● online
- Keris Sempana Luk 11 Pamengkang Jagad
- Keris Gumbeng Tangguh Tuban Sepuh
- Keris Brojol Gonjo Iras Tuban Winongan
- Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Kamarogan Sepu
- Keris Parungsari Kesultanan Cirebon
- Keris Dholog Luk 5 Cirebon Sultan Agung
- Keris Sempana Pamor Wengkon Isen
- Keris Singo Barong Luk 11 Kinatah Emas
Keris Sabuk Inten Pamor Singkir
Rp 4.500.000| Kode | F342 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sabuk Inten |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Sabuk Inten |
| Pamor | : Singkir |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Sabuk Inten Pamor Singkir
DHAPUR SABUK INTEN
Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur keris yang memiliki bentuk khas dan dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa.
Nama Sabuk Inten terdiri dari kata sabuk, yaitu ikat pinggang, dan inten, yaitu berlian atau permata.
Sabuk adalah sesuatu yang mengikat dan menjaga, sedangkan inten menggambarkan sesuatu yang berharga.
Dari sini, Sabuk Inten dapat dimaknai sebagai pegangan untuk menjaga sesuatu yang bernilai dalam kehidupan.
Bukan hanya menjaga harta, tetapi juga menjaga kehormatan, kepercayaan, keluarga, dan prinsip hidup.
Sing penting dudu mung nduwe bandha, nanging bisa njaga apa sing pancen aji ing urip.
PAMOR SINGKIR
Pamor Singkir memiliki nama yang berasal dari kata singkir, yang berarti menjauhkan atau menyingkirkan.
Secara simbolik, nama ini dapat dimaknai sebagai pengingat untuk menyingkirkan hal-hal yang tidak baik dari kehidupan.
Bukan berarti harus menjauhi semua orang atau persoalan, tetapi belajar memilih apa yang layak didekatkan dan apa yang sebaiknya dilepaskan.
Kadang yang membuat hidup berat bukan karena terlalu banyak yang kita miliki, tetapi karena terlalu banyak hal yang tidak perlu kita bawa.
Sing ora perlu, ya disingkirke. Sing ora apik, aja dipelihara.
Pemaknaan Pamor Singkir merupakan simbolisme budaya dan harapan pemilik, bukan kekuatan objektif yang melekat pada pamor.
TANGGUH MATARAM AMANGKURAT
Tangguh Mataram Amangkurat merupakan klasifikasi tradisional untuk membaca perkiraan zaman dan karakter pembuatan sebuah keris.
Keris yang dikaitkan dengan tangguh ini sering memberikan kesan gagah, tegas, besar, dan merbawani. Karakter besi, baja, pamor, pasikutan, ricikan, serta garap menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses pengamatan.
Namun, tangguh tidak dapat ditentukan hanya dari satu ciri.
Sebuah keris harus dibaca secara utuh.
Masa Amangkurat merupakan bagian penting dalam perjalanan Mataram. Perubahan politik, budaya, teknologi, dan perkembangan seni pada masa tersebut turut menjadi latar yang membentuk tradisi tosan aji.
Karena itu, ketika sebuah keris disebut memiliki Tangguh Mataram Amangkurat, sebenarnya kita sedang berusaha membaca jejak sebuah zaman melalui sebilah pusaka.
Sabuk Inten mengingatkan tentang sesuatu yang harus dijaga.
Singkir mengajarkan tentang sesuatu yang harus dilepaskan.
Dan tangguh mengingatkan bahwa semua yang kita lihat hari ini merupakan bagian dari perjalanan waktu.
Menjaga yang berharga, menyingkirkan yang tidak perlu, lalu berjalan dengan tetap membawa nilai.
F342
Keris Sabuk Inten Pamor Singkir
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 782 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Santan Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng. Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan… selengkapnya
Rp 4.111.000Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak Dhapur Mangkurat pada sebuah keris merupakan simbol sosok pemimpin yang memikul amanah besar. Kata Mangkurat atau Amangkurat secara harfiah berasal dari “amangku” (memangku atau mengemban) dan “rat” (bumi atau negara), sehingga berarti pemangku negara, pengemban bumi, atau pihak yang menanggung tanggung jawab terhadap kehidupan banyak orang. Filosofi ini menggambarkan seorang… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Gumbeng Tangguh Tuban Sepuh Gumbeng adalah salah satu dapur Keris yang sangat sederhana. Memiliki ricikan seperti Kebo Lajer, tetapi bilahnya lebih lebar. Gandik panjang dan umumnya berasal dari tangguh sepuh seperti era Pajajaran atau Tuban. Istilah Gumbeng, selain untuk menyebut dapur Keris, juga merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional masyarakat Jogjakarta, terutama di wilayah… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda… selengkapnya
Rp 6.000.000Pandhawa Prasaja Nama Pandawa Prasaja menyimpan ajaran luhur tentang keseimbangan antara kekuatan lahir dan kejernihan batin.Kata Pandawa merujuk pada lima kesatria utama dalam epos Mahabharata — Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.Kelima tokoh ini bukan sekadar sosok dalam cerita pewayangan, tetapi simbol dari laku manusia yang berjuang menegakkan kebenaran dengan caranya masing-masing. Yudhistira melambangkan kejujuran… selengkapnya
Rp 1.800.000Dhapur Sura Luk 9 Keris di belahan Nusantara ini secara umum memang memiliki dasar aspek yang sama. Namun pada beberapa daerah tertentu memiliki gaya atau style yang khas dan berbeda-beda. Salah satunya adalah keris dengan tangguh Bugis ini. Secara bentuk dasar ia tetap memenuhi aspek keris yang sama, namun secara khusus ia memiliki karakteristik yang… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 1.900.000DHAPUR SINOM ROBYONG Sinom Robyong memiliki banyak kesamaan dengan dhapur Sinom. Ricikannya antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Yang membedakannya adalah adanya jenggot pada sekar kacang dan greneng susun. Kata sinom berarti pucuk atau daun muda. Karena itu, Sinom dapat dimaknai sebagai simbol masa pertumbuhan, semangat,… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 3.000.000
















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.