOR KULIT SEMANGKA
Pamor Kulit Semangka dinamai dari bentuk motifnya yang menyerupai guratan pada kulit buah semangka. Alurnya berkembang tidak beraturan dan memberikan kesan luwes pada permukaan bilah.
Secara simbolik, pamor ini sering dikaitkan dengan keluwesan dalam menghadapi kehidupan dan kemampuan menempatkan diri.
Sebab hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Ada keadaan yang harus dihadapi dengan ketegasan, tetapi ada pula yang lebih baik disikapi dengan keluwesan.
Luwes ora ateges ora duwe prinsip. Luwes iku ngerti kapan kudu ngalah, kapan kudu ngadeg, lan kapan kudu meneng.
Pemaknaan tersebut merupakan pitutur dan harapan pemilik, bukan sifat objektif atau tuah yang melekat pada pamor.
TANGGUH HAMENGKUBUWANA AWAL
Tangguh Hamengkubuwana Awal, atau yang sering disebut HB Sepuh, merujuk pada keris yang secara tradisional dikaitkan dengan masa awal Kasultanan Yogyakarta di bawah Hamengkubuwana I.
Keris dari masa ini memiliki karakter yang menjadi bagian dari perkembangan gaya Mataram setelah berdirinya Kasultanan Yogyakarta. Dalam membaca tangguh, perhatian tidak hanya diberikan pada bentuk bilah, tetapi juga pada pasikutan, ricikan, besi, pamor, garap, serta keseluruhan karakter keris.
Karakter yang tampak pada sebuah bilah merupakan jejak dari zaman ketika keris itu dibuat. Karena itu, tangguh bukan sekadar menentukan tua atau muda sebuah keris.
Tangguh adalah cara membaca zaman melalui sebuah bilah.
Hamengkubuwana I sendiri merupakan tokoh penting dalam sejarah Yogyakarta. Masa pemerintahannya menjadi bagian dari lahirnya sebuah lingkungan budaya baru yang kemudian berkembang menjadi salah satu pusat kebudayaan Jawa.
Maka ketika kita melihat keris yang diperkirakan Tangguh Hamengkubuwana Awal, yang kita lihat bukan hanya sebilah pusaka.
Kita sedang melihat jejak sebuah masa ketika sebuah kebudayaan sedang membangun kembali dirinya.
Dan mungkin, di situlah nilai sebuah pusaka.
Ia tidak hanya menyimpan usia, tetapi juga menyimpan cerita tentang zaman yang pernah hidup.
Penetapan tangguh tetap merupakan bagian dari pengetahuan tradisional perkerisan. Karena itu, penyebutan HB Sepuh sebaiknya dipahami sebagai hasil pembacaan berdasarkan kumpulan ciri yang saling mendukung, bukan kepastian mutlak hanya dari satu karakter bilah.
F343
Keris Jalak Sangu Tumpeng HB Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 32 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
DHAPUR SINOM ROBYONG Sinom Robyong memiliki banyak kesamaan dengan dhapur Sinom. Ricikannya antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Yang membedakannya adalah adanya jenggot pada sekar kacang dan greneng susun. Kata sinom berarti pucuk atau daun muda. Karena itu, Sinom dapat dimaknai sebagai simbol masa pertumbuhan, semangat,… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Pusaka Sengkelat: Simbol Kesatria dan Peralihan Zaman Kepopuleran keris Sengkelat tidak dapat dilepaskan dari latar sejarah politik masa lalu, terutama ketika kejayaan Majapahit mulai meredup. Dalam berbagai babad, terdapat dua versi mengenai asal-usulnya. Versi pertama menyebut bahwa keris ini dipesan oleh Sunan Ampel kepada Mpu Supo, sementara versi lainnya mengatakan bahwa pemesannya adalah Sunan… selengkapnya
Rp 70.000.000Keris Brojol Pamor Rojo Gundolo Keris ini memiliki dhapur Brojol, salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana namun sarat makna. Kesederhanaan Brojol menjadi perlambang kejujuran, keteguhan hati, dan kelapangan dalam menjalani kehidupan. Nama Brojol sendiri kerap dimaknai sebagai simbol kelahiran atau awal perjalanan, sekaligus doa agar setiap langkah dapat berjalan dengan… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Tilam Upih Dalam adat Jawa, terdapat tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yaitu Metu, Manten, dan Mati—atau kelahiran, perkawinan, dan kematian. Peristiwa perkawinan memiliki tradisi khusus berupa keris Kancing Gelung, di mana pada masa lampau, orang tua pihak mempelai perempuan memiliki kewajiban utama memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai Kancing Gelung. Jika pihak… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 26.000.000Dhapur Carang Soka Keris Carang Soka memuat perpaduan makna mendalam antara kata carang yang berarti ranting dan soka yang merujuk pada kesedihan, sehingga melahirkan gambaran filosofis tentang ranting yang bersedih namun tetap bertahan. Di balik citra itu, tersimpan pesan tentang seseorang yang melalui perjalanan duka tetapi mampu menemukan kekuatan batin untuk terus melangkah. Filosofi Carang… selengkapnya
Rp 5.500.000














Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.