● online
Keris Brojol Tangguh Majapahit Sepuh
Rp 5.500.000| Kode | MK321 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Brojol, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Rojo Gundolo+Tirto Tumetes |
| Tangguh | : Majapahit |
| Warangka | : Gayaman Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Banaran, Bahan Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bunton Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Brojol Tangguh Majapahit Sepuh
Keris Brojol Pamor Tirto Tumetes Rojo Gundolo Tangguh Majapahit
Keris Brojol merupakan salah satu dhapur lurus yang dikenal sederhana namun memiliki makna filosofi yang mendalam. Dengan ricikan yang tidak banyak, berupa gandik lugas dan pejetan, dhapur ini justru menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati, terutama bagi para pecinta tosan aji yang mengawali perjalanan koleksinya.
Nama Brojol dalam bahasa Jawa berarti keluar atau lahir. Makna tersebut menjadi simbol sebuah awal baru, harapan untuk keluar dari kesulitan, meninggalkan masa yang kurang baik, serta menuju kehidupan yang lebih baik dengan keteguhan dan usaha.
Keris ini memiliki pamor Tirto Tumetes, sebuah motif pamor yang menyerupai tetesan air. Nama Tirto Tumetes berarti air yang menetes, yang secara filosofis dimaknai sebagai harapan agar rezeki senantiasa mengalir secara berkesinambungan, cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan membawa keberkahan.
Selain Tirto Tumetes, pada bagian sor-soran terdapat pamor Rojo Gundolo, salah satu jenis pamor tiban yang muncul secara alami melalui proses penempaan. Pamor ini memiliki bentuk yang sering mengundang beragam penafsiran, karena guratannya dapat terlihat menyerupai sosok tertentu, baik manusia, hewan, maupun bentuk abstrak.
Keunikan Pamor Rojo Gundolo terletak pada sifatnya yang alami dan tidak dibuat berdasarkan rancangan khusus. Karena itu, setiap orang dapat memiliki pemaknaan yang berbeda ketika mengamati bentuknya. Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik pamor tiban, yaitu mengajak seseorang untuk merenungkan keindahan, simbol, dan makna yang terkandung dalam sebilah keris.
Ditinjau dari garap dan karakter bilahnya, keris ini bertangguh Majapahit, salah satu tangguh yang sangat dihormati dalam dunia perkerisan Nusantara. Keris Majapahit dikenal memiliki kualitas garap yang tinggi, mulai dari pemilihan bahan, teknik penempaan, hingga kematangan wasuhan yang menghasilkan bilah dengan karakter padat, kuat, dan berkelas.
Perpaduan dhapur Brojol yang sederhana, pamor Tirto Tumetes yang penuh harapan, Pamor Rojo Gundolo yang unik, serta tangguh Majapahit menjadikan keris ini sebuah karya yang istimewa. Sebuah pusaka yang tidak hanya memiliki keindahan visual, tetapi juga merekam nilai sejarah, filosofi, dan keahlian para empu Nusantara.
MK321
Keris Brojol Tangguh Majapahit Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 871 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 120.000.000Dhapur Carang Soka Keris Carang Soka memuat perpaduan makna mendalam antara kata carang yang berarti ranting dan soka yang merujuk pada kesedihan, sehingga melahirkan gambaran filosofis tentang ranting yang bersedih namun tetap bertahan. Di balik citra itu, tersimpan pesan tentang seseorang yang melalui perjalanan duka tetapi mampu menemukan kekuatan batin untuk terus melangkah. Filosofi Carang… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Pamor Singkir Tangguh Blambangan Keris ini berdhapur Sempana Luk 11, salah satu dhapur klasik yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana, proporsional, dan elegan. Dhapur Sempana telah lama menjadi favorit dalam dunia perkerisan, bahkan digunakan pada sejumlah pusaka penting. Nama Sempana dimaknai sebagai harapan atau cita-cita, melambangkan perjalanan hidup yang ditempuh dengan keteguhan, pembelajaran, dan… selengkapnya
Rp 5.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 25.000.000Dhapur Tilam Upih Dalam adat Jawa, terdapat tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yaitu Metu, Manten, dan Mati—atau kelahiran, perkawinan, dan kematian. Peristiwa perkawinan memiliki tradisi khusus berupa keris Kancing Gelung, di mana pada masa lampau, orang tua pihak mempelai perempuan memiliki kewajiban utama memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai Kancing Gelung. Jika pihak… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Carita Genengan Pajajaran Carito berarti sesuatu yang sedang berjalan atau suatu peristiwa, atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan manusia sehari hari. Manusia dalam hidupnya memainkan alur cerita (carito) dan lakonnya sendiri-sendiri. Hidup yang kita jalani sekarang adalah hasil dari pemilihan seseorang tentang keputusan dan peran kehidupan yang akan dijalaninya. Genengan / Gunungan adalah salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Sengkelat Corok Kinatah Emas Sengkelat ada yang menyebutnya Sangkelat, adalah salah satu bentuk dhapur luk tiga belas. Keris dhapur Sangkelat mudah dijumpai karena banyak jumlahnya dan salah satu dhapur klangenan yang dianggap wajib dimiliki oleh Pecinta Tosan Aji. Selain keris pusaka Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, ada beberapa pusaka milik keraton… selengkapnya
Rp 50.000.000Dhapur Dholog Dholog adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gandik lugas, sogokan rangkap, tikel alis dan sraweyan. Ricikan lainnya tidak ada. “Jati nom arane dholog” Dholog berasal dari bahasa sansekerta yang artinya pohon jati muda. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Ada masa… selengkapnya
Rp 2.500.000


















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.